Anara & Oktara

Anara & Oktara
40. Membersihkan Nama Baik



Oktara ketika mendengar kalau misalkan Tiara hamil rasanya bahagia banget apalagi bertambah anggota keluarga satu lagi yang baru aja kemarin Anara melahirkan si kecil dan ternyata sekarang malah adiknya yang hamil. 


Oktara dan Anara mengucapkan selamat atas kehamilan Adiknya yang juga akan memiliki anak dari buah cinta mereka atas pernikahan. "Kenapa Mas? Kok wajahnya kayak bahagia banget gitu, kenapa?"


Oktara menjelaskan kalau misalnya Tiara sedang hamil. "Alhamdulillah, ternyata Tiara hamil. Itu tandanya anggota keluarga kita bakalan bertambah ya!" 


"Iya sayang, Pingkan mana? Lagi tidur?" 


"Iya Mas, dia lagi tidur habis ASI tadi. Gimana Mas apakah sudah cari cara buat bikin Mas Prima buat percaya sama kamu?" 


"Aku belum memulainya. Tapi aku udah temui Nanda waktu itu tapi dia terus saja merasa kepala. Jadi gimana ya supaya dia gak ganggu rumah tangga kita berdua?" tanyanya dengan tatapan yang sangat bingung dan kosong banget. 


"Udah kamu jangan terlalu banyak pikiran kayak begitu aku yakin banget kok kalau misalkan semuanya bakalan baik-baik saja,


oh iya Pingkan hari ini mau jalan-jalan kamu mau 'kan temenin walaupun mungkin belum satu bulan."


"Ya jelas lah aku mau ngajakin jalan-jalan dia tapi kalau menurut aku pribadi sih jangan terlalu sering-sering juga soalnya 'kan umurnya masih baru-baru beberapa Minggu takutnya kenapa-napa bukannya aku ngelarang atau kayak gimana sih sebenarnya." 


Anara sangat paham dan mengerti sekali apa yang dimaksud oleh Oktara. 


*** 


"Bro gue pengen nanya sama lo, apakah lo sama Anara bahagia?" 


"Maksud lo? Kok lo malah tiba-tiba aja sih nanya kayak begini sama gue? Dan kenapa malah kayak begitu?" 


Oktara mengatur napasnya lebih teratur, rasanya aneh banget ia mengambil air mineral yang ada dihadapannya sekarang. "Gue cuma nanya doang sih, soalnya ada cewek kemarin yang temuin gue, dia bilang kalau misalnya dia itu adalah pacar lo! Gue pernah liat dia sih masuk ke dalam mobil lo." Kenapa malah melebar ke mana-mana? Kenapa malah menjadi runyam. 


"Jadi gini sih gue emang pacaran sama dia dan gue masih pacaran juga di saat gue sama Anara sudah menikah, karna waktu itu gue gak cinta sama Anara ya cinta tidak bisa dipaksakan. Tapi sekarang gue cinta banget sama Istri dan anak gue. Tapi Nanda terus saja ganggu gue dan keluarga kecil gue. Gue bingung apa yang harus gue lakukan." Ia menunduk ke bawah. 


Baru saja diungkap sedikit oleh Akbar, ia pun mencari cara ke arah lain agar Oktara tak terlalu stress memikul beban. "Gue juga bingung apa yang harus gue lakukan. Tapi gimana dong? Oh iya lo Suaminya Prilly 'kan?" Oktara baru saja ingat kalau Akbar adalah Suami dari Prilly, yang adalah sahabat dari Anara pasti dia tau kurang lebih Anara itu seperti apa. 


"Iya, kenapa emang?" 


"Gue pengen kasih tau aja sih tolong dong bantu gue buat bikin kepercayaan dari Mas Prima percaya sama gue lagi, soalnya Nanda fitnah gue gede banget jujur gue capek kalau kayak gini terus deh." 


"Emangnya lo mau minta bantuan apa sih sebenarnya gue bakalan bantu selagi gue bisa ngebantuin!" 


Oktara pun berbisik kalau mengatakan kepada Akbar apa rencananya supaya Prima mempercayainya dan bahkan tidak menuduh yang tidak-tidak padahal ia sama sekali sudah mulai berubah menjadi yang lebih baik tapi ternyata setelah ada Nanda di dalam kehidupannya semuanya semakin runyam dan seperti semula lagi. 


"Ya udah kalau gitu gue bakalan bantuin lo dan gue juga bakalan kasih tahu Prilly apa aja yang harus dilakuin supaya hubungan kalian berdua benar-benar langgeng dan tidak ada perusak sedikitpun di antara kalian." Selain rekan kerja Akbar adalah salah satu yang selalu menolong dalam hal apapun apalagi di dalam kesulitan seperti ini dia akan selalu ada maka dari itu Oktara merasa bangga banget dan merasa dirinya tidak sendirian menghadapi masalah yang cukup besar ini. 


Prilly mengatur pertemuan bersama Prima. Jadi sebelumnya mereka itu udah saling mengenal satu sama lain bahkan di luar dari Oktara mengenal Anara yang sudah di dipersunting sebagai seorang Istri. "Jadi aku pengen ngomong sesuatu sama Mas Prima. Aku harap Mas Prima mendengarkan apa yang aku katakan ini ya?" Sebenarnya tampak ragu untuk mengatakan hal ini tapi karena pengen hubungan mereka berdua lanjut dan juga kepercayaan kembali seperti semula maka ia harus mengatakan sedemikian rupa agar dipercayai kata-kata tersebut. 


"Sebenarnya ada apa sih kok kamu kayak tegang banget kayak begitu? Apakah ini ada kaitannya sama rumah tangga mereka berdua?" ucapnya yang sangat tepat sasaran banget yang membuat Prilly bulu kuduk merinding belum juga mengatakan tatapannya sangat tajam dan juga tidak bisa ditolerir sama sekali. 


Ia mengatakan kalau misalkan seseorang atau seorang perempuan yang bernama Nanda itu memang memiliki hubungan bersama Oktara, kesalahan yang terjadi di masa lalu mungkin akan selalu membekas di perasaan siapapun yang orang-orang yang dia sayang. Tapi Prilly mengatakan kalau misalkan Oktara sudah tidak mencintai Nanda karena ia sudah yakin dan percaya kalau Kehidupan itu tidak mengeluh tentang selingkuhan, tidak semudah itu membuat Prima percaya begitu saja atas ucapannya. Ia pun berdecak mengatakan kalau misalkan dia sudah mendapatkan bukti yang cukup kuat sehingga membuat dirinya sudah merasa ilfil kepada Oktara. 


"Tapi kalau menurut aku pribadi sebagai seorang sahabat pastinya tahu banget keadaan sahabatnya kayak gimana Mas, tapi entah kenapa selama ini dia enggak pernah cerita kalau misalkan dia ngerasa sedih. Ya kalau misalkan aku buka dikit nih dia itu dulu pernah sedih banget tapi itu dulu. Dan semenjak dia melahirkan dan juga memiliki seorang anak dia benar-benar berubah menjadi sosok manusia yang bahagia banget, ya sebenarnya aku nggak tahu juga sih. Apakah itu sesuatu yang ia tutup-tutupi atau emang yang sebenarnya terjadi? Tapi aku mohon dengan Mas Prima untuk percaya dan merestui hubungan mereka berdua." 


Jantungnya seakan dipacu atau dipompa lebih cepat dari biasanya karena orang yang ada di hadapannya sekarang bukan orang sembarangan melainkan sosok yang sangat kritis dan juga sangat bisa berpikir lebih general dan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Tidak semudah itu membuatnya percaya begitu saja. 


"Siapa yang bayar kamu sehingga kamu bisa mengatakan hal ini langsung?" 


Membayar? 


"Nggak ada sama sekali yang membayar aku aku cuma ngomong sesuatu doang sama Mas Prima, Anara cerita kalau misalkan Mas Prima itu nggak percaya sama dia dan Oktara maka dari itu dia curhat sama aku terus nggak berani buat ngomong langsung sama Mas, aku juga bingung sih sebenarnya mau kasih tahu ini langsung karena soalnya aku 'kan bukan siapa-siapa takutnya mencampuri persoalan yang terjadi dalam keliling kalian." Prima pun terdiam dan berpikir apa yang sebenarnya terjadi. 


"Sebenarnya gimana ya bukannya bersikap dingin sama mereka tapi bukti itu sudah kuat banget bahkan dia sendiri bilang kalau misalkan hamil dari anaknya Oktara? Seorang Kakak mana yang nggak ngerasa sakit kalau mendengar kayak begitu?" 


Akbar tak bercerita kalau misalkan Nanda itu hamil dari anak Oktara, kedua matanya membulat seketika bahkan tidak bisa berkata apa-apa kalau misalkan itu adalah berita benar atau isu yang benar maka ia tidak pernah memaafkan dirinya sudah membela Oktara di depan Mas Prima. 


"Kamu kaget 'kan seperti apa yang aku katakan? Makanya aku cari cara apakah ini adalah isu yang benar atau tidak?" Prima sedikit agak berat menutur katakan hal ini. 


"Aku sama sekali nggak tahu Mas kalau misalkan isunya beredar kayak begitu. Ya udah kalau gitu aku bakalan bantu deh tapi aku nggak janji ya cepat atau lambat aku akan cari kebenaran yang terjadi."


Oktara hanya mengangguk saja. 


Agar suasana tidak menjadi tegang mereka pun meminum minuman yang baru saja datang dari pelayan yang menyajikan di atas meja. 


Prilly tidak bisa membiarkan sahabatnya merasa sengsara setipu daya ia akan berusaha semaksimal mungkin. "Gue nggak akan biarkan siapapun yang merusak kebahagiaan Anara!" 


Akbar sama sekali nggak cerita sedikitpun. 


***


Ketika sudah berada di rumah Prilly pun menanyakan kepada Akbar. 


Akbar mengklarifikasi kalau misalkan dia lupa mengatakan setara cerita kalau Nanda hamil olehnya padahal ia sama sekali nggak melakukan. 


Akhirnya Prilly merasa lega ternyata Oktara bercerita langsung kepada Akbar. 


"Ya udah deh kalau misalkan emang bener pekara cerita sama kamu kayak begitu kamu sih nggak kasih tahu aku. Aku kan jadi kaget?" 


"Pokoknya tugas kita adalah ngebantuin mereka supaya mereka bahagia mereka itu adalah orang-orang baik jadi aku harap kita melakukan yang terbaik buat mereka ya?" 


"Biasa yang hidup mereka selalu aja diterpa ujian, emangnya kayak gitu ya kalau misalkan orang yang baik banget sama siapapun pasti selalu diuji sama Allah?" 


"Jelas sekali mereka bakalan diuji sama Allah karena sampai kapanpun ia kita selalu diuji dan selalu mendapat ujian ya karena kita masih hidup. Apakah kita bisa jadi manusia yang baik atau misalkan kita nggak bisa jadi manusia yang baik?"