Azielio

Azielio
Azielio chapter 8




Dirumah yang begitu mewahnya disana terlihat beberapa pelayan sedang melakukan tugasnya, disana terlihat beberapa mobil mewah terpakir digarasi rumahnya. Didalam rumah semua keluarga besar disana sedang menikmati keharmonisan keluarga mereka, disana ada ayah Tama, bunda Laras, Andre, dan lainnya. Entah apa yang mereka sedang bicarakan, mereka begitu saling tertawa bersama.


"kapan kamu bisa beritahu Kiara tentang identitas keluarga nya?" tanya bibi Emily, bibinya Kiara.


"aku tidak tahu, nanti jika sudah waktu yang tepat? aku ngak mau sampai Kiara tahu sebenarnya dirinya itu siapa?" jawab ayah Tama sedih.


"bagaimana kalau dihari ulang tahunnya saja, kita beritahu agar disana waktu yang tepat untuk mengatakan yang sejujurnya..." jelas bunda Laras.


"hmm... betul juga kata istrimu," sambung bibi Emily.


ayah Tama mencerna kata - kata istrinya, mungkin benar kata istrinya kalau dihari ulang tahun Kiara itu hari yang tepat untuk mengatakan yang sejujurnya dari pada ia harus menyembunyikan identitas nya secara terus - menerus nanti takutnya ia akan terus menerus menanyakan latar belakang keluarga nya.


"iya deh, Nanti aku coba deh..." jawab ayah Tama dari memikirkan nya terus - menerus.


"ya, sudah seperti nya kita harus pulang hari ini nantinya Kiara menunggu kita dirumah.." saut bunda Laras tanpa berlama - lama pamit untuk pulang.


"ya, sudah sampai jumpa lain hari lagi ya.. oh ya, kami titip anak kita Andre..." ucap ayah Tama memeluk adeknya, bibi Emily.


Sebenarnya latar belakang Kiara orang kaya, ia lebih kaya dari pada keluarga tuan Zafano. Orang tua nya itu memiliki perusahaan dimana - mana sampai ia telah memiliki kastil dimana - mana tetapi nanti itu akan diwariskan kepada Andre anaknya. Jadi sementara waktu ia hidup sederhana tanpa bergantung dengan kekayaan nya dan lebih memilih agar perusahaan nya ditangani oleh sekretaris kepercayaan. Selain itu sekretaris nya sahabat lamanya, ia sangat percaya sahabat nya itu tidak akan pernah mengecewakan nya. Tetapi mengapa ia harus menutupi kekayaan nya? karena beberapa tahun yang lalu ia mendapatkan begitu banyak saham dimana - mana dan ingin bekerja sama dengan perusahaan nya itu, banyak orang membuat perusahaan ayahnya menjadi banyak incaran karena begitu irinya kepada nya.


Apalagi Kiara punya kakek buyut di Jakarta pusat, Tetapi sampai sekarang kakek nya masih terlihat muda. ya, paling seperti umuran 77 tahunan. Kini ia bekerja sebagai produser perfilman yang sedang mendunia dikalangan remaja. Banyak yang ingin bekerja sama dengan nya dan sekarang para remaja - remaja banyak yang sedang hits dikalangan internet.


dirumah orang tua Kiara...



disana pak Hamid masih ada, mereka sedang berkumpul bersama kedua orang tua Kiara yang baru sampai rumah, sementara Kiara berada didalam kamar sedang menyelesaikan skripsi sekolah nya yang telah diberikan oleh gurunya.


Ternyata saat orang tua Kiara tahu, bahwa Kiara membawa orang lain kerumahnya malahan senang anaknya masih bisa perduli terhadap orang lain.


"begini, sebenarnya saya kesini ingin melaksanakan tugas dari tuan saya..." celetuk pak Hamid.


ayah Tama tidak mengerti dengan kata - kata pak Hamid, "maksudnya, saya tidak mengerti? coba jelaskan secara detail?" jelas ayah Tama.


"saya kesini ditugaskan untuk mengetahui latar belakang keluarga kalian dan saya disini untuk memberitahukan agar kalian bersedia menjodohkan anak kalian dengan putra dari tuan Zafano," ucap nya dengan panjang lebar.


"apa???" ucap mereka bersamaan.


"karena ini perjanjian dari mendiang ayah anda dengan mendiang ayah dari tuan Zafano, karena mereka dulunya adalah sahabat" jelas pak Hamid.


Ayah Tama begitu terkejut setelah mendengar nya bukan saja ayah melainkan bunda Laras juga tidak kalah syok. Seingatnya ayahnya tidak pernah mengatakan apa - apa sebelum ia meninggal.