Anara & Oktara

Anara & Oktara
30. Nanda Ingin Kembali



"Perasaan tumben banget deh nggak ditemenin sama Suami kamu?" 


"Aku sebenarnya males kalau ditemenin sama dia soalnya enggak bakalan lama jalan-jalan ya pasti disuruh balik ke rumah karena aku itu kan kita orang yang cukup cerewet jadi agak lama milihnya." 


"Bener juga sih apalagi kalau perempuan belanja itu nggak sebentar pasti lama. Ya udah yuk kita jalan-jalan lagi."


"Tapi nggak papa sih nih jalan-jalan soalnya Kakak 'kan lagi hamil aku takut kenapa-napa dan dimarahin nantinya?" 


"Santai aja kok aku juga jalannya pelan-pelan nggak terlalu kencang juga. Entah kenapa kenapa ya tiba-tiba perut aku kayak lapar banget gitu mau nggak mampir sebentar buat makan?" 


Dengan senang hati akhirnya Tiara mengiyakan masuklah mereka di sebuah restoran yang cukup banyak pengunjung tapi untungnya masih ada meja dan bangku yang kosong untuk mereka makan sebentar. 


Pelayan datang dengan menu makanan yang ia bawa. "Tumben-tumbenan banyak banget pengunjung yang datang mungkin karena hari weekend kali ya makanya banyak banget yang datang ke sini." 


"Iya sih bener juga tapi nggak masalah perbandingan kita ada bangku dan dia juga yang kosong ya udah kalau gitu aku foto-foto dulu ya!" Walaupun sudah menikah sampai sekarang tidak ada perubahan di dalam diri Tiara selalu saja eksis dan mengupdate apa yang terjadi di sekitarnya ke media sosial. 


***


Ketika menonton televisi dan juga memainkan ponsel sambil, tiba-tiba saja ada suara klakson dari luar. "Ya udah kalau gitu sayang bukain ya." 


Ada seorang perempuan yang sengaja mengatakan kalau sudah memiliki perjanjian sebelumnya. Dengan polosnya asisten rumah tangga itu menyuruhnya masuk ke dalam yang membuat Oktara tercengang atas kehadiran orang yang tidak diharapkan tersebut. "Ya udah kalau begitu saya permisi ke dapur dulu ya Pak!" 


Nanda tersenyum karena sudah berada di ruang tamu ia menengok ke arah lantai 2 kamar Oktara yang tertutup sangat rapat. "Kamu ngapain sih tiba-tiba aja datang ke rumah aku nggak jelas kayak begini kamu nggak malu?" 


"Seharusnya kamu yang malu soalnya kamu udah bohong sama aku!" 


"Bohong? Kamu enak banget ya ngomong kayak begitu sama aku padahal aku sama sekali nggak pernah bohongin kamu?" Ketika Oktara mengatakan hal itu membuat Nanda malah terbahak-bahak tertawa. Ia masih ingat sekali dengan kata-kata Oktara, karena selama ini iya baru saja mendapatkan kabar kalau Oktara sudah menikah dengan perempuan lain. Dengan mudahnya laki-laki itu mengatakan tidak pernah berbohong dan sangat lucu banget. 


Oktara menarik tangan Nanda untuk keluar dari rumahnya. Karena takut banget ketika nanti ada salah paham ketika Anara pulang ke rumah bersama Adiknya. 


Merasa tidak dihargai akhirnya Nanda pun dengan cepat duduk di ruang tamu menyilangkan kedua kaki dan menyuruh asisten rumah tangga Oktara untuk membuatkan minum. "Nggak usah dibuatin Mbak, dia bukan tamu saya!" 


Akhirnya mobil sampai juga di depan rumah rasanya lelah banget dan juga banyak banget belanjaan yang mereka beli tadi di mall. Tapi sebelum masuk ke dalam rumah mereka melihat ada 1 mobil yang terparkir di depan atau di depan pagar. Sementara pintu utama rumah pun terbuka sepertinya ada tamu yang datang, Anara pun melebarkan senyum sebelum masuk ke dalam rumah namun ketika ia sudah berada di dalam tiba-tiba saja kedua matanya terbelalak melihat seorang perempuan yang tidak asing ia lihat. 


Oktara dengan cepat menjelaskan dan memegang kedua tangan Anara, mengatakan ini tidak seperti apa yang ia pikirkan. "Lepasin aku, coba kamu jelasin kenapa bisa ada dia di sini?" suara yang sedikit agak halus itu malah membuat orang-orang yang mendengar seakan merinding apa yang ia ucapkan itu benar-benar tajam dan kesulitan untuk membuat orang lain menjawab. 


"Aku bisa jelasin, tenang dulu ya ini tidak seperti apa yang dipikirkan kok, mending kamu keluar dari rumah aku sekarang sebelum aku tarik paksa dan sebelum aku melakukan kekerasan sama kamu! Dengan hormat pintu sangat terbuka lebar untuk kamu keluar dari sini ini udah malam gak baik seorang perempuan datang ke rumah orang yang sudah menikah?" 


"Aku bisa jelasin semuanya aku juga nggak tahu kenapa dia bisa ada di sini?" Anara jauh memilih untuk naik ke atas dia tidak mau ada percekcokan terjadi di antara keduanya apalagi ini sudah malam malu kalau kedengaran sama tetangga. 


"Kak kok gak banget sih ngelakuin kayak begini Kakak itu udah menikah ngapain harus cari perempuan lain dalam hidup aku sama sekali nggak nyangka tau nggak sih tega banget ya begini?" Tiara sebagai seorang perempuan lantas marah dan tidak terima walaupun orang yang ada di hadapannya sekarang adalah Kakaknya sendiri tapi tetap saja semua itu salah dan tidak baik untuk dilakukan dan juga tidak dibenarkan oleh apapun. 


Sedangkan di luaran sana Nanda sangat bahagia banget karena bisa membuat percekcokan di dalam rumah tersebut ia sengaja ke sini untuk melakukan apa yang dia inginkan. 


Karena tidak mau ikut campur akhirnya Tiara pun keluar dari rumah dan memutuskan untuk pulang tidak mau ikut campur dengan mereka berdua yang sudah memiliki kehidupan masing-masing. 


Cara dengan cepat mengunci pintu utama dan menaiki anak tangga mengetuk-ngetuk pintu kamar yang terkunci. Dia memastikan apa yang dilihat oleh Anara tadi, sangat teramat tidak benar bahkan apa yang dilakukan tadi bukan seperti apa yang dipikirkan seperti orang yang sedang dijebak. 


Beberapa menit kemudian akhirnya ia dibukakan pintu melihat keadaan sudah dengan air mata yang sangat banyak bahkan kedua matanya sangat bengkak. Ketika ia ingin memeluk dengan cepat Anara menolak. "Kamu jelasin dulu kenapa bisa ada dia di sini? Bukankah kamu udah bilang pengen berubah dan pengen menata kehidupan kedepannya tapi kenapa kamu malah bohong sama aku sih, aku nggak suka tahu nggak?" 


Oktara menyuruhnya untuk duduk karena tidak baik kalau misalkan beradu argumen berdiri maka dari itu alangkah baiknya duduk menenangkan hati dan pikiran agar tidak menjadi masalah yang sangat besar. 


Mungkin penjelasan dari seorang laki-laki seperti Oktara tidak dipercaya oleh seorang perempuan dengan langsung harus ada bukti-bukti yang sangat kuat. 


Oktara pun mengambil remote yang ada di depan menyalakan CCTV yang menyala di dalam rumah bahkan di luar. Anara berharap kalau yang ia lihat itu sesuai dengan apa yang diucapkan oleh Oktara karena sampai kapanpun wanita nggak pernah suka yang namanya dimadu atau diselingkuhin. 


"Kamu lihat sendiri 'kan apa yang sebenarnya terjadi? Kita berdua tuh nggak ngapa-ngapain lagian juga aku lagi kaget banget pas dia datang ke rumah, ngapain juga aku sengaja ngundang dia ke sini dan ngapain juga aku aku melakukan hal-hal yang tidak-tidak." Karena merasa tidak percaya apakah yang dia katakan ini adalah hal yang bohong? Akhirnya dengan cepat pun ia ingin keluar dari kamar tapi dengan cepat pula Anara langsung mema'afkan karena tidak mau menjadi panjang hanya sekedar masalah seperti ini, ia pun merebahkan tubuhnya ke tempat tidur lalu menarik selimut yang ada di bawah memalingkan ke sebelah kanan. 


Oktara berharap agar semuanya baik-baik saja. Ia benar-benar merasa kesal banget dengan sikap Nanda yang seperti itu keterlaluan banget jadi orang. Untungnya Anara tidak berontak.