
yudana tidak sabaran dan menarik tangan Kiara dengan kasar. Kiara lalu menghempaskan tangan yudana... yang membuat yudana maupun angga kaget.
Kiara berkata "aku pulang dulu, maaf sudah merepotkan kak Angga"
Angga tersenyum " tidak, anggap saja ini rumahmu sendiri"
yudana langsung menarik tangan Kiara.
yudana berkata "ayo"
yudana membawa Kiara pulang.
Angga hanya diam... menutup pintu dan masuk... lalu angga melihat selimut dan bantal dikursi, tempat Kiara berbaring.
sampai depan rumah Kiara langsung turun dari mobil... langsung menuju ke kamarnya tanpa menyalakan lampu. yudana yang masuk belakangan menyalakan lampu dan tampak kesal melihat sikap Kiara.
yudana lagi lagi mengamuk dikamarnya...
Kiara sedang berbaring dengan menutupi dirinya dengan selimut ditempat tidur.
Yudana berteriak keras " Kiara! kamu memang naif sekali, bisa bisanya kamu malah tidur disana? kamu sudah gila? hey, Kiara kemana pikiran mu? Kiara!"
yudana yang marah dengan kasar membuka selimutnya... dan sadar kalau Kiara demam.
yudana khawatir "Kiara!"
yudana memegang dahi Kiara yang panas, dan kaget semalaman yudana mengkompres dahi Kiara.
yudana menyesal "maaf, aku memang salah. cepatlah sembuh"
Kiara terbangun dan melihat yudana tertidur dilantai, disampingnya. Kiara mau menyentuh nya... tapi ternyata yudana terbangun dan buru buru Kiara pura pura tidur yudana pun terbangun dan menyentuh dahi Kiara.
yudana lega "demamnya sudah turun"
yudana membenarkan selimut Kiara... lalu pergi dengan membawa baskom. Kiara membuka mata dan menyentuh dahinya.
sedangkan di rumah keluarga yudana...
tuan pranata berkata "punyaku 1,2,3... 10! oh... kamu dapat 1000! mama dapat 4000"
nyonya maura kaget "kamu hebat juga"
nenek kesal "nak kamu tidak ke RS?"
papa dan mama tersenyum...
tuan pranata berkata "lalu mainnya?"
nenek berkata" harusnya kutelpon "siberuang" saja?"
kiara turun ke bawah untuk minum... tapi matanya melihat ada panci di atas meja.
ternyata bubur... Kiara tersenyum. mungkin yudana membuatkan Kiara bubur sebelum berangkat kerja. lalu telp rumah berbunyi.
Kiara mengangkat nya "halo?"
beberapa jam kemudian...
nyonya maura berkata "pasti kamu kepanasan tadi, kan?"
Kiara berkata "tidak apa apa"
Kiara menjawab "ya, maaf"
nyonya maura berkata "kamu tidak suka makanan nya ya?"
Kiara menjawab "tidak, aku suka"
nyonya maura berkata "kamu kelihatannya lelah sekali, apa kamu sakit?"
Kiara berkata "tidak, aku baik baik saja"
"tapi kamu kelihatan kurang sehat"
nenek berkata khawatir "kenapa? kamu sakit? sakit apa? kita kedokter ya?"
"ngak usah nek, aku cuma batuk saja, sekarang sudah sembuh. aku sehat sehat saja Sekarang"
nenek tetap memaksa membawa Kiara kedokter dan sesampainya di rumah sakit...
nenek berkata "bagaimana dokter dengan cucu saya?"
dokter tersenyum geli " cuma batuk ringan saja"
nenek berkata "apa sudah ada kabar berita nya?"
dokter tersenyum lagi "sejauh ini belum ada"
nenek berkata "aku masih berharap..."
"berita apa?" saut Kiara.
"apa ada obat untuknya?" saut nenek
nenek menoleh dan menatap perut kiara.
nenek berkata " berikan juga obat kesuburan untuk dia"
Kiara kaget dan melotot....
Kiara menoleh "apa?"
Kiara terlihat kesal dengan membawa pulang 2 kardus obat herbal untuk kesuburan.
Marina berkata " kerjamu sudah selesai, kan?"
"ya, begitulah" ucap yudana.
Marina menunjukkan 2 tiket " Tara!"
"apa ini?"
"emmm... tiket konser musik. aku mau kesana nanti, kamu mau ikut?"
"hari ini?"
Marina tersenyum bahagia " Hem"
yudana menjawab "tapi Kiara sedang sakit"