
"bukan begitu, ini karena aku tidak bisa tinggal dengan mu lagi"
"kenapa? apa Angga yang menyuruhmu?"
"apa?"
yudana berteriak "lucu sekali, jadi ini karena Angga? lupakan saja"
yudana berteriak keras "kita lupakan saja soal ini, berbuatlah sesuka hatimu... walaupun kamu menyukainya? tetap saja... aku tidak akan menceraikan mu, aku tidak mau"
yudana berdiri dan akan melangkah pergi, Kiara terdiam.
Kiara berkaca kaca "bukan begitu, yudana berhenti"
Kiara berkaca kaca "bukan begitu, karena aku mencintaimu"
yudana kaget "apa?"
Kiara berkaca kaca "aku benar benar mencintai mu, Yudana"
yudana berkaca kaca "kamu bercanda lagi, kan... basi sekali"
"jangan tertawa, kamu belum tahu juga? kamu belum tahu bagaimana sakit nya aku? karena itulah aku tidak bisa lagi bersama mu... jadi, aku tidak bisa lagi bersamamu... jadi kita hentikan saja semuanya"
"dasar bodoh, harusnya kamu tidak bilang itu padaku... karena kalau begitu... kita tidak akan bisa bersama lagi"
"kau tahu karena itu kita harus bercerai... dan kembalilah pada Marina... kita cerai saja"
"oke baiklah, kalau itu maumu... kita cerai saja"
meskipun sebenarnya itu juga berat untuk melepaskan Kiara bagi yudana.... dan Kiara sebaliknya.
yudana duduk meringkuk dikamarnya dengan sedih dan mata berkaca-kaca, sambil memegang cincin kawin Kiara.
begitu juga Kiara tidak bisa tidur...
Angga juga tampak memikirkan sesuatu...
"Mr. ren, ini aku... tutup saja pemberitahuan soal yudana... ya! tolong usahakan"
yudana turun kebawah tapi tidak menemukan nya, hanya ada sebuah memo di pintu kulkas...
"aku pergi dulu, sarapan nya sudah kusiapkan"
direstoran...
"hai!" ucap Kiara.
"Kiara?"
"aku bisanya sekarang... aku tahu kamu sibuk, tapi kamu perlu makan siang juga, kan"
"ya, kamu datang tepat waktu"
"aku yang traktir"
"oke"
Kiara minum, sedangkan Angga akan mulai makan.
"lalu... bagaimana D-Day mu itu? aku penasaran sekali"
"apa?"
"D-Day?"
"kejutan besar?"
"lalu yudana bilang apa?"
"dia mengerti dan setuju"
"apa? hanya itu"
"sekarang yudana dan Marina bisa bertemu Sepuasnya... dan aku juga dapatkan kembali rumahku... kelihatan nya happy ending"
yudana masih memikirkan kejadian tadi malam dan melihat cincin kawin Kiara... lalu sudah mengambil keputusan.
"ini aku... carikan aku apartemen... carikan saja pokoknya... lebih cepat lebih baik"
Kiara sampai didepan rumah...
Kiara naik ke kamarnya dengan pelan pelan tapi ternyata yudana membuka pintu kamarnya yang membuat kiara kaget...
"sudah pulang"
"oh, kamu rupanya"
"tidak ada jadwal kerja?"
"tidak"
"bagaimana dengan filmmy berikut nya?"
"Minggu ini kami akan setujui kontraknya"
"hmm..."
"dan... aku sudah cari apartemen... kalau sudah dapat, aku akan pindah kesana... jagalah barang barang dirumah ini"
"kenapa begitu? itukan punya mu"
"hmmm... kalau tidak mau, buang saja"
"kamu mau bilang apa pada keluarga mu?"
yudana hanya diam dan memakan makanannya.
dirumah keluarga yudana...
nenek berkata "apa ini? kenapa ada berita semacam ini?"
"apa, Bu?" ucap mama.
"katanya seorang aktor kepergok selingkuh... lalu menikahi gadis lain, tidak masuk akal"
"hah menikahi gadis lain?"
"ceritanya masih belum jelas, tapi beginilah hidup"
"jangan sampai papa tahu, pasti mereka akan bertengkar lagi"
"kamu pikir ibu tidak tahu?"
"sejak ada Kiara, hubungan mereka sangat membaik, benar, kan?"
"siberuang itu manis juga, kan?"
"ya, aku sempat khawatir kenapa bisa yudana menikahinya"
mama tersenyum dan kaget saat terdengar suara papa membuka pintu kamar. nenek buru buru menyembunyikan korannya.