
Entah kenapa di kehamilan yang pertama ini membuat Anara jauh lebih manja dari sebelum-sebelumnya karena entah kenapa perubahan itu sangat signifikan banget. Sebagai seorang laki-laki yang siap siaga ia pun menuruti apapun yang ia mau. "Sebenarnya kamu itu mau apa sih dari tadi kamu cuma pilih-pilih doang nggak beli satupun?"
"Aku juga bingung aku juga nggak tahu kenapa aku enggak pilih satu pun padahal ini udah hampir 1 jam loh di sini. Coba dong kamu sebagai orang yang baik pilihin aku yang mana yang cocok buat aku. Aku 'kan kalau nggak dibantu bakalan bingung sendiri gimana sih?" Bahkan penjaga toko boneka pun bingung dengan 2 orang yang dari tadi tidak membeli satu barang pun hanya sekedar melihat-lihat dan menaruhnya kembali tapi dia cukup sabar karena tahu banget kalau orang hamil bakalan lebih ribet dari pada orang yang gak hamil.
"Ya udah yang ini aja deh Mbak kayaknya lebih bagus deh!" Dengan cepat Oktara pun membayar dan membawanya ke dalam mobil.
Ada hal yang paling lucu ketika berada di dalam mobil membuat perempuan hamil itu sedang tidur dengan cepatnya padahal baru saja dari luar kenapa malah tiba-tiba aneh kayak begini. "Ternyata banyak banget ya tingkah kamu setelah kamu hamil banyak banget perubahan di dalam diri kamu dan kamu rela untuk menjadi manusia yang mau menerima keadaan di saat kamu lagi hamil!" Para mengelus-ngelus puncak kepala Anara dengan sangat gemas lalu mengecupnya singkat.
Ketika sudah sampai niat awalnya ingin menggendong masuk ke dalam rumah tapi karena tidak merasa kuat dan takutnya nanti kenapa-napa kalau dipaksakan maka dari itu ia mencoba untuk membangunkan untuk bisa berjalan sendiri masuk ke dalam. "Ma'af banget aku nggak bisa gendong kamu masuk ke dalam soalnya kamu sekarang udah berat dan berat badannya juga agak banyakan!" Dengan mata yang masih ngantuk dan sebab ia pun bangun dan dibantu oleh Oktara masuk ke dalam rumah dengan perlahan dengan dirangkul.
"Jangan lupa bawain bonekanya buat masuk ke dalam kamar soalnya aku pengen peluk bonekanya." Ia kembali ke mobil untuk mengambil boneka yang sempat tertinggal lalu membawanya masuk ke dalam kamar dan menyuruhnya untuk tidur atau istirahat biar tidak terlalu capek.
***
"Akhirnya capek gue terbayar sudah setelah gue makan makanan yang ada di dalam kulkas untung aja belum habis kalau nggak gue bakalan marah-marah!" sahutnya dalam hati mengatakan hal ini langsung.
Ketika Tiara berkunjung ke rumah mereka berdua membuatnya merasa aneh kenapa Oktara malah terlihat lebih bete dan gak mood lalu dengan cepat ia bertanya. "Kamu kenapa sih Kak kok kayaknya tegang banget deh?"
"Kamu tahu nggak tadi itu pas di toko boneka dia milihnya lama banget sampai aku tuh malu dilihatin sama penjaga toko karena nggak beli-beli satupun. Kenapa sih bisa kayak begitu ya seorang cewek yang lagi hamil perasaan berlebihan banget?"
Tiara langsung tersenyum dan tertawa karena enggak biasanya Oktara bisa seperti ini bahkan membuat seorang laki-laki ini seakan bad mood banget. "Udahlah Kak itu mah udah resiko."
"Loh ternyata ada Tiara ke sini ya ampun ma'af banget ya tadi di kamar soalnya ketiduran." Anara akhir-akhir ini jauh lebih peka ia pun menanyakan apa yang sebenarnya mereka bicarakan ketika ia tadi di kamar.
"Ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari aku? Kamu ceritain ya soal boneka itu aku malu banget tau nggak sih kalau kamu ceritain!"
"Udah Kak sama salah kok santai aja. Lagian juga aku di pihak kamu kok Kak karena kita kan sama-sama seorang perempuan jadi pastinya nanti aku bakalan kayak begitu juga."
"Bagus deh kalau misalkan kamu pihaknya ke aku soalnya seorang laki-laki itu enggak pernah ngerasain yang namanya hamil dan enggak pernah ngerasain yang namanya melahirkan jadi mereka nggak tahu apa yang kita rasakan sebagai kaum perempuan." Asisten rumah tangga pun menaruh minuman yang sudah ia buatkan ketika tadi di dapur lalu menaruhnya di atas meja menyuruh Tiara untuk segera meminum.
"Kedatangan aku ke sini pengen ngajakin Kak Anara aja buat jalan-jalan soalnya aku bete banget di rumah nggak ada temennya dia kerja terus jadi aku sendirian di rumah."
"Beneran kamu bakalan ngajakin aku jalan? Ya udah deh kalau gitu aku ganti baju dulu ya?" Tiara pun mengangguk dan ia langsung dengan cepat masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya karena bakalan jalan-jalan karena jalan-jalan adalah hobi yang bikin selalu happy dan tanpa bete-bete.
"Menurut kalian gimana penampilan aku sekarang?"
"Jadi aku sekarang harus ganti baju terlebih dahulu? Yaelah masa aku harus ganti baju sih bakalan lama dong lepasnya?" Tidak ada kata toleransi dan menggeleng. Anara masuk ke dalam kamar mengganti pakaiannya sesuai dengan keinginan dari Oktara mencari di bagian dalam lemari.
15 menit kemudian...
"Ya udah kalau gitu kita berangkat dulu ya Kak aku pinjem dulu nih nanti aku bakalan balikin."
"Ya udah kalau gitu hati-hati ya pulangnya jangan terlalu larut nggak baik buat anak kita."
"Tenang aja Kak nanti aku kembaliin tepat waktu kok!" Tiara yang membukakan pintu mobil mempersilahkannya untuk masuk ke dalam lalu mereka pun berangkat.
Ketika berada di dalam mobil Tiara mengatakan Oktara benar-benar berubah banget dan ucapan tersebut sudah sering ia katakan sehingga membuat orang-orang yang ada disekitarnya merasa ini sangat keseringan. "Bahkan dia jauh lebih posesif dari pada yang dulu 'kan kamu tahu sendiri dia itu orangnya kayak aneh gitu kan dulunya kayak gimana gitu tapi sekarang kayak berubah gitu aku juga nggak tahu sih kenapa!"
"Aku sudah sering bilang kalau dia itu orangnya gengsian jadi ya emang gitu harus di pancing dulu biar bisa tau dan sadar. Emang rada terlambat tapi ya sudah lah ya dari pada enggak sama sekali?"
Obrolan semakin lama semakin dekat bahkan hampir sampai pun mereka tidak sadar karena saking seringnya ngobrol dan nggak kerasa.
Oktara
"Jangan sering jalan-jalan nanti bakalan capek pokoknya harus jagain dia ya Tiara."
"Kamu kenapa kok senyum-senyum kayak begitu?"
Tiara memperlihatkan pesan teks yang masuk ke dalam ponselnya ternyata dari Oktara mengatakan untuk menjaga Anara. "Ya ampun, kenapa dia jadi posesif begini ya? Menurut aku dia aneh banget tapi lucu sih enggak masalah juga yang terpenting jangan terlalu berlebih-lebihan banget."
"Pokoknya Kak Oktara kalau udah sayang sama orang lain cinta sama orang bakalan the best banget deh bahkan melebihi dari orang-orang." Mereka masuk ke dalam mall, rasanya sejuk banget ketika berada di dalam.
Hal yang pertama mereka lakukan adalah melihat barang-barang yang sering dijual untuk perempuan yang membuat langsung terpanah. "Kak menurut Kak Anara bagus gak?"
"Kamu suka? Bagus sih. Ya udah ambil aja kalau menurut aku."
"Kak Anara mau juga?"
"Gak usah deh kamu aja aku 'kan cuma nemenin kamu doang. Ya udah kamu tinggal pilih aja yang mana yang bagus."