
Kiara meletakkan gelas diatas meja... ternyata ada sebuah pesan.
Kiara membuka dan membacanya
"jadilah penulis yang menyentuh hati pembacanya"
"Kiara, selamat ulang tahun ya"
Kiara membuka kadonya sebuah pulpen dan alat perekam.
Kiara menoleh ke arah pintu... dan buru buru keluar... tapi terlambat karena Kiara baru melihat yudana sudah pergi dengan mobilnya beberapa detik yang lalu, Kiara tersenyum.
saat terdengar suara bel berbunyi "Ting tong ting tong"
Kiara berteriak "sebentar!"
saat Kiara membuka pintu... nenek berteriak marah "keluarlah dari rumah ini!" Kiara kaget.
nyonya maura melihat tangan menantunya itu yang tidak memakai cincin kawinnya.
nyonya maura "mana cincin mu?"
Kiara menjawab "dikamarku"
"harusnya kamu menggunakan nya bukannya disimpan" kata nyonya maura.
Kiara menunduk "ya"
nenek berkata "aku sudah menduga akan jadi begini, tidak sopan. jujur saja,aku menerimamu karena Yudana bersikeras dengan pernikahan ini. ini tidak bisa dibiarkan, lebih baik kalian pindah kerumahku saja"
Kiara kaget "apa?"
nenek berkata "nanti akan kukirim orang, berkemaslah"
nenek berkata kepada nyonya maura "ayo kita pergi"
mobil itu lalu pergi meninggalkan Kiara yang bigung.
didalam mobil
nyonya maura berkata "tapi Bu, apakah Yudana setuju pindah kerjmah?"
nenek hanya diam saja dan kesal...
kantor yudana
yudana dan direktur duduk santai sambil membaca.
direktur berkata "sudah selesai?"
"sudah"
"konferensi persnya tinggal beberapa hari lagi"
"ya aku tahu"
"lalu... kenapa kamu bisa ada ditaman fantasi saat itu?"
"beritanya sudah ada dikoran?"
"oh ya ngomong ngomong istrimu itu ternyata cantik juga"
"cantik? cantik apanya? yang seperti dia itu juga banyak didunia ini. matanya besar, cebol, dan suka teriak teriak..."
yudana akhirnya pun pergi meninggalkan direktur...
yudana pulang kerumah dan makan masakannya Kiara.
Kiara duduk lemas di depannya "yudana, ada yang aku mau bilang"
"apa?"
"tadi mama dan nenek kesini, mereka marah kita pulang bulan madu tidak memberi tahu mereka kamu juga tidak pernah menelpon mereka? kamu tidak peduli dengan mereka? kenapa kamu begitu?"
"kamu saja yang telpon mereka?"
"aku tidak tahu nomor telepon nya?"
"itu saja tidak tahu?"
"yudana, mereka mau kita pindah kesana, Minggu depan mereka akan kirim orang kesini"
yudana kaget dan menatap Kiara tidak percaya.
yudana kaget "apa?"
siang itu juga, yudana dan Kiara akan mengunjungi orang tua nya....
malam harinya baru mereka sampai dirumah orang tua nya.
didalam rumah, yudana dan Kiara memberi salam pada.nenek dan ibu... dengan memberi salam sebelum berdua duduk...
nenek berkata "kenapa lama sekali? harus nya telpon dulu"
"yang penting kami sudah disini" saut yudana
yudana to the point "kami juga tidak bisa pindah kesini"
nenek menunjuk Kiara "kenapa? istrimu tidak mau?"
yudana berkata "bukan begitu, aku dan Kiara tidak bisa tinggal serumah dengan kalian"
diluar, tuan Baru pulang kerja... lalu turun dari mobilnya dan memang terlihat kesal melihat mobil yudana parkir di depan rumah.
karena sekarang keluarga nya tinggal di Jakarta jadi nenek ngampang untuk kesana kemari untuk bertemu dengan cucunya.
diruang keluarga
nenek berkata "istrimu itu harus banyak belajar disini"
yudana menjawab "dia sudah bisa semuanya, dia juga pintar masak, mencuci, mengepel semua dia bisa, ya kan?"
yudana melotot pada Kiara... sedangkan Kiara terlihat kesal dan kebingungan menatap yudana.
Kiara tertawa "aku bisa melakukan apa saja"
yudana ikut ikutan tertawa "tuh kan bener, apa aku bilang"