
" mendingan kita makan dulu ...udah jam makan siang nih.."ajak Lukman, tapi begitu dua pria itu hendak menyentuh makanannya Rara menghentikannya.
" tunggu dulu pak...!"
Kedua orang yang ada di depannya itu terkejut.
"maaf pak...mungkin bapak salah orang. Saya tidak punya teman seperti yang bapak inginkan.Saya tidak bisa membantu bapak...teman teman saya semua kalangan bawah pak...! jadi mungkin jika bapak membutuhkan perempuan yang cantik dan sosialita bapak cari ke tempat lain saja."
Sontak Lukman dan Iqbal tertawa.Mereka saling berpandangan dan perempuan di depan mereka masih dalam mode bingung.
Ia tak tau apa yang ditertawakan keduanya.
" Ra..Ra.. kamu tuh lugu banget deh! udah makan dulu kamu! nanti habis makan kita bahas lagi " ujar Lukman
Rara tidak lagi peduli apa yang mereka tertawakan barusan.Ia langsung memakan makanannya tanpa bertanya lebih jauh lagi.
Perutnya memang sudah keroncongan karena ini sudah masuk jam makan siang.
Segera ia habiskan makan siangnya.
Selesai makan Lukman membuka kembali obrolan yang sempat tertunda itu.
" jadi langsung saja ya Ra..yang kita mau itu kamu yang menjadi kekasih Iqbal. "
"apa?!saya?!..." Rara membulatkan matanya.
" iya Ra.. tapi hanya pura pura saja.Cuma untuk sehari itu saja kok.mungkin cuma beberapa jam saja. Cuma untuk ketemu ibu tiri Iqbal doang! habis itu ya udah kelar...kita sudah tidak ada urusan lagi. " kata Lukman menjelaskan.
"untuk honor kamu jangan khawatir...saya kasih kamu 25 juta!"
Akhirnya setelah berpikir lama, ia mengambil sebuah keputusan.
" oke saya mau pak"
Dua orang pria itu sontak begitu bahagia.Mereka akhirnya mendapat apa yang menjadi tujuan Mereka. Bahkan Iqbal yang diam saja sedari tadi itu tampak tersenyum dan mengucapkan Terimakasih oada Rara.
Pertemuan itu berakhir ketika Iqbal menerima panggilan telpon dari seseorang. Tak lama ia pun pamit dan mengatakan tidak bisa mengantar Rara pulang.Jadi Lukman yang harus mengantarnya.Mereka juga sempat bertukar nomor telpon.Kemudian Lukman mengantar Rara sampai di tempat Bang Trisno.Ia mengucapkan Terimakasih pada Lukman sebelum turun dari mobil Lukman yang berwarna hitam.
Di rumah Rara dikejutkan oleh kedatangan seseorang. Dia adalah Bang Soleh,putra tunggal nenek siti.Bang Soleh selama ini merantau ke Pulau Kalimantan dan tak pernah memberi kabar.Jika hari ini ia pulang itu adalah hal yang begitu menggembirakan bagi nenek siti.Ia bisa melihat itu dari sorot matanya.
Sedang yang menjadi masalah bagi Rara adalah kedatangan Bang Soleh yang tidak sendiri melainkan berempat bersama istri dan dua anaknya.Apalagi bang Soleh bilang mereka tidak akan kembali ke Pulau Kalimantan dan akan menetap di sini.Ia merasa tempatnya di rumah ini memang harus sudah sampai di sini.
Meski Bang Soleh tidak memintanya tapi ia tahu itu pasti akan terjadi. Jadi ia berjanji pada Bang Soleh dan nenek Siti ia akan mencari tempat tinggal lain.
Rumah ini memang sempit jika harus ditinggali oleh banyak orang.Jadi memang mau tidak mau ia harus mencari tempat tinggal dengan uang yang akan dia dapat dari Iqbal dan Lukman.
" Rara sudah dewasa nek...Rara bisa menjaga diri kok...nenek jangan khawatir.Lagipula Rara nggak akan mencari tempat yang jauh dari sini kok nek..." ujar Rara menenangkan neneknya yang sedari tadi terus menangis.
" maafkan nenek ya...nenek tidak bisa menjaga kamu lagi..."
" siapa bilang nek...nenek satu satunya keluarga yang aku punya...cuma nenek tempat Rara bersandar.Justru nenek adalah pahlawan buat Rara. nenek tidak perlu minta maaf. Harusnya Rara yang minta maaf,karena belum bisa membalas semua kebaikan nenek selama ini..."
Dan sore itupun berlalu dengan isak tangis dari Rara dan neneknya. Begitu pula Bang Soleh, ia juga sedih tapi Rara mencoba menenangkannya.
Ditunggu lanjutannya ya...
jangan lupa vote dan like..