
Akbar baru pertama kali ke tempat perabotan rumah tangga maka sebelum mereka ke sana ia searching terlebih dahulu beberapa hari yang lalu untuk mencari tempat yang bagus tapi juga harga yang terjangkau. Akhirnya setelah sekian lama ia menemukan.
Dan..
Akhirnya mereka sampai juga di salah satu tempat yang menjual perabotan rumah tangga, mereka berdua benar-benar kebingungan benda apa yang pertama kali harus mereka beli karena banyak banget tersedia di sini dan harga terjangkau. "Hei kita bahkan beli apa ya kayaknya banyak banget deh barang-barangnya di sini aku jadi bingung mau beli yang dulu yang mana?" ucap Akbar yang berbisik ke telinga Prilly karena mereka belum ada planning sama sekali ketika berada di rumah untuk membeli barang yang mana duluan dan membuat Prilly juga berbisik mengatakan dia juga nggak tahu bakalan beli yang mana dulu.
Seperti orang yang baru saja pertama kali masuk ke dalam dan tak berapa lama penjual pun menghampiri mereka berdua menanyakan keperluan apa yang bakalan mereka beli di sini. Ia menawarkan barang-barang atau keperluan yang sangat penting banget untuk dipakai di rumah dan mereka berdua masih bingung barang apa yang harus dibeli bahkan mereka berdoa meminta rekomendasi barang yang harus dibeli. Lantas membuat penjual toko tersebut kebingungan dan tertawa bingung kenapa ketika ada dua orang yang datang ke tempatnya malah tidak tahu mau membeli apa ia berusaha untuk membantu memberikan pencerahan agar mereka berdua bisa mendapatkan titik penjarahan dan membeli satu persatu barang yang harus dibeli.
Beberapa brosur yang ia pegang kali ini ia berikan langsung kepada Akbar dan Prilly banyak banget perabotan yang ada di ruang tamu atau di dapur karena disini sangat lengkap dan sangat terjangkau harganya pun bagus banget untuk di kantor bahkan dari barang-barangnya sangat cukup baik nanti dipajang di rumah.
"Ya udah kayanya reskuker yang ada di dapur itu udah rusak deh soalnya itu kan bawaan dari rumah Mama jadi ya udah ah kita beli aja yang baru biar nanti kita lebih gampang masaknya." Ketika sudah sampai ke rice cooker mereka berdua pun semakin bingung karena dia cuma 100 cover doang bahkan melainkan banyak banget mereka speaker dan juga berbeda-beda fungsi. Karna selama ini mereka Tahu beres maka dari itu membuat mereka berdua kebingungan harus memilih yang mana band sang penjual memberikan rekomendasi rice cooker yang terjangkau tapi fungsinya juga hampir sama seperti yang lain.
Setelah akhirnya deal dengan satu merek mereknya pun kembali mencari barang-barang pokok yang harus mereka beli di sini yaitu salah satunya adalah kompor karena dia lagi dan lagi mereka belum punya apa-apa karena di rumah mertua udah lengkap jadi mereka teh nggak beli begitu.
"Kayaknya udah banyak banget deh kita belinya ya udah kalau gitu kita masukkan aja ya ke dalam mobil?" Karyawan yang lain membantu Akbar untuk memasukkan barang-barang yang mereka beli kedalam mobil karena mereka tahu kalau pakai mobil itu nggak bisa beli beli barang yang cukup besar jadi mereka beli-beli yang pokok saja dan lebih mudah nantinya sampai di rumah.
Ketika melihat barang-barang yang sudah berada di belakang mobil dan akhirnya selesai juga setelah pilah-pilih sekitar hampir 1 jam-an mereka lega juga ternyata secepat itu membeli barang-barang ini dan cukup merogoh kocek yang cukup banyak tapi nggak masalah demi masa depan mereka yang juga demi kehidupan mereka yang baru untuk menjadi lebih baik.
"Ternyata sulit juga ya menjalani rumah tangga ternyata begini banget banyak banget printilan yang harus kita beli tapi nggak masalah kita harus bisa bekerja keras untuk membeli barang-barang rumah tangga dan aku yakin nanti kamu bakalan menjadi manusia yang lebih berkah lagi karena kamu udah ngebahagiain orang di rumah."
Mereka dengan cepat mengarah ke rumah baru mereka yang udah nggak sabaran banget buat ditempatin.
Akhirnya sampai di rumah dengan barang-barang yang cukup banyak karena belum memiliki karyawan yang bekerja di rumah akhirnya dengan perlahan-lahan mereka menurunkan satu persatu barang tersebut dari mobil dan membawanya masuk ke dalam ketika sudah masuk ke dalam barang-barang tersebut bingung mau ditaruh di bagian mana padahal mereka udah lama hidup tapi seakan-akan kayak orang baru hidup dan baru kelihatan baru lahir.
Perut mereka keroncongan banget rasanya lapar banget buat makan akhirnya Akbar menyuruh untuk Prilly memasak di dapur ia lupa kalau ini udah rumah baru bukan rumah yang udah siap saji dan membuat mereka tertawa keceriaan seperti ini membuat mereka seakan-akan kayak kebahagiaan yang tidak diciptakan tapi tercipta dengan sendirinya. "Ya ampun rupanya kamu lupa banget ya kita ini baru aja pindah di rumah dan juga belum ada apa-apanya di rumah ini jadi untuk sementara kita masih tinggal di rumah Mama, ya kita bakalan tinggal di sini juga cuma kan kita itu perlahan-lahan menata rumah kita dengan baik dan juga semuanya bakalan sapi nantinya, Ya udah kalau gitu aku beli makanan dulu ya di luar kamu ngerapiin aja tapi jangan terlalu berat berat soalnya kamu lagi hamil!" Akbar pun seorang laki-laki yang siap siaga dengan cepat ia keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil untuk memberikan makanan terlebih dahulu karena perut mereka lapar dan terasa banget tenaganya ketika tadi membeli perabotan.
Prilly perlahan-lahan menarik benda-benda yang ia beli tadi bersama Akbar ke tempat yang masih kosong.
Akbar membeli 2 bungkus nasi dan juga air mineral menaruhnya di atas meja karena nggak ada piring maka dari itu bungkus dari rice cooker pun ia taruh di atasnya sebagai alas. Mereka berdua dengan lahap banget memakan nasi bungkus dengan ikan yang seadanya dan mereka bisa sebahagia ini akan yang diciptakan adalah kebahagiaan yang benar ada.
"Ya ampun aku nggak nyangka deh ternyata kita sudah sampai titik ini ya perasaan kita kemarin baru aja salam-salaman sama tamu undangan eh sekarang udah punya rumah dan kamu lagi hamil dan sebentar lagi kita bakalan memiliki seorang anak."
Uhuk-uhuk.
"Ya ampun kalau makan itu jangan banyak omong nanti bakalan kesedak kayak begini ya ampun udah minum dulu minum dulu."
"Gimana itu tandanya aku excited banget buat menyambut nanti rumah baru kita yang bakalan kita tempatin dan juga nanti bakalan buat anak-anak."
Mereka udah nggak sabaran banget buat menyambut rumah baru.