
"Ya ampun ternyata banyak juga yang anggota keluarga kita di sini nggak nyangka banget ternyata sebanyak itu dari kalangan usia dan generasi."
Pemilik rumah sengaja menyuruh mereka untuk masuk ke dalam karena masih luas untuk mereka bergabung bersama-sama.
Akhirnya bisa juga berkumpul dengan keluarga besar yang ada di rumah rasanya nggak nyangka banget sudah sampai ke titik ini bahkan sampai kapanpun mereka akan selalu menjadi keluarga yang baru dan sampai kapanpun pula mereka bisa menjalani hidup bareng-bareng.
Anara dan Oktara sangat bahagia banget dan nggak mau mengulangi hal-hal yang terpuruk ke belakang, banyak sekali rintangan yang mereka jalani bahkan kalau diingat-ingat rasanya nggak tahan dan nggak mampu untuk bertahan sampai sekarang tapi ternyata mereka sudah masuk ke dalam titik di mana mereka sudah menemukan rasa bahagia dan gak mau lagi kembali ke masa lalu.
Di saat seperti ini mungkin sulit untuk menemukan orang yang benar-benar tepat dan orang yang benar-benar peduli dengan apa yang kita jalani beserta dengan kekurangan bahkan kelebihan yang kita punya tapi di saat kita menjalani semuanya dengan baik dan juga dengan apa adanya maka dari itu akan membuat kita jauh lebih baik dari yang pernah terjadi di masa lalu. "Aku entah kenapa ngerasain bahagia banget bisa ngejalanin hidup sama kamu pokoknya sampai kapanpun bahkan kita sampai maut memisahkan akan terus bersama."
Di kala pasangan muda yang baru saja membangun rumah tangga dan juga sudah memiliki seorang anak banyak banget prioritas prioritas yang harus mereka jalani bukan hanya sekedar tentang diri sendiri tapi bagaimana caranya mereka akan tetap menjadi manusia yang mungkin banyak banget tanggungannya apalagi semakin lama biaya hidup tidak bakalan mahal dan juga setiap hari pasti kita butuh makan untuk bisa menghidupi diri kita dan apa yang harus kita lakukan.
Mas Prima mengatakan kalau emang hidup itu banyak ujian dan selalu diuji kalau kita nggak mau diuji ya berarti kita harus berhenti untuk menjalani hubungan itu dalam ujian tersebut. Walaupun dalam kategori dia adalah orang yang paling ditakuti dan orang yang paling disegani tapi dia adalah orang yang paling respek dengan segala macam apapun apalagi kepada adiknya sendiri bisa diacungkan jempol. Dan bisa dijadikan panutan bahkan bisa dijadikan contoh untuk kakak-kakak yang ada di luaran sana.
Tiara sebagai seorang adik bangga banget memiliki seorang kakak laki-laki pertama yang mungkin awalnya dulu agak sedikit brutal dan berontak tapi berjalannya waktu ketika ia sudah memiliki keluarga sudah memiliki seorang anak pastinya banyak sekali perubahan-perubahan yang dialami oleh Oktara yang tanpa ia sadari sendiri dan bahkan hanya orang-orang sekitar saja yang paham tentang hal tersebut.
"Ternyata Kak Tara sudah banyak perubahan bahkan ketika dia sudah memiliki seorang istri dan seorang anak aku bener-bener senang banget bisa ngelihat dia kayak begini bahagianya luar biasa," batinnya mengatakan hal ini langsung tidak sengaja karena tanpa ia sadari ia meneteskan kedua air mata di pelipis kanan dan kiri, bahkan melihat orang-orang sekitar yang sedang menatapnya dengan tatapan yang merasa aneh padahal Tiara adalah orang yang paling anti menangis tapi kenapa kali ini ia meneteskan air mata yang tanpa ia sadari?
"Kamu kenapa kau tiba-tiba kayak nangis gitu emang apa yang bikin kamu terharu?"
"Uh, kita semua harus bisa saling mendukung satu sama lain karena kita yang diciptakan saling komunikasi dan saling bersosialisasi."
Makanan yang ada di atas meja pun siap untuk disantap karena masih sangat banyak banget dan masih belum dimakan satupun oleh anggota keluarga inti yang ada di sini, perkumpulan mereka seperti ini malah membuat mereka semakin terjalin silaturahmi satu sama lain bahkan tahu karakter masing-masing tidak diam-diaman seperti mungkin keluarga di luaran sana yang kurang beruntung.
Di saat masa lalu yang membuat Oktara mampu bertahan seperti sekarang tapi ada perempuan yang jauh lebih bisa mengendalikannya dan bahkan bisa menyadarkannya menjadi manusia yang lebih baik lagi ke depan itu adalah satu poin plus yang mungkin sangat jarang sekali dimiliki oleh perempuan di luaran sana. Orang yang sangat menurutnya hampir sempurna itu adalah orang yang ada di sampingnya yang mampu menerima apa adanya walaupun mungkin pernikahan mereka adalah pernikahan keterpaksaan di atas sebuah perjanjian tapi ternyata di antara dua perbedaan tersebut menjadikan mereka saling menghargai dan saling mengerti.
"Aku sangat bahagia banget bisa kenal kalian semua ya walaupun mungkin latar belakang kita beda tapi kita bisa saling bahagia satu sama lain juga." Oktara sangat merasa bangga banget berada ditengah-tengah keluarga yang memiliki latar belakang yang sangat berbeda antara satu dan yang lainnya.
"Pokoknya apapun yang terjadi dan apapun yang sudah kita lalui sama gue jadi pembelajaran buat kita di kemudian hari menjadi manusia yang lebih baik ya udah kalau gitu kita makan-makan aja yuk dari pada kita ngobrol sesuatu hal yang berat, daripada juga kita mikirin hal-hal yang gak penting dan bikin kita sedih atau kayak gimana kan tujuan kita buat kumpul-kumpul kayak gini supaya kita jauh lebih senang dan jauh lebih dekat lagi."
Dengan kesepakatan yang ada akhirnya pun mereka mengambil masing-masing piring yang sudah disediakan di atas meja dan mengambil perlahan-lahan dengan cara yang bergiliran satu sama lain, karena makan makanan atau acara seperti ini sudah sangat jarang bahkan ini adalah kali pertamanya karena makan ini adalah makanan catering yang sudah mereka pesan dari orang lain yang sudah handal memasak maka dari itu makanannya sungguh sangat lezat dan enak banget buat di santap.
Mereka menyebabkan makanan tersebut ke pasangan masing-masing bahkan mereka mengabadikan dalam story media sosial dan juga di galeri mereka, dan untuk dijadikan pajangan dan bahkan juga memamerkan kalau misalkan mereka hari ini lagi bahagia dan siapapun tidak boleh mendekat dan siapapun tidak boleh mendekat yang ingin menghancurkan mereka karena mereka sudah kebahagiaan yang sangat hampir sempurna.
"Sampai kapan pun kita akan selalu bersama karena aku benar-benar mencintaimu," bisik Oktara kepada Anara.