
Akbar baru saja ingat kalau misalkan Prilly sedang berulang tahun dan ia semasa dulu menjalin hubungan tidak pernah merayakan ulang tahun bahkan memberikan kejutan mungkin hari ini adalah waktunya untuk memberikan kejutan kepada Prilly. "Astaga kenapa gue baru aja ingat sih kalau Prilly ulang tahun? Ya ampun!"
Karna bukan sosok yang romantis ia pun mencoba berpikir apa yang harus dilakukan dan apa yang harus diberikan agar Prilly bahagia dan senang menjadikan momen tersebut menjadi kebahagiaan setiap harinya bahkan sampai kapanpun walaupun mungkin dengan cara yang sangat sederhana.
"Hei loh kenapa kok tiba-tiba aja kayak kepikiran gitu sih?" Oktara yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangannya melihat wajah Akbar yang sedikit agak aneh dan kepikiran sesuatu hal.
"Ini si Prilly lagi ulang tahun makanya gue bingung mau kasih kado apa dan juga mau kasih kejutan apa nantinya sama dia," ucapnya yang sangat pesimis banget ketika nanti bakalan memberikan kado.
"Lah Prilly 'kan sama Anara bersahabat ya udah tanya aja sama Anara kali aja dia tahu kesukaan Prilly apaan."
"Astaga gue lupa kalau misalnya mereka berdua sahabatan ya. Ya ampun kenapa gue bisa lupa kayak begitu sih? Ya ampun, tolong kasih tau sama Anara kalau Prilly sukanya apaan soalnya pas gue sama dia belum nikah gue gak pernah kasih kejutan dan gue gak pernah nanya juga apa maunya dia apaan," senyumnya dengan sangat malu-malu.
Setelah itu Oktara keluar dari kantor karna jam kerja sudah usai juga. Ia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kantor.
***
Anara menyambut hangat kedatangan dari Oktara dengan menggendong Pingkan yang tertidur pulas setelah memberikan ASI eksklusif tadi. Oktara menyuruh untuk duduk sebentar dan mengatakan sesuatu kepada Anara. "Iya kenapa? Astaga aku lupa kalau misalnya Prilly lagi ulang tahun, ya ampun kenapa aku bisa selupa itu sih? Aduh!" Ketika Oktara memberitahukan kalau Prilly sedang berulang tahun.
"Dia kasih tau aku kalau misalnya dia minta tolong buat bantuin dia buat kasih kejutan sama Prilly, tapi sebelumnya kamu jangan kasih tau terlebih dahulu ya. Dia pengen kasih kejutan. Tapi aku lupa kejutan apa yang akan dia kasih tau.
"Oh iya juga sih ya, boleh. Kalau gak salah dia itu suka banget sama bunga dan kata-kata puitis soalnya anaknya rada mellow gitu sih." Oktara dengan cepat mengambil ponselnya lalu memberitahu Akbar kalau Prilly itu suka dengan kepuitisan.
Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya Akbar langsung bisa membayangkan kado yang akan ia berikan kepada Prilly.
"Hei kamu ngapain? Kok kayaknya bahagia banget sih? Emangnya baca apaan sih."
Di dalam hati Akbar akan memberikan kejutan kepada Prilly, ia akan bertemu dengan seseorang yang sangat penting sekali. Tapi ia hanya sendiri saja.
"Aku mau jalan sebentar ya. Sebentar doang sih."
"Aku ikutan ya? Boleh 'kan? Aku ganti baju dulu ya?"
"Em enggak--- enggak usah aku bisa sendiri kok, kamu lagi hamil aku gak mau kalau kamu kenapa-napa. Udah dulu ya sayang aku berangkat sebentar doang kok jadi kamu di rumah aja ya." Dengan cepat Akbar pun mengecup puncak kepala Prilly ia menepuk dan menutup pintu kamar.
Dengan cepat pula ia menuruni anak tangga dan masuk ke dalam mobil, sedang Prilly hanya bisa melihat dari lantai dua. Ia merasa kesal sekali kenapa bisa seperti ini. "Ih kenapa sih dia kayak gitu ke aku? Apa dia punya selingkuhan? Hah ya ampun?"
***
Akhirnya selesai juga berurusan dengan rumah yang sengaja ia beli untuk untuk kehidupan mereka berdua tapi rencana ini dan akhirnya terealisasikan dengan baik hari ini adalah peresmian untuk sang penjual memberikan kunci kepada Akbar karena semuanya sudah selesai ***** bengek dan juga pembayaran yang dilakukan.
Rasanya benar-benar seperti mimpi karena selama ini nggak nyangka banget kenapa bisa seperti ini dan tabungannya yang selama ini ia sisihkan membuahkan hasil yang sangat bagus.
Tak sabaran banget untuk kasih tahu kepada Prilly dan mengajaknya ke sini untuk tinggal bareng karena selama ini tinggal dengan kedua orangtua dan rasanya nggak mau merepotkan mereka yang setiap hari mendapatkan beban dengan orang yang tinggal di rumah mereka, sebagai orangtua mereka tidak pernah merasa terbebani tapi karena sebagai kepala rumah tangga ia pun tidak mau membebani orang-orang yang di rumah.
Setelah selesai ia pun bergegas ke sana yaitu ke toko bunga dan juga menuliskan kata-kata puitis karena ia hanya sebentar saja setelah semuanya selesai mengurus rumah baru mereka.
Ia masuk ke dalam, sangat bingung dan merasa aneh. Ia pikir hanya satu jenis bunga saja ternyata banyak sekali jenis bunga dan jenis warna yang dijual di sana. Salah satu penjual yang mendekat dan menyambut dengan hangat sekali. "Yang buat anniversary gitu yang mana ya? Eh maksudnya buat perempuan yang ulang tahun yang mana yang pantasnya?" Karna seumur mereka menjalani hubungan sama sekali gak pernah tau apa-apa ia pun bertanya.
"Ya udah deh yang ini aja. Ada kartu ucapannya gak? Kalau ada pengen nulis soalnya."
Sebuah kata-kata puitis yang sudah ia baca sebelumnya di google. Copy paste adalah jalan ninjanya buat bisa menjadikan kata-kata romantis yang akan ia tulis di sana.
Setelah menuliskan kata-kata tersebut ia pun memasukkan bunga yang masih segar dan masih tercium harum ia masukkan ke dalam mobil dan langsung cus ke rumah karena nggak sabaran banget buat kasih kejutan.
-----
Dengan cepat wajah Prilly merasa aneh kenapa tiba-tiba kedua tangan dari Akbar membelakangi tubuhnya ada di depan lalu setelah Akbar menyuruhnya untuk menuturkan mata Akbar menyuruh untuk mencium aroma bunga yang masih sangat menyengat. Dengan cepat ia pun bersin dan perlahan-lahan membukakan kedua mata ternyata ada bunga segar dan juga kartu ucapan kecil di atasnya.
Ia sangat merasa kebingungan lalu membaca kata-kata tersebut membuatnya sedikit meneteskan air mata namun ia bingung karena ia lupa hari ini adalah hari kelahirannya.
"Ya ampun kamu bisa romantis banget sih terus ini maksudnya apa ya aku.. aku nggak pernah melihat ini sebelumnya di diri kamu?"
"Masa kamu lupa sih kalau misalkan hari ini adalah hari ulang tahun kamu ya ampun ternyata kamu udah tua banget ya?"
"Hah? Kok kamu ngatain aku sih emang iya ya hari ini adalah hari kelahiran aku?"
"Coba deh kamu nggak lihat dulu kalender kali aja aku salah ngomong buruan deh!"
Dengan cepat ia melihat tanggal hari ini dan ternyata ketika ia melihat ia baru saja ingat kalau hari ini adalah ulang tahunnya dan dengan cepat pula ia memeluk Akbar karena Akbar memberikan kado yang sangat spesial walaupun mungkin terkesan yang sangat sederhana dan agak norak karena terlalu berlebihan banget di usianya yang sudah tidak muda lagi alias dewasa.
"Kan kamu lupa kalau misalkan hari ini adalah hari ulang tahun kamu, mungkin aku bukan laki-laki yang dewasa dan juga sempurna yang bisa nemenin kamu sepanjang hidup tapi aku adalah laki-laki yang paling beruntung dapatin perempuan yang baik dan juga apa adanya seperti kamu walaupun kita masih tinggal sama orang tua tapi Insya Allah nanti kedepannya kita bakalan mandiri."
"Makasih banyak ya ini semua udah lebih dari cukup kok aku bahagia banget pokoknya!"
Akbar menyuruhnya untuk membacakan surat kecil yang sengaja ia tulis secara politis banget ia yakin banget perempuan manapun bakalan terharu kalau membaca kata-kata yang ia tuliskan tersebut dengan percaya dirinya.
------
Kira-kira suratnya isinya kayak gimana ya nggak bikin Prilly terharu yuk buka di bab selanjutnya!