
Saat Kiara akan menuju ke toilet sendirian, tiba tiba saja dengan cepat azielio memengang tangan Kiara dan menghentikannya. Ia melihat sekitar nya dan membawa Kiara masuk kedalam toilet dan menguncinya.
"ih lepasin, lepaskan ngak! tolong!" teriak nya meminta pertolongan sambil mengedor - ngedor pintu.
azielio mencengkeram lengannya kembali dengan erat, "urusan kita belum selesai," bisiknya ditelinga Kiara.
"mau apa lagi sih? anggap aja itu tidak pernah terjadi, gue sudah maafkan Lo... sudah ya, lepasin gue" mohonnya.
azielio semakin mendekati wajah Kiara, "kita hanya berdua disini loh, jadi-" bisiknya, membuat Kiara bergidik ngeri pikiran nya begitu melayang - layang.
"hei, awas saja kalau ingin macam - macam nanti-"
"nanti apa? maksud mu-" candanya kembali, tetapi untungnya dari luar seseorang mengetuk pintu membuat nya terasa lega akhirnya bisa keluar dari sana.
"siapa didalam?! kenapa pintu nya dikunci?! hello!" teriak seseorang dari luar.
azielio melihat diname tage yang terpampang di dinding toilet cewek membuat nya uring - uringan harus bersembunyi Dimana. Ia melihat disana ada sedikit lorong - lorong kecil yang begitu sempit, ia menarik lengan Kiara mengajaknya bersembunyi disana dan pintunya telah terbuka.
"Kya, ngapain harus aku" umpatnya.
Mereka saling berhadapan satu sama lain, disana sangat begitu sempit untuk mereka berdua bersembunyi. Apalagi nafas mereka begitu saling merasakan antara satu sama lain, membuat nya terasa bergidik ngeri dan
jantungnya berdetak sangat kencang. Mereka berdua menjadi salah tingkah, wajah mereka saling menatap satu sama lain.
"kapan ini berakhir? cepat dong!" teriak Kiara dalam hati nya.
"hei, tunggu!" memanggil Kiara yang sudah duluan keluar dari toilet.
iya, belum tahu aja masih ada seseorang didalam toilet dan para gadis - gadis yang mendengar nya langsung keluar mengerumuninya dan memeluknya, membuat nya kewalahan.
"azielio!" teriaknya.
"kamu mau ketoilet juga, temenin kita disini dong" ucapnya mesum.
azielio berusaha keras untuk kabur dari sana dan berlari keluar menjauh dari orang- orang gila baginya. para gadis - gadis itu lebih milih untuk mengejarnya ketimbang kembali ketoilet.
Pulang sekolah, saat diperjalanan menuju gerbang. Mereka kembali berpapasan disana dan ia ingin kabur tapi Azielio berhasil menghentikan nya lagi.
"jangan berani macam - macam untuk menceritakan apa yang telah terjadi barusan kepada siapapun termasuk sahabat Lo itu," ucapnya berlalu meninggalkan Kiara pergi.
Kiara merasa kesal karena azielio mengancamnya, " siapa juga yang mau ceritain, Geer banget jadi cowok... kalau gitu gue pites - pites tu orang jadi sambal terasi dirumah biar jadi makanan si Andre" ucapnya dengan kesal.
Seseorang tiba - tiba berdiri didepan rumah orang tua Kiara, entah siapa dia. seorang seumuran antara 40 tahunan, dia ialah suruhan dari azielio ditugaskan untuk mencari keberadaan rumah yang ingin di jodohkan dengan nya. Ia benar - benar ingin tahu siapa perempuan yang akan dinikahi nya apa dia cantik atau jelek? jangan - jangan tua lagi, bisa - bisa ia dapat yang gigi nya ompong dan wajah nya keriput lagi.
Saat disore harinya, Kiara dirumah sedang bersih - bersih rumah, Selain itu ia sedang menyapu halaman dirumahnya. Ia menyanyi dengan Senang, meskipun suara nya sedikit cempreng. Saat tiba - tiba dia ingin berjoget tak karuan, seorang laki - laki muncul dihadapan nya dengan secepat kilat Kiara langsung membelakangi nya.
"aduh, apa yang lo lakukan Kiara? bodoh banget! ditaruh dimana muka gue sekarang?!" batinnya sambil menepuk - nepuk bibirnya berkali - kali.