A Big Love From A Cool Policeman

A Big Love From A Cool Policeman
BAB 9 MELAMAR



Pagi ini Rara mendapat pesan dari nomor tidak dikenal.


dari: +62856********


Rara Ini aku Iqbal


tolong save nomor ini


habis ini aku jemput kamu sekalian ada yang mau aku bicarakan dengan nenek


apa yang mau ia bicarakan dengan nenek? apa dia mau mengatakan tentang perjanjian itu...kenapa dia seenaknya begitu sih...


Sebelum ia bersiap ia berinisiatif menghubungi Lukman. Ia hanya ingin memastikan apa yang mau dia bicarakan dengan neneknya.


" kayaknya nggak ada yang penting deh Ra.. kamu jangan khawatir. Lagian apa salahnya kalau nenek ku tahu jika kalian ada hubungan"


kata Lukman di telfon


" nenek pasti akan marah pada saya...hubungan kami kan cuma pura pura" jawab Rara makin khawatir.


" siapa tahu akan berlanjut...lagi pula aku mendengar tentang masalah kamu itu Ra... ya...siapa tahu Iqbal mau ngasih solusi"


" masalah saya yang mana dulu nih pak...masalah saya tuh banyak...hehe..."


" kamu tuh.ya! masalah apa lagi ya masalah kamu yang mau nyari tempat tinggal sendiri itu...memang kamu nggak takut tinggal sendirian. Kata Iqbal di daerah kamu sekarang rawan perampokan dan pem*****an.Aku yakin Iqbal itu khawatir sama kamu..."


Rara diam beberapa saat. Ia memikirkan niatnya yang ingin mencari tempat tinggal sendiri.Bagaimana ia tidak kepikiran, sekarang saja ia tidak lagi bisa tidur di kamarnya.Kamar itu sekarang ditempati oleh Bang Soleh dan istrinya. Rumah ini memang kecil dan hanya memiliki dua kamar saja. Dan sebenarnya ketika Rara memberikan kamarnya untuk Bang Soleh, Bang Soleh dan istrinya terang terangan menolak. Tapi Rara memaksa mereka hingga mereka akhirnya mau.Kini Rara tidur di ruang tengah dekat televisi. Sementara nenek tidur dengan cucunya yang besar.


Pada akhirnya mau tak mau ia harus segera keluar dari rumah itu. Dan ia sadar itulah masalah terbesarnya saat ini. Disisi lain ia siap jika harus tinggal di tempat kost. Tapi di sisi lain sedang ada kasus yang menggemparkan yang membuat nya ngeri dan takut. Ia tidak mungkin bisa tinggal sendirian untuk saat ini.


" halo Ra... kamu masih di sana kan?"


" i..i..ya pak lukman ..maaf..."


"Ra..." nada suara Lukman merendah dan sedikit gusar...


" iya pak...ada apa ?"


" kalau seandainya Iqbal mengajak kamu menikah bagaimana?!"


" apa? menikah? "


" ya...supaya kamu aman...lagian Iqbal juga membutuhkan seorang istri saat ini! kamu bisa menjadi pacar sekaligus istri pura pura nya...! kamu bisa mendapat honor yang lebih besar lagi! bahkan kalau kamu mau kamu bisa minta dibelikan sebuah rumah! "


Rara kembali terdiam untuk beberapa saat. Ia kembali berpikir keras. Sesaat hatinya mengatakan bahwa itu memang jalan terbaik. Namun sesaat ia berpikir apa ia perempuan serendah itu sampai harus rela dinikahi orang yang jelas jelas hanya membutuhkan dia karena ada kepentingan. Bahkan ia mendapat honor dari pekerjaan itu.


Dia tidak percaya kalau Iqbal sudah punya penggantinya. Bahkan Iqbal terlanjur mengatakan kalau ia akan segera menikahi gadis itu. Dan hari ini selain ketemu dengan ibu tirinya ,ia juga akan mengajak kamu bertemu dengan Kinan, mantannya itu"


"jadi gitu ya ceritanya..."


Belum sempat ia melanjutkan kata katannya, mbak Dewi memanggilnya karena ada pak Iqbal yang sedang menunggunya. Akhirnya ia mengakhiri panggilan nya pada Lukman.


Ia bergegas mandi dan mengganti pakaiannya. Ia menggunan celana jeans biru dan atasan blus sederhana warna coklat serta tas slempang yang biasa ia gunakan untuk berjualan,ia juga memakai sepatu warna hitam putih satu satunya yang dia punya.


Sebuah mobil putih terparkir di depan rumah. Sedang pemiliknya sedang asyik ngobrol dengan nenek dan mbak Dewi di ruang tamu.Rara muncul dan seketika seluruh mata menatapnya. Ia duduk di samping neneknya.


Iqbal duduk tepat di depannya.


" nek...saya minta maaf sebelum nya jika yang akan saya katakan ini begitu mendadak dan akan membuat nenek kaget nantinya" begitu Iqbal membuka percakapan serius itu.


" sekarang saja nenek sudah kalian buat kaget. Sebenarnya kalian ini ada hubungan apa sih..." jawab nenek melirik Rara dan Iqbal bergantian.


Rara hanya diam memperhatikan.


" jadi sebenarnya nek...saya dan Rara memang ada hubungan spesial" kata iqbal dan matanya jauh menatap Rara dalam.


"oh ya? sebenarnya nenek sudah curiga sejak tahu kalian sudah saling kenal..."


" dan sekarang...saya berniat untuk memperistri Rara nek...!"


Tiba tiba Rara seolah susah bernafas. Ia seakan berada dalam situasi yang amat sangat pelik.Matanya nanar menatap manik hitam Iqbal. Ia bahkan dapat melihat sesuatu yang aneh di sana. Kenapa ia justru melihat sebuah keseriusan. Hatinya berdecak tak karuan. Jantungnya seakan berirama lebih cepat dari biasanya. Hingga suara nenek mengagetkannya.


" sebenarnya nenek merasa tidak pantas ,.jika nak Iqbal harus meminta restu pada nenek...tapi karena Rara sudah tidak punya siapa siapa lagi jadi neneklah yang bertanggung jawab atas Rara. Dan itu adalah bagian dari janji saya pada almarhumah ibunya." nenek menahan air matanya seraya menatap Rara yang juga mulai berkaca kaca


Iqbal merasa semakin besar rasa ibanya pada gadis itu. Entah apa yang membuat dia ingin selalu melihat senyum nya dari pada harus melihat air Matanya. Iqbal menahan perasaannya dalam hatinya yang paling dalam.


"sekarang semua terserah Rara... nenek menyerahkan semua pada Rara..." lanjut nenek dan seketika semuanya menatapnya dalam menunggu jawabannya.


Rara kembali berpikir. Ia menyebut nama ibunya berharap keputusannya ini adalah yang terbaik.Ia memang mengagumi sosok polisi ganteng yang ada di depannya itu. Tapi bukan berarti ia ingin memiliki dia apalagi dengan jalan yang seperti ini. Bahkan ia merasa tak pantas walaupun semua ini hanya pura pura.


Tapi jika jalan ini adalah yang terbaik ia kembalikan semua pada Yang Maha Kuasa karena Dialah yang akan menentukan baik buruknya keputusan ini. Ia terus berdoa sebelum mulutnya mengeluarkan kata kata.


"saya...minta maaf sebelum nya..nek..." Rara kembali terdiam, "jika ini yang terbaik buat saya ...saya bersedia menjadi istri pak Iqbal..."


penasaran .....!!!


doakan saya sehat selalu biar bisa update tiap hari. ....