
"Ya udah aku langsung jemput ke rumah kamu aja ya sebentar lagi aku bakalan sampai di sana kamu dandan aja dulu yang cantik oke?" Sony mematikan ponselnya karena ia sudah telat hampir 10 menitan jadi bagi seorang perempuan cowoknya ngaret enggak banget.
Dengan cepat ia masuk ke dalam mobil setelah berpamitan dan menuju ke rumah Nadia untuk membawanya ke suatu tempat yang sudah ia pikirkan dari tadi malam yang mampu membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Ketika berada di dalam mobil apakah pilihan dan keputusannya ini yakin untuk menikahi Nadia dan apakah mungkin kedepannya mereka berdua bakalan langgeng karena menurutnya Nadia masih dibayang-bayangi dengan masa lalu yang cukup menebal.
Tiba-tiba saja kepikiran sesuatu hal yang ingin ditanyakan langsung kepada Nadia mungkin ini adalah pertanyaan yang sangat sensitif tapi kalau tidak ditanyakan akan terus membayang-bayangi pikirannya dan dengan cepat ia menanyakan langsung kepada Nadia yang sedang memainkan ponsel. "Aku pengen nanya sama kamu apakah kamu masih mencintai Oktara mantan kamu?"
"Kenapa kamu malah nanya kayak gitu, kenapa? Kok kamu nanya kayak gitu sih apakah kamu masih ragu untuk menikahi aku yang masih digandrungi dengan masa lalu?" Namanya seorang perempuan pastinya merasa bingung ketika seorang laki-laki yang sudah ingin mengajaknya menikah tapi tiba-tiba saja melontarkan pertanyaan yang seperti itu.
"Ya enggak papa, cuma nanya doang kok gak ada maksud apa-apa. Aku pengen memastikan doang apakah kamu mau memulai menjadi hubungan sama aku?"
"Aku memang benar masih mencintai dia bahkan sampai sekarang pun aku masih mencintai dia tapi kalau aku pikir-pikir nggak baik juga mencintai dia tapi dia nggak pernah mencintai kita, mungkin kedengarannya kayak klise banget kita enggak berharap sama dia bohong banget aku nggak berharap aku masih ngarepin dia bahkan sampai detik ini pun aku nganggap dia itu masih milik aku. Gimana sih. disaat kita udah senang banget jadi tunangan tiba-tiba aja bubar gitu aja dan aku yakin waktu itu dia itu adalah jodoh aku dan sampai kapanpun bakalan jadi jodoh aku tapi ternyata rupanya kita nggak berjodoh dan Kita dipisahkan dengan yang nggak terduga-duga. Cukup lama lama banget untuk ngejalanin penyembuhan hati dan aku ngerasa kenapa sih hidup ini tuh kayak seakan akan dipaksa buat nggak bahagia dan kenapa hidup aku tuh ngerasa selalu aja digandrungi oleh masalah tapi ya sudahlah mungkin itu yang namanya proses, kalau aku mungkin gak menjalani suatu proses di bagian masa lalu mungkin sampai sekarang aku nggak pernah ngerasain gimana cara menjadi manusia yang lebih dewasa jadi manusia yang mungkin lebih baik dan bahkan jadi manusia yang bisa menerima apa yang sudah terjadi di masa lalu."
"Tapi sebelumnya aku sorry to say dulu nih sama kamu nggak ada maksud untuk apa-apa nanya masa lalu kamu dan mengungkit kesedihan kamu tapi yang jelas adalah aku tuh pengen kita itu ngejalanin hubungan bukan karena dibayang-bayangi masa lalu dan aku nanyain iya emang bener-bener pengen ngejalanin hubungan sama kamu makanya aku nanyain sedetail ini sama kamu." Sony tau banget kalau berkaitan dengan masa lalu nggak akan pernah bisa dihilangkan semakin kita ingat semakin kita sulit untuk melupakan gimana caranya buat kita lupa ya udah kita jalanin dengan apapun yang kita sudah jalanin dan bagaimana cara kita untuk melangkah ke depan.
"Dan kamu nggak perlu khawatir ketika nanti kita menikah aku nggak akan pernah lagi mau ingat ingat masa lalu aku dan aku bakalan menjalani masa depan aku, mungkin kayak terkesannya aneh dan juga kamu ngerasa aku tuh belum mencintai kamu dengan tulus tapi ketika kamu beri aku kesempatan untuk berubah dan juga kamu beri aku waktu buat mencintai kamu dan sayang sama kamu maka aku akan mencobanya jadi kamu jangan khawatir dengan apa yang aku lakukan nanti."
Karna tidak mau membahas terlalu panjang akhirnya Sony pun mengiyakan kata-kata tersebut lalu mereka berdua mencari topik pembahasan yang jauh lebih menarik yang tidak membuat keadaan semakin hari semakin keruh dan semakin lama mungkin akan menjauh karena masa lalu lah yang terus dibahas dan menjadi peran utama.
Mereka telah memasuki toko perhiasan dan dengan cepat Sony menanyakan barang yang pantas digunakan oleh Nadia. "Ya udah kamu tinggal pilih aja barang mana yang pengen kamu pakai dan barang mana yang pengen kamu gunakan aku kasihnya ikhlas bukan karena apa-apa."
Karna banyak sekali pilihan yang ada disana hingga membuat Nadia kebingungan perhiasan mana yang harus ia pakai nanti ia pikir ini untuk lamaran atau kaya gimana tapi ternyata ia salah ketika Sony mengatakan apa maksud tujuannya untuk memberikan ini.
"Kamu tahu nggak kenapa aku tiba-tiba kasih kamu kalung dan cincin ya sebenernya nggak ada maksud apa-apa sih pengen kasih tahu aja kalau aku tuh beneran serius sama kamu ini bukan simbol atau apa-apa ini cuma pengen ngasih doang."
"Hei kenapa kamu bengong aja? Ya udah kamu tunjuk aja mana yang kamu suka dan mana yang kamu pilih aku bakalan bayarin apapun yang kamu mau."
Penjual toko perhiasan pun siap mengambilkan barang yang ia pilih ia mengatakan mungkin sang perempuan sedang grogi memilih barang yang mana yang cocok yang ia kenakan dan pas. "Udahlah santai aja banyak kok pasangan-pasangan yang datang ke sini juga grogi dan bingung jadi bukan masalah yang kayak gimana-gimana juga."
***
"Makasih ya kamu udah baik banget sama aku dan aku tuh rasanya nggak enak banget ketika kamu kasih perhiasan ini karena menurut aku ini terlalu berlebihan padahal kan kita bukan pasangan yang benar-benar halal lagi masih dalam proses?"
"Udahlah, semuanya bakalan baik-baik aja kok dan semuanya juga bakalan terjalani kalau kamu terbiasa aku nggak sini nggak ada maksud apa-apa aku kan udah bilang tadi kalau aku nggak ada maksud apa-apa cuma pengen kasih ini sama kamu supaya kamu tuh senang aja gitu atas keseriusan aku." Ia tersenyum dengan menampilkan lesung pipit kanan dan kiri yang sangat dalam membuat wajahnya semakin manis.
"Ya udah deh makasih banyak ya kamu udah baik sama aku. Aku seneng deh."