
Sony sengaja mengajak kedua orang tuanya menyampaikan niat baiknya. "Aku pengen kasih tahu hari ini pengen ngajakin Mama dan Papah buat ke rumahnya Nadia menyampaikan niat baik aku soalnya aku udah lama banget pengen nyampai ini tapi baru aja kesampaian sekarang."
"Mau ngapain ke sana tumben banget kamu ngajakin ke rumah orang malam-malam begini." Ternyata Mama belum mudeng dengan kata-kata yang diucapkan oleh suami padahal ia sangat jelas sekali menjelaskan lalu perlahan-lahan ia menjelaskan apa yang ia maksud dan ternyata mama paham dengan cepat pula ia menyuruh papah untuk ke kamar mengganti pakaiannya.
----
Tiba-tiba saja mobil terparkir di depan rumah dan suara klakson pun begitu sangat nyaring. Nadia merasa mobil itu seperti mobil yang asing yang tidak pernah ia lihat sebelumnya tapi perasaannya benar-benar deg-degan dan merasa bingung. Ternyata ketika ia melihat orang yang baru saja keluar dari mobil mampu membuatnya berpacu jantung begitu kencang.
"Ya ampun kenapa tiba-tiba ada mereka sih datang kerumah enggak nyangka banget?" Mama menyuruh mereka untuk masuk ke dalam.
"Jadi kedatangan kami ke sini pengen menyampaikan niat baik kepada keluarga Nadia."
Rasa deg-degan pun dirasakan oleh Nadia tiada hentinya karena ini adalah kali pertama seorang laki-laki datang ke rumah dan seorang laki-laki menyampaikan niat baiknya bersama keluarga gak nyangka sama sekali tapi ia berusaha untuk tetap santai dan tidak tegang agar tidak ketahuan grogi dan deg-degan banget padahal kalau dilihat dan dibelah jantungnya maka sangat kentara banget jantung yang berdebar. Sebagai kedua orang tua yang sangat peduli banget kepada Nadia menanyakan langsung kepada orang atau laki-laki yang datang ke rumah membawa keluarganya menyampaikan niat baik.
Wajar sekali sebuah pertanyaan dilontarkan dan itu mungkin ditanyakan juga oleh kedua orang tua di luaran sana. "Apakah niat baik ini benar-benar serius dan apakah kalian berdua akan siap menikah dalam waktu dekat?"
"Iya saya benar-benar serius, saya bermain-main untuk menyampaikan hal ini karena ini adalah kali pertama saya untuk serius sama orang lain dan ini adalah kali pertama saya membawa kedua orang tua ke keluarga calon perempuan." Jawabannya sangat lantang dan juga tegas ia tidak pernah mengatakan hal ini sebelumnya saya serius ini bahkan seorang laki-laki jantungnya berdegup lebih kencang dari sebelum-sebelumnya.
"Kalau boleh jujur anak saya ini orangnya paling serius dan enggak pernah main-main ketika ia berkata serius kepada orang tua atau orang orang yang di sekitarnya udah pilihan yang tepat dan juga mantap maka dia enggak akan pernah mengingkari." Mama sangat serius sekali mengatakan hal ini kepada kedua orang tua Nadia dan Nadia. Ia yakin banget anaknya benar-benar serius dan bisa bertanggung jawab untuk masa depannya nanti bukan hanya sekedar main-main doang.
"Semua jawaban kita serahkan kepada Nadia karena dia yang bakalan ngejalanin bersama laki-laki yang dia pilih, jadi menurut saya itu adalah pilihan yang tepat. Saya dan Suami selalu mendukung pilihan yang tepat yang dipilih oleh dia karena kita juga nggak bisa memaksakan kehendak seorang anak karena dia yang menjalani dan jika dia yang mengetahui apa yang terbaik buat ia jadi jawaban kembali lagi kepada Nadia."
Lantas semua mata tertuju kepada Nadia dan benar ia di pacu jantung yang begitu dalam. "Em." Ia menarik napas sejenak untuk menstabilkan perasaan dan jantungnya yang tidak karuan.
"Iya kalau ditanya serius aku serius banget nggak bohong lah, masa malah salah seperti ini aku bohong sih dan nggak etis banget bahwa kedua orang tua tapi cuma sekedar main-main doang. Aku tuh ya kalau udah serius sama orang ya bakalan serius, gak pernah bohong sedikitpun. Dan asal kamu tau ini kali pertama kalinya."
Akhirnya Nadia menyiapkan dengan cepat karena yakin dengan kata-kata tersebut yang dilontarkan langsung oleh Sony, menurutnya kalau nggak yakin sampai kapanpun enggak bakalan gue yakin tapi kalau kita nggak percaya juga udah mengucapkan semua maka apapun yang kita jalani bakalan baik-baik saja.
"Beneran kamu terima aku?"
"Iya Insya Allah aku terima kamu apa adanya tapi aku harap kamu jangan pernah kecewain aku dan kalau aku udah mencintai orang dan sayang sama orang maka sampai kapanpun aku bakalan tulus banget sama orang tersebut jadi aku harap kamu jangan pernah kecewain aku ya?" Nadia sangat serius sekali mengatakan hal ini tidak mau ada laki-laki yang menyakiti perasaannya dan sampai kapanpun ia akan terus menjadi yang terbaik.
"Iya Insya Allah aku tidak akan pernah menyakiti perasaan kamu." Keluarga merasa bahagia banget ketika mendengar kedua orang yang sebentar lagi akan bersatu dalam ikatan dan mereka saling menatap satu sama lain walaupun mereka tidak berkata-kata tapi sangat terlihat
***
Akhirnya mereka sampai juga di rumah dan nggak nyangka banget mereka mendapatkan apa yang sudah mereka rencanakan dan berbuah manis. Sony merasa bahagia banget ketika sudah sampai di rumah dan mendapatkan jawaban tersebut dan jawaban yang ditunggu-tunggu ternyata sesuai dengan ekspektasinya.
"Aku seneng banget bisa diterima di keluarga Nadia Mah, bahagia banget bisa diterima aku sama sekali gak nyangka ternyata secepat itu keluarganya terima aku pokoknya aku akan terus berjuang dan aku nggak mau melewatkan kesempatan ini."
"Intinya adalah kamu lakukan yang terbaik apapun itu jangan pernah kamu merasa insecure apa lagi tidak percaya diri karena apapun yang terjadi Itu adalah konsekuensi yang sudah kamu ambil."
Bahkan ketika merebahkan kepala ke tempat tidur yang ada di dalam kamar rasanya nggak nyangka banget sebentar lagi ia akan berdua dan tidur bersama. Ia seakan-akan halu orang yang di sebelahnya nanti bakalan terisi dan tidak tidur sendiri lagi. "Gue enggak nyangka banget nanti orang yang disebelah gue ini Nadia dan kita bakalan jadi suami dan istri gue nggak sabar banget deh."
Perlahan ia memejamkan kedua matanya karena ngantuk banget sudah mendapatkan kebahagiaan dan tidur malam ini begitu sangat minyak dan mungkin berharap besok apa yang dibayangkannya bakalan terkabul dan menjelang nanti ke hari H.