
Pagi ini seluruh warga di kampung tempat tinggal Rara digegerkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan muda di dalam sebuah rumah kos.Semua orang termasuk ia dan neneknya melihat ke TKP.Istri Bang Soleh memilih di rumah menjaga anak anaknya.
Di TKP sudah banyak orang.Rara menggandeng tangan neneknya agar tidak terpisah. Ia tidak mau jika neneknya yang sudah tua itu tiba tiba menghilang lalu berdesak desakan dengan banyak orang. Atau nanti bisa juga neneknya akan terjatuh.
Maka dari itu ia pegang erat tangan neneknya.
Tapi, memang dasar nenek adalah orang yang tak mau kalah ia semakin maju menuju kerumunan orang orang. Hingga akhirnya tangannya terlepas dari cucunya.
Rara begitu panik mendapati neneknya tak ada bersamanya.Ia berteriak memanggil neneknya sambil berlari kesana kemari.Matanya terus berputar ke segala arah. Ia tak menemukan neneknya.
Ketika ia hendak berbalik lalu melangkah, ia menabrak seseorang. Aroma parfum yang akhir akhir ini sering ia nikmati kini hadir kembali.Membuat nya melayang untuk ke sekian kalinya.Pikirannya kemana mana hingga ia lupa kalau sedang kehilangan neneknya.
" maaf" katanya dan lelaki berseragam polisi itu memegang bahunya karena ia hampir jatuh.Mata mereka bertemu.Rara gemetar begitu tahu siapa yang sudah ia tabrak.
Ya Tuhan kenapa orang ini selalu mempesona...
Rara membatin dalam hati., Tubuhnya tiba tiba membatu bibirnya membisu. Ia merasa berada di dunia berbeda. Matanya tetap terkunci pada satu titik.Hingga suara merdu itu membangunkannya.
" hai....apa yang kamu cari?"
Rara terperanjat.Ia salah tingkah dan baru menyadari bahwa ia telah kembali ke dunianya.
"ma..maaf pak!"
" lain kali kalau jalan hati hati! " jawabnya seraya melangkah pergi begitu saja.
nih orang lupa apa gimana ya...aku ini kan pacarnya...biar cuma pura pura apa pantas dia cuek begitu...haduh dasar orang ganteng mah bebas...
Rara baru ingat akan keberadaan neneknya.Ia segera masuk ke kerumunan orang orang. Ia mencari neneknya di sana tpi nihil.Ia tak menemukan neneknya. Ketika air Matanya hampir jatuh ia dikejutkan seseorang yang menepuk pundaknya.Ia menoleh.
" nenek!!" pekiknya seraya mendekat ke arah neneknya lalu memeluk wanita tua itu.
Beberapa saat ia baru sadar jika neneknya tidak sendiri. Di sampingnya telah berdiri seseorang. Seseorang yang beberapa saat lalu membuat ia melayang sekaligus membuat hatinya kesal.
" pak Iqbal! " katanya
Rara diam tak menjawab.Entah kenapa ia begitu kesal .Tapi rasa kesal itu tetap tak bisa menutupi rasa kagumnya pada pria yang telah membuat rasa kesal itu sendiri.
"Rara ...kamu sudah kenal pak Iqbal? " kata nenek,"dia pak polisi yang tempo hari nenek ceritakan ,yang ngasih nenek rejeki itu Ra...nenek tidak menyangka kamu mengenalnya, tadi nenek nyari nyari kamu, eh...pak Iqbal yang datang nolong nenek!" nenek bercerita dengan semangat.
" maaf nek...nenek nggak apa apa kan?"
" tidak...nenek baik baik saja! untung saja tadi ada pak Iqbal yang nolong nenek. Terimakasih banyak pak. .." jawab nenek seraya melirik ke arah Iqbal
"iya nek...lain kali hati hati ya ..."
" oh ya pak... "kata nenek kemudian," m**** yang ditemukan tadi itu perempuan kan? memang itu kasus perampokan ya pak?"
" iya benar, sepertinya keadaan sekitar sini mulai tidak aman. Nenek sama Rara hati hati kalau malam jangan lupa pintu dikunci.Kalau ada orang tidak dikenal jangan sekali kali dibukakan pintu."
" tuh Ra dengar kan kamu...gimana nenek bisa tega biarin kamu tinggal di tempat kos sendirian..!"
"memangnya Rara mau kemana?" tanya Iqbal seraya melirik ke arah Rara .
" ehm... nggak ada apa apa kok pak!"
jawab Rara,ia berbohong.
Rara menoleh ke arah neneknya sambil menggeleng pelan memberi kode supaya nenek tidak bicara yang sebenarnya. Tapi bukan nenek namanya kalau mau mematuhi cucunya .Ia terus bercerita tentang kedatangan anaknya dan niat Rara yang ingin mencari tempat tiggal sendiri.Memang Iqbal sendiri tahu hubungan Rara dengan neneknya itu bukan hubungan darah.Ia tahu hal itu dari Bang Trisno sewaktu ia meminta bantuan Bang Trisno mencarikan teman perempuan untuknya beberapa waktu lalu.
Iqbal tampak kaget mendengar pengakuan nenek.Entah mengapa hal itu membuat pikirannya jadi tidak fokus.Ia merasa simpati pada gadis itu. Hatinya bergetar tatkala menatap matanya.Seolah ada hal yang harus ia lakukan untuk gadis yang baru saja ia klaim menjadi kekasihnya walau hanya pura pura.
Hal itu membuat ia pada akhirnya mengatakan pada Rara dan neneknya agar mereka tak perlu khawatir. Karena ia berjanji akan memberi bantuan apapun untuk Rara jika ia membutuhkan.
Bahkan hal itu membuat nenek merasa aneh, Karena ia bisa melihat sesuatu yang berbeda dari mata polisi ganteng itu. Bukan hal aneh jika seorang polisi membantu orang lain. Tapi tidak untuk hal ini.Ini bukanlah tawaran biasa tapi ada hal istimewa lain di sana.
Terimakasih dukungannya
jangan lupa vote