Azielio

Azielio
chapter 49



yudana berkata "juga mencuci piring dan bersih bersih, aku akan membantu mu dan semoga skenariomu akan jadi film yang hebat... akan kubuatkan sayur asem buatmu"


yudana beneran buat sayur asem... dan sudah memotong motong bahannya.


yudana lalu menemukan ide untuk mengerjai Kiara.


yudana berteriak kesakitan dan Kiara buru buru ke dapur...


Kiara panik "ada apa? kamu kenapa? kamu luka? biar kulihat"


saat Kiara memegang tangan yudana "sakit!"


"ayo kerumah sakit, 911! cepat, kita harus kerumah sakit! cepat!"


"tapi mana jariku?"


Kiara membekap mulutnya sendiri saking kagetnya.


"cari jariku dulu"


Kiara panik "oh tidak, bagaimana ini! belum ketemu"


"Tara, lihatkan? kalau kamu tidak memasak jadinya akan begini"


"apa?"


"yudana tertawa...


yudana menunjukkan jarinya yang tidak apa apa, Kiara meneliti nya dan merasa lega.


yudana berkata "cepatlah masak, oke?"


Kiara kesal dan menggigit jari yudana yang membuat nya berteriak keras.


Kiara selesai masak...


Kiara berkata "kalau begitu lagu, awas kamu..."


"bukan begitu, aku berbicara dengan mu kamu tidak menjawab nya dan kenapa denganmu?"


"bukan begitu, aku hanya tidak suka dijadikan mangkuk nasi"


"apa? mangkuk nasi itu kan luar biasa? mana bisa memasak tanpanya, orang tidak bisa hidup tanpa itu dan mangkuk nasi itu sangat penting harusnya kamu bangga kupanggil itu... aku juga mau begitu"


"yudana"


"apa?"


"kamu tidak marah soal aku dan Angga? kamu tidak marah sedikit pun?"


"apa? untuk apa? aku tidak kenapa kenapa, biasa saja"


Kiara terlihat kecewa walaupun bilang begitu, yudana Tampak sedih setelah mengatakan nya pada Kiara.


yudana menatap Kiara yang ketiduran di depan komputer lalu menyelimuti nya.


saat yudana berada ditempat pemotretan... yudana berbincang... dengan Marina...


Marina berkata "memang 3 tahun itu lama sekali, tapi tidak selama kamu menungguku kan... waktunya juga berjalan cepat, benarkan?"


"hmmm... aku juga tidak tahu... meskipun begitu, atau tidak... tapi aku tidak bisa berjanji apa apa"


"apakah kamu bisa berjanji padaku kamu tidak akan mempunyai perasaan pada Kiara... kamu mau berjanji soal itu? kamu bisa?"


"ya, aku janji... aku mau pergi dulu"


"ya! ibuku mengirim hadiah untukmu... kamu mau kuantarkan kerumah?"


"ya"


Marina tersenyum "oke, nanti kuantarkan deh"


"dah! aku pergi dulu"


Kiara sedang menunggu yudana pulang...


tidak berapa lama telpon rumah berbunyi...


"halo? nenek, aku sudah minum semua obat nya. aku sudah baikan sekarang, ya! nanti aku kesana. baiklah!"


Kiara terhenyak mendengar suara ramai di kamar nenek.


ternyata Marina datang membawakan hadiah dari orang tuanya untuk keluarga yudana.


nenek berkata "ini sedang ngetrend di Prancis, kan?"


"benar! begitulah, nek"


"ayahmu tidak perlu repot-repot begini, bertemu dengan dia saja sudah cukup"


"Om terima kasih sudah merawatku kemarin"


Kiara terdiam dan mendengar nya dari balik pintu... lalu menarik nafas panjang sebelum masuk dengan senyum...


"nenek!"


mama tersenyum "ah, Kiara!"


"kamu sudah datang" ucap papa


Marina merasa tidak enak melihat kedatangan kiara.


nenek berkata "siberuang datang?"


"kamu sudah kenal Marina, kan?" ucap mama


"ya"


Kiara memotong buah didapur dan merasa jauh dari keluarga yudana, apa lagi ada Marina didalam sana.


suara nenek "waktu itu..."


mereka bercanda dan tertawa bersama Marina.


saat beberapa menit kemudian Marina berkata kepada kaira...


"yudana bilang dia akan menjagaku, aku tidak akan melepaskan nya lagi jujur saja 3 tahun... itu memang waktu yang lama, tapi dia menunggu ku lebih dari itu"


"3 tahun... tapi yudana masih bersamaku"


"aku mengerti, aku tidak memaksamu lalu... tidak perlu dikhawatirkan. selagi kalian tidak punya perasaan apa-apa itu tidak apa apa"