
Suara ketukan terdengar dari luar dengan cepat ia pun masuk ke dalam dan harap-harap cemas untuk memberikan ini langsung karena benar-benar deg-degan apalagi nanti bakalan melihat ekspresi yang bener-bener kelihatan sangat bingung.
"Ya ampun aku sama sekali nggak nyangka ternyata kamu romantis juga ya?" ucap Anara yang merasa bahagia banget dengan anniversary mereka yang pertama karena kebahagiaan itu ternyata datang juga dan membuat mereka berdua seakan bahagia untuk hari ini dan selamanya.
Oktara tersenyum lalu ia mengatakan sesuatu yang sangat romantis hingga membuat perempuan yang ada di sampingnya berkaca-kaca tidak bisa berkata-kata apapun. "Aku pun juga sangat bahagia banget ngelihat kamu bahagia apalagi dengan pernikahan kita yang udah berjalan 1 tahun lebih ini mungkin aku bukan laki-laki yang baik dan mungkin aku bukan orang yang bisa ngebahagiain kamu setiap saat, apalagi sekarang kita sudah memiliki seorang anak yang pastinya akan menjadi jatuh cinta yang terus berulang sampai kapanpun hingga kita menua nanti. Mungkin bunga yang aku kasih dan makanan singkat seperti ini terkesan sangat biasa bahkan aku bukan kategori yang super romantis yang bikin kata-kata puitis tapi aku berharap semoga kelanggengan kita akan terus bersama dan sampai kapanpun kita akan menjadi manusia-manusia yang saling membahagiakan satu sama lain." Anara dan Oktara hanya bisa mengangguk dengan kata-kata yang sangat puitis banget yang sangat jarang dikeluarkan oleh Oktara hanya sekedar di momen-momen tertentu saja.
"Aku bahagia banget ternyata kita sudah sampai ke titik ini tapi aku harap kamu akan tetap mencintai dan sayang sama aku sampai kapanpun sampai maut memisahkan pokoknya aku nggak akan pernah ninggalin kamu apalagi nanti anak kita semakin lama semakin membesar dia tahu bagaimana orang tuanya sangat sayang dan cinta kepadanya."
Tak hanya dari itu mereka pun mengabadikan di dalam galeri ponselnya agar tidak kehilangan momen yang sangat bahagia ini apalagi di anniversary yang pertama ini akan membuat mereka berdua jauh lebih sayang satu sama lain dan rencananya mereka akan melakukan usaha kecil-kecilan juga untuk menjadi kan investasi di kemudian hari apalagi anaknya yang semakin lama semakin besar dan juga pastinya membutuhkan kebutuhan-kebutuhan yang akan terus banyak.
Suara tangisan terdengar dari anak kecil yang awalnya mungkin anteng kini terbangun dari tidurnya dengan cepat mereka berdua pun tertawa dan seakan-akan mengajak ngobrol padahal dia nggak tahu apa-apa. "Kamu juga ngerasain ya sayang? Kamu akan selalu mendapatkan kebahagiaan dari kedua orang tua kamu sampai kapanpun kita selalu bahagia satu sama lain dan nggak akan pernah terpisahkan. Papah dan Mama hari ini universary untuk yang pertama kalinya dan kita berdua bahagia banget punya kamu yang yang bisa menghadirkan kebahagiaan dan kehangatan di antara kami berdua pokoknya kita bakalan bahagia banget deh ada kamu sayang." Mereka berdua dengan cepat mengecup pipi kanan dan kiri bergantian satu sama lain.
Keluarga kecil mereka tidak boleh diusik karena mereka sudah merasakan kebahagiaan yang benar-benar sempurna apalagi kebahagiaan yang mereka ciptakan sekarang adalah kebahagiaan yang benar-benar tulus walaupun kebahagiaan yang tercipta adalah kebahagiaan yang cukup terlambat.
"Tapi Mas, apakah kamu benar-benar mencintaiku dari orang yang sangat biasa ini? Aku terlahir bukan jadi anak orang kaya apalagi seperti orang yang berada diluar rencana tapi apa sih alasan kamu yang bener-bener merubah pikiran kamu supaya aku jadi manusia yang bisa nemenin hidup sama kamu?" Anara sangat mengingat sekali dan memposisikan dirinya tetap seperti yang dulu dia bukan manusia yang kaya dan juga bukan anak yang berada tapi kenapa dan apa yang membuat Oktara jatuh cinta kepadanya padahal ini pertanyaan yang ke listrik yang sudah pernah ditanyakan sebelumnya.
Setelah mereka saling terharu satu sama lain akhirnya waktu suara adzan maghrib pun berkumandang itu tandanya mereka harus salat berjamaah berdua. Anara menyiapkan baju koko yang ada di dalam lemari yang sudah disetrika dan tercium harum menaruhnya di tempat tidur menyuruh Oktara untuk memakainya agar mereka bisa salat bareng berjamaah dan yang paling penting adalah kegiatan-kegiatan yang seperti ini atau akhir-akhir ini yang terjadi membuat mereka berdua semakin menjadi manusia yang baik di dunia dan Insya Allah bakalan di akhirat nanti.
***
"Kamu udah aku bilang kan dari kemarin kalau misalkan aku tuh gak cinta sama kamu dan aku udah mulai berubah sama seorang perempuan yang selama ini mungkin aku ajukan kamu kenapa sih masih aja ganggu aku udah berapa kali aku bilang aku tuh nggak suka sama kamu lagi dan kamu ngapain juga mempermalukan diri kamu beberapa hari yang lalu juga?" Emosi mulai tertumpah ketikan Nanda terus saja memaksa Oktara agar mau kembali kepadanya.
"Kamu kenapa sih nggak mau mencoba buat ngejalanin hubungan lagi sama aku padahal aku tuh jelas-jelas dia lebih cantik dan juga jauh lebih kaya dari pada dia dia cuma anak orang biasa dan sederhana ngapain sih kamu kena pelet cepat banget?"
Karna tidak mau di pagi-pagi hari seperti ini mood-nya jatuh dan juga nggak berselera untuk melakukan aktivitas setiap pagi akhirnya dengan cepat Oktara pun masuk ke dalam pintu mobil untungnya Anara tidak keluar dan tidak tahu percekcokan yang terjadi di luar karena Nanda pagi-pagi berani banget datang ke rumah. Ketika Nanda mengetuk-ngetuk pintu ia tidak memperdulikan lalu melajukan mobilnya dan sebelumnya ia memberitahu satpam terlebih dahulu agar tidak mempersilahkan masuk ke dalam dan membuat kegaduhan yang terjadi satpam pun mengangguk dan bersiap siaga kalau Nanda masuk ke dalam.
Ia merasa kesal banget karena apa yang ia lakukan hari ini tidak berarti apalagi ia sengaja membuatkan bekal untuk Oktara benar-benar cinta itu membutakannya hingga ia melakukan sesuatu yang tidak baik bahkan akan merugikan dirinya sendiri dengan laki-laki yang sudah menikah. "Ish kenapa sih jadi orang nyebelin banget gue itu beneran manusia yang tulus kenapa disaat gue sudah berkorban dan kenapa disaat gue udah mulai tulus sama orang dia udah mau ninggalin gue gue nggak habis pikir deh sama manusia dan cowok yang ada di muka bumi ini nggak bersyukur banget dapetin cewek kayak gue?"
Oktara mengirimkan sebuah pesan singkat memberitahu kalau misalkan ia tidak boleh keluar dari rumah tanpa ditemani oleh siapapun dan membuatnya merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi. Ia mengintip dari jendela di lantai atas melihat ada Nanda yang membawa sebuah rantang kecil di tangan kirinya. "Dia ngapain ya datang ke sini kok aneh banget?" Karna tidak peduli dengan cepat ia pun menutup kembali gorden lalu memberikan ASI eksklusif kepada Pingkan.