A Big Love From A Cool Policeman

A Big Love From A Cool Policeman
BAB 10 CANTIK



Di dalam mobil Rara duduk sambil matanya fokus menatap jalanan. Ia masih memikirkan apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Bagaimana bisa ia menerima lamaran Iqbal. Meski itu hanya pura pura. Ia bahkan tak bisa memikirkan masa depan yang baik untuknya.


Ia terus berpikir tentang pernikahan itu. Ia masih berusia 21 tahun, Bagaimana bisa ia akan menikah di usia yang masih muda. Lalu bagaimana jika nanti masa pura pura nya sudah habis. Ia akan menjadi janda dan orang lain akan memandangnya sebelah mata.


Sebenarnya ia tak mau berpikir hingga sejauh itu tapi jika ia tak memikirkan nasibnya sendiri lantas siapa lagi yang mau memikirkannya. Seandainya saja ibunya masih ada mungkin ia tak akan pernah merasa sendiri.


Matanya masih menatap keluar. Dilihatnya sepasang muda mudi tengah tergelak di atas sebuah motor. Itulah impiannya dulu. Memiliki seorang kekasih yang mencintainya dengan tulus, dengan sederhana. Bukan cinta setengah hati atau bahkan cinta yang tak akan bisa ia miliki.


Orang di sampingnya hanya diam. Fokus menatap jalanan. Entah karena ia memang sedang fokus atau pikiran nya justru memikirkan hal yang sama dengan gadis di sampingnya. Ekor matanya sesekali melirik ke arah Rara. Mencoba mencari tahu apa yang sedang dipjkirkannya.Tapi ia tetap diam tak ingin menanyakan apapun.


Mobil berhenti di sebuah mall besar. Belum juga mereka akan keluar, Iqbal mengeluarkan suara.


"sebelum kita turun aku punya satu permintaan!"


"iya...apa itu pak?"


"mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan ' bapak' lagi. Dan jangan pakai kata kata ' saya' lagi...itu terlalu formal untuk sepasang kekasih"


Rara tampak sedikit berpikir. Ia memutar bola matanya. Mencoba mencari panggilan yang pas untuk mereka berdua.


" kok kamu ga jawab!"


" Saya lagi mikir kira kira panggilan apa yang sesuai untuk bapak... "tukasnya


Iqbal menoleh. Menatap ke arah Rara dengan tatapannya yang tajam.


" gitu aja kok pake mikir..."keluhnya kemudian


"lah! memangnya semudah itu merubah panggilan yang sudah ada. Apalagi saya nggak pernah loh pak manggil seorang pacar.Saya tuh nggak pernah pacaran ya...memangnya bapak mau saya panggil Bang... kaya saya manggil Bang Trisno, Bang Jono, Bang Soleh dan Bang Bang lainnya.Mau?" Rara menaikkan nad suaranya.


"kenapa sih perempuan itu aneh dan...."


" dan apa..?"


Iqbal tidak menjawab. Ia diam tapi matanya terus menatap gadis di sampingnya intens.


Sedang yang ditatap menjadi salah tingkah.


" oke..oke..aku panggil 'mas ' gimana? "


"kenapa bapak senyum senyum gitu?!" tanya Rara masih dengan nada kesal.


" kok bapak lagi...?"


" e...iya maaf" Rara menutup mulutnya, " maafkan aku mas Iqbal... " lanjutnya manja dan hal itu sontak membuat Iqbal tertawa kecil sambil menggelengkan kepala. Dan Rara kembali terpesona.


Keduanya keluar dari mobil dan masuk ke dalam mall yang besar itu.Jujur saja meski Rara lahir dan besar di kota ini, ia tak pernah sekalipun menginjakkan kakinya di tempat seperti ini.Tempat ini begitu luas dan terang benderang.Bahkan orang jelek pun akan terlihat cantik di sini saking terannya.


Rara mengekor di belakang Iqbal karena ia tak mau salah jalan. Iqbal membawanya naik ke lantai 4.Mereka menuju sebuah outlet yang menjual berbagai macam pakaian, sepatu dan tas.Seorang karyawan menghampiri mereka.


"selamat pagi ada yang bisa dibantu..."sapa karyawan yang usianya tak beda jauh dari Rara itu ramah.


" mbak tolong carikan dia pakaian yang bagus.Soalnya saya mau pertemukan dia dengan mama saya. Kakau dia protes karena kahalan jangan hiraukan yang penting sesuai dan cocok untuk dia" kata Iqbal seolah ia tahu apa yang akan dipikirkan Rara begitu tahu jika tempat ini menjual barang barang yang


mahal.Rara tampak mendengus kesal.


Karyawan itu membawanya masuk ke dalam. Sedang Iqbal menunggunya di ruang tunggu di depan butik.


Lama Rara di dalam.Semua baju tidak ada yang sesuai pilihannya.Karena yang ia cari tentu bukan barang mahal.


" mbak kapan cocoknya kalau mbaknya nolak melulu.Kan pacarnya tadi sudah bilang nggak usah lihat harga." kata mbak oenjaga toko itu. Rara tampak berpikir.


"ya sudah terserah mbak saja saya ngikut asal jangan yang mahal banget..."


"tuh kan mbaknya sendiri yang bikin lama. Kalau saya jadi mbak saya akan pilih yang mahal, kalau petlu saya akan minta 5 sekalian!'


Mereka tertawa bersama.Dan akhirnya pilihan jatuh pada gaun berwarna ungu muda dengan motif bunga bunga tipis warna merah.Rara mencoba dress cantik itu. Lalu ia kelyar damn menunjukkan kepada Iqbal.


Iqbal sedang menerima telfon. Jadi ia menunggunya di tempat duduk yang tadi diduduki Iqbal. Setelah selesai dengan panggilan nya Iqbal kembali.Betapa terkejutnya ia melihat Rara dengan gaun indsh itu.Ia melihat gadis itu dari jauh dan yang diperhatikan tak menyadari hal itu.


Iqbal terhipnotis dan hanya mampu mengucapkan satu kat


" cantik..."


Terimakasih atas dukungannya...


tunggu lanjutannya ya****. ...