
Anara bingung kenapa Oktara berpakaian rapi banget padahal bilangnya nggak ke mana-mana tapi karena mungkin alasannya sangat tepat banget dan bikinnya tidak curiga akhirnya ia pun mengiyakan.
Setelah mengantar si dede bayi ke rumah sang mertua akhirnya mereka baik lagi tadi ke rumah dan membuat Anara langsung segera masuk ke dalam mobil karena hari ini ia diantar oleh supir. Namun tak hanya di sana saja setelah antara masuk ke dalam mobil dengan cepat ia membutuhkan dari belakang dengan jarak yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat juga agar pergerakan selama ini dan agar membuat perasaannya tenang karena takut kenapa-napa apalagi Nanda sudah berani berani lancang masuk ke dalam rumah bahkan ke dalam kantor membuat sasa traumanya semakin tinggi.
Ada seorang perempuan yang sedang menunggu wajahnya tidak asing membuat Anara melambaikan tangan dan memanggilnya dari kejauhan setelah turun dari mobil.
Dia adalah Prilly sahabatnya dari dulu sampai sekarang tidak ada pernah perubahan dan mereka selalu saja dekat sampai kapanpun. "Ya ampun ma'af banget ya udah lama banget nungguin soalnya tadi itu harus kasih ASI dulu dan kita anterin ke rumah mertua jadi agak lama deh sampainya di sini ma'af banget ya."
"Iya nggak masalah dan nggak kenapa-napa kok lagian juga aku baru aja datang jadi ngapain harus marah ya udah silakan duduk aku sengaja beliin minum duluan supaya nggak capek nanti nunggunya."
"Sama siapa tadi ke sini sama supir nggak sama Oktara?"
Anara menunjuk seorang laki-laki yang sedang berada dalam mobil memainkan ponselnya dia adalah sopir yang sering mengantarkannya ke sana ke mari. "Oh aku pikir kamu bareng sama Oktara ternyata kamu bareng sama supir."
"Aku yang nyuruh buat dianterin sama supir aja nggak usah sama Oktara soalnya nanti bakalan ribet ya udah deh tumben banget kamu ngajakin aku ketemuan kenapa?"
"Aku pengen kasih kejutan dan pastinya kamu bakalan seneng banget setelah aku kasih ini sama kamu pokoknya aku jamin deh!"
Ia mengeluarkan sebuah amplop dan membuka di bagian dalamnya membuat benar-benar speechless dan tidak menyangka ternyata sahabatnya hamil dan ia meneteskan air mata tepat sasaran seperti apa yang diucapkan oleh Prilly. "Ya ampun aku sama sekali nggak nyangka Ya ampun selamat ya semoga Dede bayi bisa sehat dan juga jadi tumbuh yang baik," sambil mengelus perut yang masih tidak terlihat membesar dan juga masih lurus karena mungkin kandungan yang ia kandung belum membesar mungkin usianya masih dalam beberapa bulan ke belakang atau berapa minggu.
"Duh sebenarnya aku tuh nggak sabaran banget gua ceritain ini ke kamu tapi karena aku nggak mau cerita dan waktunya juga belum tepat makanya baru-baru sekarang deh aku kasih tahu kamu ma'af banget ya."
Kebahagiaan yang bener-bener tercipta apa adanya tanpa dibuat-buat dan obrolan mereka semakin lama sudah nggak seperti anak remaja tapi obrolan seperti orang yang sudah berkeluarga.
Semenjak mereka berdua masing-masing menikah dan juga memiliki kehidupan masing-masing akhirnya mereka bertemu juga dari sekian lama tapi pertemuan mereka kali ini tidak boleh lama-lama karena orang-orang yang di rumah sudah menunggu kehadirannya. Prilly bercerita kalau ia sedang hamil muda sekitar 2 bulanan dan membuat Anara ke gembira and sangat tiada tara.
Bahkan dari kejauhan Oktara memperhatikan mereka berdua sedang asyik mengobrol karena tidak mau meninggalkan Anara sendirian karena bakalan membuat kekhawatiran yang cukup tinggi dan menitipkan Pingkan kepada sang mertua yang udah kangen banget dengan sang cucu. "Oh syukur deh kalau misalkan mereka berdua nggak kenapa-napa di sini gue takut aja kalau misalkan ada Nanda di sekitaran sini dan bikin semuanya bakalan runyam," batinnya dalam hati yang mengatakan hal ini langsung. Untungnya jarak di antara mereka tidak terlalu jauh jadi obrolan yang mereka lontarkan masih sangat terdengar walaupun sangat samar.
"Kamu lihat di story kamu bahagia banget selamat ya atas anniversary kalian berdua. Aku bahagia banget ngedenger dan ngeliat kalian berdua yang bener-bener anniversary karena aku ngerasa hidup kalian itu benar-benar banyak rintangan dan uji nyali apa lagi awal-awal cerita sama aku, ternyata semuanya terlewati dengan baik juga ya sorry banget nih aku baru aja bisa ngajakin kamu sekarang ketemuan karena menurut aku ya mungkin saat sekarang pertemuan yang pas buat kita berdua.
Mereka asyik bercengkrama satu sama lain membicarakan rumah tangga mereka masing-masing dengan cara yang berbeda pula tiba-tiba saja suara petir menyambar dan membuat Oktara dengan refleks mendekat dan memeluk Anara membuat Prilly malah senyam-senyum dan kebingungan tapi ia merasa happy banget karena kejadian langka seperti ini akhirnya bisa ia lihat dengan kedua mata dengan problema yang terjadi selama ini. Lantas membuat Oktara merasa bingung kenapa ia bisa dengan refleks memeluknya bahkan ternyata ketahuan dan membuat ia merasa malu tapi berusaha untuk tetap cool dan santai.
"Loh kamu kok tiba-tiba bisa ada di sini sih jadi kamu tadi itu ngikutin aku dari belakang pantesan aja pakaian kamu rapi banget ternyata mau ke temuin aku di sini, ya ampun posesif banget sih?" Anara melihat wajah merah yang tergambar di wajah Oktara walaupun ia gengsi untuk mengatakan telah mengikutinya dari belakang tapi Anara terus saja menggodanya hingga membuat Prilly malah berdehem singkat.
"Hem, jangan malu-malu kayak gitu kali lagian juga kalian 'kan udah jadi pasangan yang halal dan juga pasangan yang sah jadi ngapain kalian malu santai aja kali!" celetuk Prilly.
Oktara menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa ia bisa mengikuti dari belakang, ia takut kalau Nanda macam-macam kepada Anara. "Ya udah kamu ikut gabung aja di sini sama kita berdua kita udah lama banget nggak ketemu kita tadi cerita tentang rumah tangga masing-masing ternyata Prilly lagi hamil ya ampun. Alhamdulillah banget nggak nyangka."
"Oh iya selamat ya atas kehamilannya semoga aja Dede bayinya bisa jadi anak yang sehat dan tumbuh jadi manusia yang baik dan manusia yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya."
"Iya terima kasih banyak alhamdulillah mudah-mudahan terkabul dan ya masih lama juga sih lahirannya tapi alhamdulillah senang banget."