
"Eh ma'af gue sama sekali nggak sengaja nabraknya." Tak sengaja ia mengeluarkan foto yang berada di dalam dompetnya yang foto itu dengan seorang laki-laki dengan sangat mesra seperti orang yang sedang berpacaran.
"Ini siapa? Kok kayaknya gue kenal deh sebentar gue lihat dulu ya!" Sekitar beberapa detik Nanda memperhatikan foto tersebut yang tidak asing di dalam pikirannya.
"Hah? Lo ada hubungannya sama Oktara? Bentar."
"Hei lo kenal sama Oktara?" Tak sengaja bertemu di keramaian kota dan pameran membuat salah satu di antara mereka melihat foto yang tergeletak di bawah yang baru saja keluar dari dompet Nadia.
Dengan cepat Nadia mengambilnya dan memasukkan ke dalam dompet. Namun dengan cepat pula Nanda menahan tangan kiri Nadia dan membawanya melipir ke pinggiran pameran lalu mengatakan sesuatu yang membuat Nadia malah tercengang dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Nanda.
"Kenalin nama gue Nanda, gue boleh minta nomor kontak lo atau gue pengen ngobrol sebentar sama lo doang janji gue nggak bakalan jahat sama lo?" Nanda memperkenalkan diri di depan Nadia. Nadia pun menyambutnya dengan hangat, ia mengangguk paham.
Mereka mencari tempat untuk bercerita sebentar menanyakan apa yang terjadi. Nanda yang mengatur tempat tersebut dan memesankan makanan ringan dan minuman juga.
"Gue pengen nanya lo kenal sama foto tersebut apakah kalian memiliki hubungan?"
"Kenapa lo tiba-tiba aja kenal sih? Kalian sudah saling kenal dari lama ya kok gue ngeliatnya di foto tersebut kayak romantis banget emang kalian?"
Nadia menjelaskan kalau orang yang di foto tersebut adalah mantannya lebih tepatnya mantan tunangan ya gak jadi buat karya pernikahan anak tiba-tiba saja diputuskan secara mendadak nggak tahu alasannya sebenarnya apa. Sampai detik ini ia langsung bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi tapi entah tahu kenapa ia belum pernah bertemu lagi dan komunikasi lagi kepada orang yang lebih foto tersebut.
Nanda masih saja penasaran kenapa mereka berdua tiba-tiba saja bisa apakah ini ada hubungannya dengan orang yang ada di kehidupan Oktara sekarang? "Sebenarnya gue nggak tahu juga apakah dia sudah menikah atau memiliki keluarga? Gue udah menduga kalau udah punya hubungan dengan perempuan lain walaupun perasaan dan hati belum ikhlas menerimanya tapi ya sudahlah mungkin belum jodoh gue! Kenapa tiba-tiba nanya kayak begini emang ada masalah apa?"
"Ya jadi gue ini adalah mantan pacarnya dia yang tiba-tiba saja dia putusin kayak gitu aja gue nggak terima dan asal kau tahu ya dia udah menikah dan memiliki seorang anak!"
Deg!
Nadia sangat terkejut sekali ketika orang yang ada di depannya mengatakan kalau aksara sudah menikah bahkan sudah memiliki kehidupan yang baru bersama dengan perempuan lain. Ia hanya tersenyum saja tidak terlalu menanggapi dengan serius. "Hah? Serius? Pantesan aja nggak ada kabar sama sekali sampai sekarang ternyata dia udah memiliki kehidupan yang baru tapi ya udahlah gua udah mulai melupakan juga, yang sekarang ya udah deket sama yang lain jadi gue malas untuk ngebahas udah ada di masa lalu!"
Nanda malah tertawa terbahak-bahak kalau memang melupakan masa lalu tapi kenapa dia masih menyimpan foto tersebut di dalam dompetnya sekarang malah ada tersimpan di wallpaper ponselnya kalau udah makan kamu tuh masih menyimpan seperti itu?
Nanda menyelipkan nomor yang dia tulis tadi di kertas dan masukkan ke dalam tas Nadia.
***
Nadia masuk ke dalam mobil dan langsung dicecer pertanyaan yang sangat panjang. "Hei ma'afin aku ya udah lama banget soalnya tadi itu rame banget dan ma'af kalau misalkan aku nyuruh kamu buat jemput aku di sini soalnya supir aku nggak bisa jemput katanya repot nganterin Mama ke tempat arisan."
"Oh iya nggak apa-apa kok santai aja."
"Tapi iya ya ampun kamu lama banget katanya tadi tunggu di sini kenapa tiba-tiba kamu nggak ada kabar aku coba lihat di ponsel kamu berdering terus dari tadi?" Dia adalah laki-laki yang sedang dekat dengan Nadia bahkan mereka berdua lagi pdkt atau dalam masa pendekatan.
Gak mungkin banget buat cerita ia sedang bertemu dengan siapa tadi dan apa yang mereka obrolkan rasanya kurang etis banget untuk menceritakan hal seperti itu. Ia hanya tersenyum miring saja lalu mengatakan kalau bakalan baik-baik saja dan malah membuatnya sedikit merasa ambigu dan aneh.
"Kamu kenapa sih kok kayak aneh banget kayak begitu emang ada masalah?"
Nadia hanya bisa menggeleng bingung apa yang harus dia jawab karena nggak bakalan penting juga karena ia berusaha untuk melupakan masa lalu. "Ya udah kalau gitu kita langsung jalan aja ya nggak penting juga pembahasannya bakalan bikin runyam juga pembahasan kayak gini, gimana tadi di dalam seru nggak aku nggak bisa ikutan soalnya aku trauma banget sama keramaian jadi aku agar menghindari gitu!"
Punya trauma di masa kecil sungguh sangat berat apalagi masa-masa di masa lalu yang tidak bisa dilupakan sampai kapanpun. "Duh enggak masalah aku juga nggak kenapa-napa kok lagian orang itu pasti memiliki masalah masing-masing dan gak perlu juga diperdebatkan atau kayak gimana yang penting kita ngejalanin dengan apa adanya dan juga jangan membahas tentang orang-orang yang ada di sekitar kita."
"Makasih ya kamu udah ngerti sama aku dan kamu udah paham sama apa yang ada di dalam diri aku makanya aku tuh enggak mau banget kehilangan kamu dan aku juga nggak mau buat ngelepasin kamu dengan siapa pun!"
"Ah kamu jangan ngomong kayak begitu dong aku kan jadi malu aku juga banyak kekurangannya cuman gak kelihatan aja makanya kamu masih ngomong kayak begini coba deh kalau kamu udah ngeliat kekurangan aku yang sangat banyak pasti kamu bakalan ilfil juga sama aku!"
"Hahaha cewek emang kayak gitu ya kalau dipuji pasti muji balik nggak pernah diem aja gitu tapi ya udahlah namanya juga perempuan nggak bisa dikalahkan sama siapapun dan nggak bisa disamaratakan yang terpenting adalah kita langsung let's go buat jalan-jalan karena kalau kita cuma di sini kita nggak akan pernah sampai-sampai!"
Nadia bahagia banget buat membuka lembaran baru dengan orang yang baru bahkan ia berusaha untuk melupakan kenangan yang terindah dulu tercipta dengan Oktara walaupun mungkin mereka hampir saja menikah tapi ya sudahlah mungkin bukan jodohnya buat bersama.