Anara & Oktara

Anara & Oktara
57. Ditolak Keras



Nanda menghubungi Nadia untuk mengajak ketemuan dan ia pun mengarah ke tempat dimana mereka ketemuan tersebut. "Semoga aja berhasil. Gue gak akan pernah tinggal diam!" Sebuah pesan sudah terkirim dan ia siap untuk bertemu dengan Nadia, orang yang mungkin akan membantunya nanti.


Nanda sengaja mengajak Nadia untuk ketemuan karena ada hal penting yang ingin ia bicarakan sengaja ia mengirimkan sebuah notifikasi karena ia kemarin baru saja mendapatkan sebuah pesan dari nomor yang tidak ia kenal ia yakin banget kalo nomor tersebut dari nomor Nadia orang yang tidak sengaja ia temui.


Ia sengaja menunggu di tempat ketemuan mereka sambil memainkan ponsel dan juga memesan minuman yang belum ia minum sama sekali.


Tak berapa lama kemudian dengan cepat ia berdiri ketika Nadia sudah datang dari kejauhan ia mempersilahkan untuk duduk dengan wajah yang sangat bahagia dan juga tersenyum niat hati sudah ia pikirkan dari 2 hari yang lalu.


"Sorry banget kalau misalkan gua ajak ketemuan lagi dan gue pengen nawarin sesuatu sama lo tapi gue harap lo mau dan gue yakin banget semua ini bakalan berhasil dengan cepat!" Ia sudah menyusun rencana dengan sebaik mungkin agar hal yang dia lakukan ini berhasil dan balas dendam akan terbayarkan dan yang paling penting adalah ia akan menjadi orang yang benar-benar yakin kalau Oktara bakalan berpisah dan juga nggak akan pernah bahagia bahkan sampai kapanpun karena sudah merusak kebahagiaannya dan melumpuhkan segalanya.


"Kalau boleh tahu apaan sih yang kalau pengen tawarkan sama gue Gue sama sekali gak ngerti apalagi kita kan baru aja kenal bahkan dalam beberapa hari aja kenapa lo bisa ngomong kayak gitu langsung dan pengen ngajakin kerjasama sama gue?"


Nanda menunjukkan sebuah foto yang tersimpan di dalam galeri lalu menunjukkan langsung kepada Nadia foto tersebut adalah foto kebersamaan bersama Oktora belum seperti sekarang. Ia menceritakan tak sedikit foto tersebut adalah foto kenang-kenangan dan foto yang terakhir bersama antara mereka sangat bahagia banget bahkan mereka masih mencintai dan saling sayang ketika laki-laki yang sudah tidak pantas untuk ia dapatkan dan ia kejar dan memiliki seorang pasangan. "Gue sama Oktara menjalani hubungan sebelum dia menikah bahkan setelah menikah pun gue masih menjalin hubungan gue sebagai perempuan memang terlihat bodoh banget masih mencintai laki-laki yang sudah menikah dan sampai sekarang pun gue memiliki perasaan yang sama. Gue nggak akan pernah melupakan dan nggak akan pernah terlewatkan sedikit mencintai dia sampai kapanpun."


"Nah poin utamanya adalah gue pengen ngajakin lo untuk menghancurkan rumah tangga mereka karena mereka nggak berhak buat bahagia!"


"Gue pengen banget merusak hubungan mereka berdua karena biar mereka tahu apa yang kita rasakan selama ini itu sakit banget dan gue juga nggak mau kalau sakit hati gue ini belum bisa terbayarkan!"


Karma!


Ya sebuah karma yang akan mereka dapat ketika mereka melakukan sesuatu hal yang buruk atau lebih itu adalah hal yang sakral di dalam rumah tangga orang lain perempuan mana yang mau dirusak rumah tangga oleh orang yang selama ini menjadi penghalang hubungan mereka dan Nadia nggak mau untuk melakukan itu yang ditawarkan oleh orang yang baru saja ia kenal Yang ada dihadapannya sekarang.


Kebahagiaan sudah berada di depan mata bahkan kebahagiaan yang ia ingin dapatkan selama ini ia dapatkan di laki-laki yang lain bukan di laki-laki yang ia mau.


"Ma'af gue sama sekali enggak bisa terima buat kerja sama, sama lo!" tolakan yang dilontarkan oleh Nadia sangat begitu keras tanpa jeda sedikitpun ia menekankan tidak mau untuk ikut campur.


Nanda merasa tak terima ia pun mencoba untuk menghalangi Nadia kenapa ia bisa tiba-tiba tahu di mana dia bekerja. "Gue pengen ngajak lo kerjasama supaya nantinya ketika lo----"


"Sudahlah bukan wilayah gue lagi buat balik ke masa lalu gue enggak mau sakit hati dan gue juga pengen bahagia sama seperti orang lain udah cukup jangan ganggu hidup gue!" Nanda menarik paksa tangan Nadia anak tidak terima kedatangannya kemari udah jauh-jauh tapi tidak mendapatkan hasil itu seakan percuma maka dari itu ia mendekatkan diri dan mengajaknya untuk duduk di tempat yang sudah disediakan dan ia menunggu dari tadi. Suaranya berubah menjadi datar dan tatapannya sangat tajam banget berharap Nadia mengikuti apa yang ia mau karena rencana ia bakalan mengajak untuk bekerjasama sesuai apa yang ia inginkan ketika berada di rumah.


"Lo yakin nggak mau balas dendam? Mereka bisa rusak loh? Emangnya lo gak mau?"


"Gue udah bilang kalau gue gak mau, gak mau buat balas dendam gue udah bahagia sebentar lagi gue bakalan nikah. Dan lo gak usah sok bikin sesuatu yang menggiring opini yang tidak baik, oke?"


"Karna sudah panjang lebar dengan cepat Nadia pun meninggalkan Nanda yang menurutnya gak penting gak toxic banget!"


"Hei lo mau kemana sih lo harus bantuin gue buat merusak rumah tangga mereka berdua!"


"Gue nggak bisa merusak hubungan orang lain kita posisikan aja diri kita kalau kita dirusak sama orang lain kayak gimana kita bakalan marah kan sama orang lain itu sendiri? Sebelum karma berlaku lebih baik kita mundur dan jangan pernah bikin kegaduhan karena menurut gue kegaduhan itu bakalan balik ke diri kita sendiri atas apa yang kita lakukan apa yang kita tanam itulah yang kita tuai! Jadi menurut gue jangan berpikiran yang nggak baik sama orang lain dan ada rencana buat merusak karena kita bakalan tahu sendiri gimana nanti bakalan kita yang ngerasain kita bakalan sakit hati nantinya!" ucapan Nadia sangat keras banget mengatakan hal ini langsung seakan-akan ia yakin apa yang diucapkan ini adalah hal yang benar dan tidak mau merusak orang lain karena menurutnya orang lain juga merasakan kebahagiaan yang sangat baik.


"Kenapa sih jadi orang nyebelin banget gue paling nggak suka kalau di giniin gue pengen dia tuh enggak bahagia kenapa sih susah banget buat merusak hubungan mereka berdua, gue nggak pernah ngerasain bahagia yang sangat menyeluruh!" batin yang merasa sangat kesal banget karena sampai kapanpun dan sampai di manapun nggak akan pernah bersama itu yang pengen ia raih dan pengen dianjurkan dengan cepat.