
"tidak, kamu mengajakku makan. memberiku bunga kamu selalu tertawa meski cerita ku tidak lucu... juga kamu selalu ada buatku, aku sangat menghargai itu. sebenarnya aku juga sedikit menyukai mu"
"sedikit?"
"tidak, tapi lebih banyak dari pada sedikit"
"itu sedikit memberikan ku harapan"
"oh begitu, jadi tertawa lah walaupun tidak lucu , oke"
Kiara tertawa kecil, yang membuat angga tersenyum...
yudana masih menunggu Kiara didepan rumah.
yudana masih sempat menyanyikan sepenggal lagu keluarga beruang"
tiba tiba mobil menuju kesebuah rumahnya segera yudana masuk kedalam.
Kiara berkata "apa yudana masih menungguku?"
"mungkin! sudah larut malam, kan?"
"apa kita ketempat lain saja?"
"apa?"
"biar yudana sedikit frustasi disana"
"yudana frustasi?"
Kiara kesal "benar, supaya dia menunggu selama ini tapi selalu aku menunggu"
"dia bilang pulang telat, inilah, itulah aku selalu saja menunggu nya. aku mau dia merasakannya"
Angga tersenyum mendengar nya...
"aku pergi dulu"
Kiara tersenyum "benar! sampai jumpa!"
Angga terlihat sedih setelah Kiara masuk ke rumah.
Kiara menyalakan semua lampu dan akan ke kamarnya saat melihat yudana tertidur di sofa... Kiara mendekat dan menatapnya...
Kiara kaget saat melihat sekelilingnya ada tulisan dimonitor komputer:
selamat Kiara!
plus setangkai mawar merah...
lalu ada balon Kiara kaget...
tapi Kiara lebih kaget lagi saat melihat meja makan diluar yang basah karena hujan turun malam itu...
Kiara berjalan menuju meja makan itu... dihiasi lilin di lantai serta balon dikursi ayunan. Kiara merasa sedih dan bersalah pada yudana. juga bahagia karena perhatian yudana padanya.
Kiara menyelimuti yudana dan menatapnya dengan sayang... Kiara menyentuh lembut rambutnya...
beberapa menit kemudian, Kiara membangunkannya.
"yudana! Yudana... bangunlah"
"kiaara!"
"katamu kamu menungguku"
"aku ketiduran..."
yudana melihat jam tangannya...
yudana berteriak "hey, sudah jam berapa ini? kenapa lama sekali?"
"kan sudah kubilang tadi"
"aku juga bilang kalau aku menunggu, kan?"
"maaf, lalu... kamu mau tunjukkan apa?"
"sudah tidak ada"
Kiara tersenyum...
semua lampu lilin dinyalakan... dan ternyata tulisan ayam tadi sudah diubah yudana menjadi Kiara.
" skenario pertama Kiara selamat!"
Kiara dengan penuh semangat membunyikannya, sedangkan Yudana terdiam... masih ngambek.
"itu mengejutkan ku!"
"ayo lagi"
"yudana ngambek "tidak, kamu juga"
"jangan begitu..."
yudana berteriak "pestanya sudah terlambat? kenapa kamu diam saja? kamu tidak mau minta maaf?"
"aku tidak akan minta maaf"
"apa?"
"selama ini , aku selalu saja menunggu untuk mu"
"apa?"
"oh yah... sekarang hari d -day, kan? aku mau katakan sesuatu padamu"
"apa?"
"ini ambillah"
Kiara memberikan cincin kawin miliknya...
yudana tersenyum " cincinnya sudah ketemu, dimana?"
"aku kembalikan itu padamu, kita cerai saja"
senyum yudana menghilang...
"apa?"
"Kita cerai saja"
"kenapa mendadak begini?"
"uang gaji, dan kontrak juga dari Andi belum cukup... kalau skenario ku diterima nanti kuberikan juga padamu... jadi, kita cerai saja"
"hey, kalau kita cerai kamu tidak dapat kan rumahmu?"
"lalu... apa kamu mau membuat Marina menunggu selama 3 tahun?"
"apa?"
"kita berteman saja, ayo bercerai"
"aku tidak mau"
"apa? kenapa?"
yudana berteriak "kenapa banyak tanya? itu hakku"
"hak apa?"
"hey, lalu bagaimana dengan keluarga ku? kamu mau bertanggung jawab?"
"nenek, mama dan papa semuanya menyukai Marina... jadi tenang saja"
"apa?"
"jadi kita cerai saja, oke?"
yudana berkaca kaca "kamu bercanda, kan? ini karena kamu kupaksa memasak, kan"