
Seorang wanita parubaya berusia sekitar lebih dari empat puluh tahun, masuk ke restoran. Di dalam restoran telah duduk Iqbal bersama Rara. Mereka duduk bersebelahan.
Rara terlihat manis dengan gaun pilihannya tadi.Riasannya juga sederhana dan tampak segar.Rambutnya digerai setalah tadi sempat merasakan perawatan salon. Rambutnya yang memang sudah lurus tampak hitam berkilauan.Aroma wangi pun kini melekat di seluruh tubuhnya. Ia menjelma menjadi gadis modern yang mempesona.
Wanita itu adalah ibu Henny, ibu tiri Iqbal. Setelah ayah Iqbal meninggal ,ayah mertuanya memberikan ia sebuah apartemen, sebuah mobil mewah dan sejumlah uang dalam bentuk deposito. Wanita iltu lantas pergi ke luar negeri dengan alasan ingin berbisnis untuk melupakan kenangan bersama suaminya yaitu ayah Iqbal.
Kini ia kembali dan ingin menjodohkan Iqbal dengan anak sahabatnya, setelah tahu jika sebelum meninggal kakek sempat memintanya untuk segera menikah.
Iqbal masih ingat betapa jahatnya wanita itu.Tapi ia masih menghormati ayahnya sehingga ia tak pernah mencari masalah dengannya. Hanya sekali wanita itu benar benar pernah menyakiti hatinya.Dia pernah hampir membakar pakaian dan barang barang peningglan almarhumah mamanya.Dan hal itu benar benar telah menyakiti hati ya hingga ia bersikap dingin pada wanita itu, bahkan hingga kini.
Kalau sekarang Iqbal menghiraukan ibu tirinya, itu semata mata karena ia ingin menolak perjodohan itu. Iqbal lantas mengatakan jika ia telah memiliki seorang kekasih. Kemudian ia tak bisa menolak ketika ibunya meminta nya memperkenalkan kekasih yang sebenarnya tidak ada itu padanya.
Mereka bertemu di sebuah kafe yang berada di dalam mall yang sama tempat mereka mencari gaun untuk Rara tadi. Mall ini juga dekat dengan hotel tempat mama Henny menginap. Wanita itu sendiri yang memilih tempat ini.
Rara mencoba bersikap mesra kepada iqbal layaknya sepasang kekasih.Ia menyalami wanita itu dan memperkenalkan dirinya. Sedang wanita itu menatapnya intens penuh interogasi.Seketika jantungnya bergetar hebat.Tapi ia mencoba tenang. Ia ingat kata Iqbal bahwa ia tidak boleh tegang.
" Iqbal bilang kau manajer disalah satu kafe Iqbal yang dikelola Lukman ya?"
" benar tante,!" jawab Rara singkat.
"berapa usia kamu sayang? " tanya wanita itu lagi.
"saya 24 tahun tante" lagi lagi Rara bohong sesuai dengan intruksi dari Iqbal.
" kalau tante lihat Sepertinya kamu lebih pantas jadi mahasiswa"
" kenapa? Saya masih kelihatan muda ya tante...? dulu ketika pertama ketemu, mas iqbal malah bilang saya seperti gadis SMA.!" jawabnya tersenyum kecil seraya melirik ke arah Iqbal dan tentu saja Iqbal puas dengan jawabnya meskipun kalimat terakhirnya tidak pernah ia minta.
Seorang pelayan datang menyodorkan bumu menu.
" kita pesan minuman aja ya sayang ..hm...minuman yang biasa kita pesan.." kata Rara dengan manja dan lagi lagi sontak membuat ia puas.
" tentu dong sayang " jawabnya tak kalah manja.Ia melirik mama tirinya yang mulai tidak nyaman," mama mau apa?"
" mama kapucino aja deh..."
Beberapa saat Kemudian pesanan datang. Rara bergegas meneguk minumannya yang baru kali ini ia rasakan.Minuman yang kata Iqbal adalah favoritnya. Ternyata minuman itu enak dan yang pasti mampu membasahi kerongkongannya yang mengering dari tadi.
" Saya dengar dari Lukman kamu yatim piatu ya?"
" iya tante...tapi saya masih ada nenek kok!"
"lalu kalau Iqbal mau melamar kamu ntar bagaimana?" tanya mama Henny
khawatir.
"kami sudah bertunangan " jawab Iqbal mantap menunjukkan jari krinya dan juga jari kiri Rara. Disana sudah melingkar masing masing sebuah cincin yang dibeli Iqbal tadi secara dadakan.Sepasang cincin sederhana yang indah dan cantik.
" aku akan menikahinya dalam minggu ini. Bahkan Lukman sudah mendaftarkan pernikahan kami di KUA setempat. Aku ingin secepatnya menjadikan dia istriku karena aku tidak mau ada menyakiti dia.Karena akulah orang pertama yang akan maju jika dia tersakiti. Dia kekasih ku dan akan menjadi belahan jiwaku selamanya!"
Rara menoleh dengan cepat ke arah Iqbal. Entah kenapa kata kata itu begitu indah di telinganya.Meski ia tahu itu hanya sandiwara.Iqbal juga menyentuh tangan kirinya seolah memberi kekuatan dan seketika hatinya semakin menghangat.Bahkan seketika ia seolah mendapat kekuatan baru. Ia siap menjawab semua yang ingin ditanyakan mama Henny padanya.
Sementara mama Henny tak pernah menyangka jika anak tirinya itu sudah melangkah sejauh itu. Hal itu membuat ia bungkam.Seolah telah kalsh ia tak berani menanyakan hal hal yang memojokkan Rara. Ia akhirnya memilih menjadi ibu tiri yan baik yang nengiyakan semua jat anak tirinya.
Sementara sepasang anak manusia yang masih bersandiwara itu terus menunjukkan kemesraan mereka.
Obrolan berakhir begitu mama Henny menerina panggilan telfon dari seseorang. Ia bangkit dari duduknya dan segera meraih tasnya.
" oke Iqbal.. Sepertinya mama harys pergi..mungkin besok mama kembali ke Amerika.Jadi hari ini mama harus sudah ada di Jakarta. "
" oke ma..." iqbal dan Rara bangkit dari duduknya dan menyalami mana Henny.
"Iqbal... kalau kamu memang mau menikah dalsm minggu ini mama minta maaf..mungkin mama tidak bisa hadir di pernikahan kalian.Mama sibuk akhir akhir ini.Tapi kamu harus tetap memberi tahu ma ma. Mama akan kirim hadiah.!"
Sebelum pergi wanita itu mencium kedua pipi kiri dan kanan Rara. Kemudian ia berlalu sambil tak lupa menebar senyuman. Entah itu senyuman tulus atau tidak. Yang jelas perannya kali ini membuat hatinya puas.Tapi belum selesai, masih ada yang ia harus hadapi. Sebentar lagi ia akan kembali memerankan diri sebagai kekasih Iqbal dengan lebih baik dan lebih mesra tentunya.
Jangan lupa like ya....