
Kiara tidak segan - segan menjewer telinga kiri adeknya sampai memerah, kelakuan nya begitu membuat nya ingin emosi jika melihat nya terus - menerus.
"aduh, kak sakit! maaf, kak Andre janji ngak akan mengulangi nya lagi..." ucapnya, memengang telinga nya sampai benar - benar memerah.
Kiara segera melepaskan telinga adeknya dan duduk disamping kedua orang tuanya dan memalingkan wajahnya kepada Andre karena kelakuan nya begitu membuat nya sangat kesal.
"makanya jadi adek itu jangan nakal, nanti kalau ada tugas ngak akan gue bakal bantu Lo ngerjain tugas kalau susah... biar tahu rasa!" ucapnya dengan emosi.
"sana ke kamar, cepat tidur sudah jam berapa ini besok ada ujian... mampus lo ngak dapat ujian" mengusir nya pergi, tanpa berkata apa-apa lagi adeknya menurutinya.
kedua orang tuanya hanya mendengarkan mereka saja, berlanjut menonton televisi film kesukaan mereka. Mereka tidak mengurusi jika kedua anak - anak mereka berantem itu sudah terbiasa bagi mereka, lagi sebentar palingan baikan.
Tiba - tiba di televisi ada berita mengenai putera pewaris tunggal keluarga zafano. Anak dari tuan zafano yang bernama Azielio Baron Alexi, ia kini selalu menjadi banyak perbincangan para warganet dengan ketampanan nya. selain itu Kiara yang ikut menonton nya hanya biasa saja tidak ada ketertarikan dalam hati nya hanya impian nya pemuda khayalan nya saja.
"namanya anak muda jaman sekarang memang tampan - tampan karena sudah keturunan nya mau bagaimana lagi," ucap ayah Tama terus terang.
Kiara yang mendengarkan kata - kata ayahnya saja sudah mau mual, " ayah ini bagaimana, orangnya biasa aja tuh bagi aku... dia dibilang tampan dikagumi banyak orang masih mending dia keturunan pangeran mungkin ya.." ucap nya tidak suka ayahnya memuji seorang azielio.
"emang kenyataan nya begitu," saut ayahnya tidak mau kalah dari sang anak.
"sudah, jangan diributin itu ngak penting... lebih baik kamu tidur besok kamu mau kesekolah juga, kan" ucap bunda Laras tanpa melihat Kiara hanya matanya melirik ke televisi.
"ya, udah deh selamat malam.. yah, Bun" ucapnya berlalu menuju ke kamar nya dengan wajah cemberut.
Andre yang dari tadi menguping dari pintu kamarnya mendengarkan pembicaraan mereka, karena kamarnya dengan ruang tamu begitu sangat dekat karena rumah mereka sangat kecil tidak ada tangga ataupun rumah tingkat hanya satu lantai cukup untuk 3 kamar yang sempit dan ruang tamu langsung dengan dapur.
"dasar kakak, tadi suruh aku masuk sekarang malah dia yang disuruh masuk juga... hahaha" diam - diam menertawakan Kiara dengan jahilnya.
"makanya jadi kakak jangan sok - Sokan marahin adeknya sendiri, sekarang dialah yang dapat getahnya, umpat nya.
Di kediaman keluarga Zafano...
tuan Zafano, mama Ratna dan nenek Ayse di ruang tamu sedang membicarakan masalah seseorang yang akan dijodohkan dekat putranya, sebelum putranya tahu bahwa sang papa juga belum mengetahui siapa anak dari teman ayahnya dulu. Maka dari itu tuan Zafano menyuruh pengawal setia nya yang bernama pak Hamid untuk mencari keberadaan anak sahabat ayah nya dan juga putri dari sahabat ayahnya itu.
"saya akan segera melaksanakan perintah dari anda tuan," ucapnya dengan membungkukkan badan nya.
"baiklah, jika anda sudah mendapatkan kabar tentang putrinya maka hubungi saya, saya yakin anda orang yang saya sangat percayai... tapi anda harus berjanji jangan pernah kecewakan kepercayaan saya dengan anda pak Hamid," ucapnya panjang lebar.
istrinya dan nenek Ayse hanya terdiam dan mendengarkannya saja tanpa berbicara apa - apa.
"saya tidak akan pernah mengecewakan anda tuan, kalau begitu saya permisi dulu..." ucapnya membungkukkan badannya kembali, berlalu pergi untuk melaksanakan tugasnya.