Anara & Oktara

Anara & Oktara
52. Kado Terindah



Dear Istriku,


Mungkin aku bukanlah laki-laki yang sempurna dan aku bukanlah laki-laki yang bisa melakukan apapun yang bikin kamu bahagia. Tapi kamu adalah perempuan yang membuatku beruntung memiliki sebuah permata yang sampai kapanpun akan tetap permata.


Namamu akan terukir indah tanpa goresan di dalam dada mungkin kata-kata aku sedikit tidak berselera tapi ini adalah tulisan indah dengan goresan indah sampai kapanpun dan takkan pernah ku lupa selamat ulang tahun sayang semoga kamu bisa jadi manusia yang lebih baik dan selalu bisa membahagiakanku dan juga anak-anak kita kelak. Aku sangat tahu banyak banget kekurangan dan harus banyak perubahan yang harus aku lakukan kedepannya nanti biar jadi manusia yang lebih baik dan bisa membahagiakan kamu sampai kapanpun izinkan ku membahagiakanmu dengan semua usahaku. Selamat ulang tahun semoga kamu bahagia selalu!


"Ini kamu bukan minta tulisan sama orang lain kan ini beneran tulisan kamu ya ampun romantis banget aku nggak nyangka deh ternyata ulang tahun aku hari ini benar-benar berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya?"


"Iya aku sadar kamu sering nyindir-nyindir aku kalau aku tuh bukan laki-laki yang romantis dan aku bukan laki-laki yang kayak drama-drama yang kamu tonton itu makanya aku memberanikan diri untuk kasih ini semua supaya kamu bisa bahagia dan senang dengan momen yang aku kasih." Walaupun masih terasa gugup dan bingung tapi ia merasa bahagia ternyata apa yang ia hindari selama ini bisa di tampik juga dan kejadian bisa jadi lebih baik.


"Iya makasih banyak ya aku beneran nggak nyangka banget kamu bisa ngelakuin ini sama aku." Prilly memeluk Akbar dengan hutan yang sangat erat sampai kapanpun ia tidak mau kehilangan dan sampai kapanpun mereka akan selalu langgeng dan itu selalu ia panjatkan di setiap do'a-do'a apalagi setelah menikah banyak banget do'a yang belum kesampaian yang harus dijalani setiap harinya.


"Ya udah kalau gitu setelah semuanya udah selesai dan juga potong gue kita lanjut lagi yuk ke tempat yang pengen aku kasih tahu sama kamu!"


"Tempat apa? Kayaknya belum selesai deh kejutannya emang kamu beneran mau kasih kejutan lagi sama aku ya ampun deh selesai saya juga nih surprise-nya?"


Akbar membalikkan badan dan menyuruh Prilly untuk melangkahkan kaki ke anak tangga dan masuk ke dalam kamar mengganti pakaiannya karena mereka bakalan jalan seperti rencana yang sudah direncanakan sebelumnya.


***


Ia sengaja menyuruh Prilly untuk menutup kan kedua matanya selama menuju ke rumah impian mereka karena ia tidak mau kalau Prilly tiba-tiba saja tahu dan rencananya bakalan gagal dengan kejutan tersebut, di hari ulang tahun yang sangat spesial ini nggak mau kehilangan momen bahkan hadiah yang ia berikan bukan main-main dan gak kaleng.


Selama berada dalam mobil banyak banget rentetan pertanyaan yang dilontarkan oleh Prilly tapi Akbar menjawab dengan kata-kata yang sangat ambigu yang membuat pikiran Prilly menduga-duga.


Akbar membukakan kedua mata Prilly perlahan ia menurunkan tangan Prilly untuk mengajaknya masuk ke dalam rumah yang baru saja ia datangi sebelum balik ke rumah Prilly merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi. Tempat yang ia datangi kali ini asing dan ini adalah kali pertama ia datang ke sini lalu di benaknya menanyakan langsung apa yang ada dipikirannya kepada Akbar. "Kok sebuah rumah sih maksud kamu apa aku nggak ngerti deh sebenarnya kenapa kamu bisa ngajakin aku ke sini, ini rumah siapa?"


"Coba kita masuk dulu ke bagian dalam rumah ya kali aja nanti kamu ngerti apa yang aku maksud!"


Dengan cepat Akbar menuntun Prilly masuk ke dalam rumah dan memberitahu sisi demi sisi bagian-bagian ruangan kepada Prilly. Walaupun rumah yang ia beli dan sudah jadi dan kuncinya sekarang di tangan walaupun sangat sederhana tapi ia sangat bahagia banget karena telah berhasil mewujudkan cita-citanya selama ini sebelum menikah bahkan setelah menikah akhirnya baru saja mendapatkannya.


"Jadi rumah ini adalah rumah kita ya ampun kamu beneran kamu kapan ngumpulin uangnya dan bisa ke beli ini?"


Akbar lantas hanya tersenyum saja ia mengatakan kalau mengumpulkan uang tersebut tidak sebentar tapi lumayan lama bahkan sebelum mereka menikah karena menurutnya mengumpulkan uang demi membeli sesuatu hal yang mahal itu bukan perkara yang sangat singkat apalagi dalam jenjang yang cukup sebentar ia bertahun-tahun mengumpulkan uang tersebut menyisihkan sebagian rekening yang sengaja untuk tabungan.


Dengan cepat pula Prilly dibuatnya menangis rasa haru semakin meradang bahkan sebentar lagi mereka bakalan tinggal di sini bersama bayi yang ia kandung walaupun masih usia yang rendah.


Ada ide yang masih tercetus rencananya dia bakalan bertemu dengan kedua sahabatnya dan bakalan mengerjai Prilly karena kejutan tidak sampai di sini saja masih banyak kejutan-kejutan yang lain yang menjadi alasan kenapa Akbar melakukan ini. "Nanti secepatnya atau dalam waktu yang dekat kita bakalan pindah ke rumah ini tapi kita harus bersihin terlebih dahulu!"


***


"Oke Akbar sudah menemui mereka berdua, jadi tadi itu gue udah kasih tahu Prilly dan dia itu bener-bener nangis banget karena udah baca surat yang gue bikin dan juga rumah gue kasih tau dia. Nah gue pengen kasih tau kalian berdua buat ngerjain dia gue pengennya kalau rumah itu ternyata cuma prank doang di saat dia udah bahagia banget bakalan pindah dan ke-gr-an."


"Ya ampun kenapa tega banget sih ngelakuin kayak begitu masa mood orang tiba-tiba di hancurin gitu aja? Eh gue kasih tau ya perempuan itu paling gak suka yang namanya dibohongin apalagi di prank nggak jelas kayak gitu bakalan marah nantinya lihat aja nanti!" Oktara sudah merasa kapok banget nge-prank seorang perempuan karena bakalan susah buat ngebujuk jadi baik lagi seperti semula.


"Tapi kayaknya kalau nggak keterlaluan juga nggak masalah sih asal dalam tahap yang wajar aja. Pokoknya dicoba dulu aja kali aja nantinya bakalan berhasil?"


"Nah bener juga makanya gue pengen coba aja dulu pengen lihat ekspresi dia apakah dia nggak ikhlas dengan rumah yang gue kasih tahu itu atau dia biasa aja oke gue telepon dulu kali ya!"