
sekarang Yudana sedang berencana untuk melaksanakan acara tunangan nya dengan kekasih nya... dan sampai berita tentang pertunangannya sampai masuk ke telinga Kiara... dan semua itu membuat Kiara sedih dan mengingat kembali hari harinya bersama yudana saat ia menjadi istrinya dulu... tetapi Kiara takut dengan kedatangan nya akan merusak semua hubungan yudana dengan pasangan nya jalani dan membuat yudana kembali mengingat dengan kehadiran Kiara dulu...
"Kiara... hei Kiara!"
"oh, ada apa?"
"kamu kok bengong terus sih? kamu sedang mikirin dia ya? kalau kamu pengen ketemu dia, kamu ajak saja dia ketemuan"
"sudah terlambat... dia akan tunangan"
"apa?! dong bagaimana dengan kamu? kamu akan membiarkan mereka tunangan? kamu kan dengan dia saling mencintai seharusnya kamu pergi temui dia"
"tidak bisa... dia pasti membenciku..." Kiara pergi meninggalkan vina...
"hei! Kiara mau kemana? kok ditinggal sih"
"aku males dengan ceramahan kamu! mending aku ke taman cari udara segar!"
"ikut!" mereka berdua itu sering sekali saling marahan tetapi kemudian baikan lagi... meski Kiara tidak punya siapa siapa di Jakarta sekarang... Kiara senang punya Vina yang selalu menemani nya dan selalu melindunginya setiap hari...
"aduh! ihhh.... selalu saja... kalau jalan itu hati hati dong! bagaimana sih!" ucap kiara marah... dengan tampang yang datar...
benar benar Kiara yang sekarang sangat berbeda tidak seperti Kiara yang dulu....
"oh... maaf, saya tidak tahu... saya sedang..." ternyata orang yang telah menabrak nya yudana mantan suaminya... sehingga membuat Kiara matanya melotot... saking kagetnya... dengan keberadaan yudana...
"kamu?" ucap yudana... lalu terdiam...
"hei... ada apa? apa kamu mengenal nya? siapa dia?" ucap Riska...
"Kiara kamu tidak apa-apa, kan?"
"Hem... oh tidak apa apa... bagaimana apa dia mengatakan sesuatu?"
"dia sudah menganggap ku sudah tidak ada dalam hidupnya mungkin... dia mungkin sekarang marah padaku"
dimalam hari nya secara tiba-tiba saja Yudana tidak sengaja lewat didepan nya dan berbicara di suatu taman... tetapi meski yudana mengajak nya... pergi... pasti tetap ada bodyguard nya yang selalu mengawasinya dimana pun nyonya muda nya berada karena atas perintah dari sang pria tampan... yang baik hati... dijepang... dia adalah seorang sahabat nya Kiara di Singapura...
"aku mau berbicara sesuatu?"
"silahkan... mau bicara apa?"
"mengapa kamu meninggalkan aku saat itu?"
"aku tidak bisa membicarakan nya sekarang... dan kamu tidak usah mengingat masalalu yang telah dihapus... permisi... saya ada urusan penting..."
"hei! tunggu aku belum selesai bicara!" segera yudana menarik tangan Kiara...
"kamu akan tunangan, kan untuk apa aku membicarakan yang lalu... juga itu tidak penting untuk mu"
"aku masih mencintaimu!"
"jika kamu masih mencintaiku... kenapa saat aku pergi kamu tidak berusaha mencari aku! kenapa kamu tidak menungguku! kamu juga tidak menggunakan kalung pemberian hadiah yang kuberikan! tidak ada rasa cinta dimataku yang aku lihat!" Kiara berusaha melepaskan tangannya dari genggaman yudana... lalu pergi menuju ke dalam mobil...
"cepat jalan!" Kiara tidak menghiraukan yudana yang memanggilnya berkali kali... Kiara tidak mengharapkan cinta dari yudana lagi.... dia tidak mau kehidupan yudana dengan tunangannya itu hancur... gara gara Kiara...sebab dia takut jika sampai diketahui oleh keluarga nya yudana tahu bahwa Kiara telah kembali... apalagi yudana adalah seorang artis papan atas...