Anara & Oktara

Anara & Oktara
56. Mengungkapkan Rasa



"Kamu kenapa sih kok lihat ini kayak gitu banget?"


"Aku pengen nanya serius dan pengen ngungkapin sesuatu sama kamu tapi aku harap kamu jangan kaget ya? Dan aku bener-bener serius nggak ada bohong bohong sama sekali!" Mengatakan langsung di depan Nadia dan membuatnya terdiam kikuk tidak bisa berkata apa-apa lagi karena benar-benar sulit untuk dikatakan dan membuat jantungnya berdebar lebih kencang dari sebelum-sebelumnya.


Bahkan Nadia pun juga merasakan hal yang sama kenapa tiba-tiba jantung berdegup lebih kencang dari sebelumnya dan kali ini ia di bikin deg-degan bahkan jantungnya seperti orang yang mau copot. "Kalau seandainya Allah menyatukan kita berdua dalam ikatan yang halal dan apakah kamu siap menerima aku sebagai pasanganmu?"


"Loh kita 'kan baru aja kenal dekat baru aja deket kenapa kamu tiba-tiba ngomong kayak begitu langsung sama aku?"


"Ya nggak apa-apa sih karena aku ngerasa di usia yang menurut aku udah cukup memikat ya udah aku pengen nikah aja dan ternyata aku nemuin perempuan yang bener-bener pantas buatnya dan kini hidup aku selama ini. Apakah kamu siap jika suatu hari nanti aku datang ke rumah kamu buat ngelamar kamu buat jadi istri aku? Aku kalau misalkan hidup aku itu bener-bener nggak bisa kalau sendirian aja pasti ada orang yang harusnya bilang aku dari belakang dan memberikan yang terbaik buat aku dan ternyata orang itu ada di hadapan aku kira-kira kamu mau gak dan siap nggak buat jadi Istri aku nanti?"


"Aku nggak bisa menjawab pertanyaan kamu sekarang dan aku juga nggak ngerti sih kenapa tiba-tiba kamu ngomong kayak gini sama aku tapi yang jelas aku ngerasa kamu itu beneran serius sama aku!"


"Aku nggak pernah sama sekali minta jawaban kamu sekarang yang terpenting adalah aku udah bilang sama kamu dengan niat baik aku ya terlepas kamu mau atau enggak ya urusan nanti yang jelas aku udah mau ngucapkan apa yang kurasakan!"


***


Nadia masuk ke dalam kamar dan memikirkan kata-kata yang terlontar tadi karena ia benar-benar tidak menyangka bahkan kata-kata yang tersebut tadi tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. "Tapi apakah dia benar serius sama aku?"


Suara ketukan terdengar dari luar rupanya Mama mengetuk dari luar dan menyuruh Nadia untuk keluar sebentar. Ia memasang wajah yang sangat dekat banget selalu menanyakan apa yang sebenarnya Mama pengen katakan. "Loh kenapa kamu ngomong kayak begitu sih Mama cuma nyuruh kamu buat makan di bawah?"


Nadia mengelus dada lebih cepat.


Mama menyajikan makanan di meja makan dengan cepat Nadia mengambil sayur dan juga laut yang ada di atas meja ke dalam piringnya. "Mah aku boleh nanya sesuatu hal yang penting tapi jawab dengan jujur dan jangan ketawain aku ya?"


"Iya, ya udah kalau misalkan kamu pengen nanya-nanya aja nggak masalah dan nggak kenapa-napa kok."


"Jadi aku kan baru deket sama cowok dalam beberapa waktu ke belakang terus tiba-tiba aja akhirnya kita dekat kan tadi dia ngajakin aku buat serius kira-kira menurut Mama kayak gimana?"


"Ya udah kalau misalkan kamu siap buat ngejalanin dan mau membuka lembaran menjadi yang baru ya udah kamu jalanin aja hubungan sama dia kali aja dia bener-bener serius sama kamu. Kamu bisa ajak dia ke rumah biar Mama tahu karakter dia tuh kayak gimana."


Nadia pun menghubungi Sony untuk datang ke rumah ia pikir laki-laki yang mengajaknya menikah Adi Tidak mau dengan berbagai macam alasan tapi ternyata dengan cepat ia membalas ia dengan 1 kata dan 2 huruf.


Kedatangan Sony membuatnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya sebelumnya ia tidak sama sekali menyangka ternyata cepat ini waktu berjalan perasaan dulu baru saja lari-lari berjalan bersama teman-teman seumuran tapi ternyata sekarang udah ingin menikah dengan laki-laki yang mengajak menikah.


Ia dipersilahkan untuk masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu sangat ramah banget kepada kedua orang tua yang kebetulan banget ada di rumah. Ia begitu pintar sekali mengambil perhatian.


"Kamu beneran suka sama anak Tante?"


"Iya Tante, aku beneran serius sama Nadia entah kenapa aku ngerasa dia itu kayak perempuan yang bener-bener dikirim sama Allah untuk dijadikan seseorang yang bisa ngedampingin aku selama seumur hidup." Ia sangat berani sekali mengatakan hal ini langsung padahal ini adalah kali pertamanya untuk datang ke rumah walaupun mereka udah lama saling kenal tapi untuk dekat seperti ini baru sekarang dan ini adalah first time.


Art menaruh minuman di atas meja yang bisa menenangkan hati dan pikiran karena tegang banget bertemu dengan orang yang benar-benar nantinya bakalan jadi mertua yang udah dianggap pastinya menjadi kedua orang tua juga yang ada di rumah.


"Aku sebenarnya udah siap banget buat menjalani hidup berumah tangga tinggal Nadia nya aja mengiyakan atau nggak kalau mengiyakan sih aku langsung aja tancap gas buat mengurus semuanya!"


Gimana enggak deg-degan dilontarkan seperti ini langsung bahkan didepan mama dan papah yang notabennya adalah mereka nggak pernah ngeliat laki-laki serius ini menyatakan atau mengungkapkan perasaannya kepadanya. "Ya kalau misalkan kamu serius sama anak Om yaudah kamu nikahin aja dia dalam waktu dekat kalau misalkan Nadia udah mau dan udah siap untuk menikah sama kamu tapi kamu beneran serius 'kan?" Seorang ayah tidak mungkin melakukan hal seperti ini kalau bukan iya yakin dalam hatinya apalagi baru pertama kali laki-laki datang kerumah menyampaikan niat baiknya.


Semua tatapan mata menuju ke arah Nadia benda-benda tidak bisa disangka ternyata ia mendapatkan posisi seperti ternyata selama ini kata sepupu-sepupu yang menceritakan kalau lamaran atau ingin dipinang itu rasanya deg-degan dari pada segalanya dan ia sekarang merasakan hal itu semua.


"Ya udah kamu minum dulu deh minumannya biar kamu nggak tegang."


"Ah iya terima kasih. Aku sebenarnya udah lama sih suka sama kamu tapi nggak berani bilang aja kalau aku suka sama kamu karena kan kamu waktu itu pacaran bahkan tunangan sama laki-laki lain makanya aku nggak berani buat deketin kamu. Tapi setelah aku tahu kamu udah deket sama aku dan kamu gak ada hubungan lagi sama dia ya udah aku memberanikan diri untuk mengatakan kalau aku pengen serius sama kamu ternyata Allah kasih jalan aku buat kecewa dulu dan akhirnya menjadi bahagia."


Benar apa yang diucapkan oleh Sony ia mendapatkan rasa kecewa terlebih dahulu dengan laki-laki yang udah ia harapkan selama ini menjadi jodohnya dan ia akhirnya dipinang dan diajak buat menikah dan itu adalah hal yang paling ia harapkan selama ini.