
setelah pak Hamid pergi dari sana, segera nenek Ayse memulai bicara dengan anaknya.
"ibu bahagia banget, akhirnya ibu bisa melihat cucu ibu menikah..." celetuknya sambil tertawa bahagia.
"iya Bu, Zafano senang bisa membuat ibu senang juga... lagi pula ini permintaan mendiang ayah berapa tahun yang lalu" saut tuan Zafano terus terang.
"tetapi aku sangat takut mas, jika anak dari sahabat ayah itu jahat hanya mengincar harta kita bagaimana?" ucapnya terus terang, pikiran nya begitu khawatir ia sangat takut sekali itu akan terjadi sama seperti halnya dengan istri kakak iparnya terdahulu yang hanya mengincar harta kakak iparnya yang telah meninggal sudah bertahun - tahun.
"jangan khawatir itu tidak akan pernah terjadi, aku yakin anak dari sahabat ayah pasti orang nya sangat baik..." ucapnya agar sang istri tidak berpikiran yang buruk - buruk saja.
mama Ratna hanya manggut - manggut dan menyimpulkan perkataan suaminya. Ia benar - benar istri yang sering berpikiran negatif terhadap orang lain, terkecuali suaminya.
Terhadap semua orang memang rentan berpikiran negatif, karena mereka selalu kurang percaya diri dan keseringan membawa sikap egonya sendiri tapi lebih baik kita ambil saja dari sikap positif nya.
........
Sekolah tinggi yang bergengsi dimana Kiara juga bersekolah disana, sekolah itu hanya untuk yang memiliki kalangan atas saja. Semua murid - murid disana baik - baik hanya saja mereka terkadang memiliki sikap cemburuan.
Terlihat disana Kiara dengan ketiga sahabatnya yaitu citra, Indri, Alya sedang menyibukkan diri dengan melihat berita - berita di internet tentang kedatangan Azielio ke Indonesia. Apalagi pagi ini tersebar berita kembali bahwa Azielio pewaris tunggal keluarga zafano akan bersekolah disana bolak - balik dari Jakarta ke Yogyakarta menggunakan pesawat pribadinya tidak lupa juga sering dikawal oleh suruhan papanya menggunakan mobil pribadi khusus di Yogyakarta.
Disana terlihat citra dan Indri berteriak histeris membuat Kiara dan Alya terkejut dengan tingkah kedua sahabatnya "hei, Yo!" teriak mereka bersamaan saling menatap satu sama lain.
betapa terkejutnya mereka dengan kedatangan Azielio "what is it?? what are you up to today?? genie?? or tuyul??" candanya, sambil tertawa kepada sahabat nya itu.
" ini azielio yang datang dari oh my what what itu akan sekolah disini, aigo" ucap indri dengan dada yang megebu - ngebu.
"ya, nih gitu Lo jadi teman" celetuk citra sambil memegang keningnya.
"hello, kalian bisa ngak ngomongnya jangan campur aduk pakai bahasa indolah, inggrislah dan juga Korea... apa itu? aigo, ah ngak gerti gue" ngomel - ngomel dengan kedua sahabatnya itu. Terkecuali Kiara yang terdiam melanjutkan lukisan nya yang telah ia buat sedari tadi.
Dari gerbang pintu masuk sekolah terlihat jelas mobil mewah memasuki sekolah, disana para murid - murid saling berlarian mengerumuni mobil itu sambil menyiapkan kamera ditangannya. seorang pak tua paruh baya membukakan seseorang itu pintu dan begitu menghormati nya. Seorang pemuda tampan keluar dari mobil itu ialah azielio dengan perawakan begitu berwibawa.
"silahkan tuan," ucapnya.
"terima kasih pak," jawab nya sambil tersenyum manis kepada nya.
Semua murid - murid berteriak histeris dengan kedatangan nya termasuk murid - murid laki - laki ingin meminta tanda tangan kepada nya.
ada yang memanggil nya dan ada yang menyodorkan kertas agar bisa meminta tanda tangan nya. Tetapi untungnya pengawal yang menjaganya beberapa orang menghalangi untuk mendekatinya.
"azielio! Azielio!" teriak mereka semua.
sampai terdengar ketelinga ke-empat sahabat yang sedang duduk di kursi yang berdekatan dengan kantin yang tak lain sahabat kiara "azielio!" dengarnya. Diantara mereka hanya kedua sahabatnya citra dan Indri yang berlari berebutan menemui nya keluar meninggalkan kedua sahabatnya Kiara dan Alya.
"hei, kalian mau kemana??" tanya Alya.
"kami mau menemui pangeran gue dulu!" teriak citra Dengan centilnya mereka berlari melewati ujung lorong.