Azielio

Azielio
chapter 44



Kiara tidak mengerti kata angga "maksudmu?"


Angga berkata "seandainya... aku bisa kembali ke masa lalu. jadi menurutku kalau kalian tidak menikah sungguhan... lalu... aku masih punya kesempatan, kan? kamu mau memberiku kesempatan?"


Kiara Bingung "aku... aku..."


" tidak perlu Jawab sekarang, pikirkan saja dan beritahu aku nanti"


direktur sedang berbicara dengan yudana...


direktur "filmnya masih belum sukses... malahan masih diluar target... bisa dibilang filmnya gagal... di film berikutnya kita harus sukses... "yudana tersenyum...


saat yudana keluar dari ruangan direktur, Andi menemuinya.


Andi berkata "Angga belum bilang apa apa padamu?"


yudana menoleh dan berkata "bilang apa?"


"tidak ada" ucap Andi lega....


yudana yang baru berjalan beberapa langkah berhenti karena mendengar kata kata Andi.


yudana berkata "hey!"


Andi balik badan dan kaku...


yudana menjawab "ada yang kamu sembunyikan?"


Andi menggeleng...


yudana berkata "kamu pasti berbuat salah lagi, kan!"


Andi menggeleng ketakutan...


Kiara sedang menata bunga pemberian Angga di vas bunga... lalu ingat kata kata angga.


"kalau kalian tidak sungguhan menikah... berarti aku masih punya kesempatan, kan? kamu mau berikan aku kesempatan, kan?"


Kiara binggung harus jawab apa... Kiara takut jika diketahui oleh mertuanya dan Angga itu juga kakak iparnya sendiri.


bagaimana bisa kakak iparnya menyukainya? "bagaimana bisa ia tahu bahwa aku dan yudana hanya menikah kontrak?"


Kiara mau membawa bunga itu tapi saat melihat yudana pulang... buru buru menyembunyikan vas bunga itu dibelakang tubuhnya.


Kiara berkata "sudah pulang"


"ya!" saut yudana.


mereka saling diam...


yudana bertanya "bunga dari siapa itu?"


yudana membanting sendok karena marah dan mungkin cemburu.


"siapa? siapa orangnya? apa kakakku?"


"apa? bagaimana kamu tahu..."


"kalian bertemu lagi?"


"tapi cuma sebentar"


"untuk apa menemuinya?"


"aku cuma mau tanya soal pekerjaan, itu saja"


"hey! cuma itu saja?"


"ya, kenapa sih kamu selalu musuhan dengan kakakmu?"


"itu bukan urusanmu"


"kamu juga begitu... kamu bisa menemui Marina sesuka hatimu... berarti aku juga bisa begitu, kan"


"hey?" saut yudana...


Kiara tidak bisa tidur dikamarnya karena me.ikirkan kata kata angga.


Angga berkata "Kiara... aku... kamu mau mencoba menyukaiku?"


yudana juga tidak bisa tidur karena memikirkan sesuatu.


pagi itu, yudana sepertinya mencari cari sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sedangkan kiaar tampak memikirkan sesuatu sambil menyirami tanaman. setelah selesai menyiram tanaman, Kiara masuk ke dalam rumah dan mencari yudana tapi tidak menemukan nya... Kiara pun mengambil air minum.


yudana mengendap endap kekamar Kiara


yudana berkata "berantakan sekali! mana kertas kontraknya?"


yudana mencarinya disetiap sudut kamar Kiara... ternyata yudana dari tadi itu mencari surat kontrak pernikahan mereka. mau dibuat apa ya kira kira? lalu yudana kaget karena ponsel Kiara berbunyi.


suara Kiara "tunggu sebentar!"


yudana panik dan buru buru bersembunyi... tidak berapa lama Kiara datang dan mengangkat telpon.


"halo? Nara? apa? ada apa? soal apa? ya, aku mau menemui Naya, memang kenapa? jangan begitu, oke? lama lama aku bisa mati karenamu! kepalaku seperti mau meledak... nanti saja, oke? dah!"


seperti nya yudana bersembunyi di lemari pakaian Kiara sehingga mendengar pembicaraan mereka.


Kiara akan pergi tapi bajunya sudah bau... dan akan ganti baju. tapi pintu lemari nya tidak bisa terbuka. yah... tentu saja! kan tempat Yudana sembunyi...