You Are Special

You Are Special
Bagaimana Jika Dia Tergoda?



Mikayla keluar dari ruangan Felix karna Noura ada di sana. Berada diantara dua makhluk ciptaan Tuhan itu adalah hal yang paling dihindarinya.


''Hai gadis marmut''


Tanpa menoleh Mika tahu suara berat itu milik siapa.


''Kau mengacuhkan aku lagi gadis marmut'' Roland mensejajarkan langkahnya dengan Mika. Mika menoleh sekilas.


''Apa Felix ada di ruangannya? tanya Roland.


''Ya, dia ada bersama Noura'' balas Mika santai.


Felix mengangguk mendengar jawaban Mika.


''Kenapa kau masih mengikutiku, bukankah barusan aku mengatakan Felix ada diruangannya.'' Mika mengerutkan dahinya heran karna Roland masih mengikutinya.


Roland tertawa.


Oh Tuhan kenapa kedua pria tua mesum ini suka sekali tertawa. Apa mereka tidak menyadari wajah tertawa mereka bisa saja membunuh kaum hawa yang melihatnya. Batin Mika.


''Aku tidak mengatakan aku mau bertemu dengannya, aku hanya basa basi tadi menanyakan nya'' Ucapnya santai.


Mika mendengus.


''Lalu kau mau kemana, apa kau melarikan diri lagi dari Felix? Kali ini apa yang kau lakukan selain menyiram dan menampar wajahnya'' kekeh Roland dengan seringai menggoda. Mika melotot tajam kearahnya.


''Aku hanya tidak ingin berada di ruangan yang sama diantara dua makhluk yang tidak ku sukai'' Ucap Mika jujur tapi santai


Roland tertawa mendengar kalimat yang keluar dari mulut Mika.


''Jika kau tidak menyukai Felix aku bisa mengerti, tetapi Noura? Apa ia juga berbuat kesalahan padamu? tapi ya, dia memang menyebalkan."


Mika menghentikan langkahnya dan melipat kedua tangan nya di dada nya. Melihat Mika berhenti Roland juga menghentikan langkahnya.


Mika mendongak menatap Roland, karna Roland memang pria yang tinggi apalagi disandingkan dengan tubuh mungil milik Mika.


Roland yang melihat Mika mendongak tersenyum geli menyadari betapa pendeknya wanita yang ada di depannya ini.


''Bisakah kau tidak mengikutiku, dan soal pertanyaan mu tentu saja aku mempunyai alasan mengapa aku tidak menyukainya'' Ucap Mika ketus sambil memalingkan wajahnya.


''Apa kau cemburu karna kedekatannya dengan Felix?" tanya Roland menggoda dengan wajah minta di tinju.


Baru saja Mika mau membalas ucapannya Roland sudah terlebih dahulu mengeluarkan suaranya.


''Tenang saja, Noura sudah memiliki kekasih. Kau juga mengenalnya bukan. Raymond William''


'Aku tidak menyukai wanita itu karna wanita itu juga kekasih dari kekasihku sialan' batin Mika.


Mika menghembuskan nafasnya kasar.


''Uncle, aku hanya ingin menyegarkan fikiranku. Bisakah kau tidak mengangguku'' Mika berbalik meninggalkan Roland.


''Aku tidak menganggumu, jika kau ingin menyegarkan fikiranmu aku tahu caranya'' Roland merangkul pundak Mika.


Mika melotot tajam kerah Roland dan menghempaskan tangannya kuat.


Roland tertawa.


''Aku tidak menyangka badan mungilmu ini mempunyai tenaga yang cukup kuat!! Bagaimana kau tertarik, aku bisa menyegarkan fikiranmu dengan caraku?'' Roland bertanya dengan wajah menggoda.


Mika mendengus.


''Mesum!! Apa kau ingin aku meninju wajah tampanmu itu Uncle?''


''Oh hentikan panggilan Uncle itu. Kau membuatku terlihat lebih tua, dan itu melukaiku'' Roland memegang dadanya seolah tersakiti.


''Kau memang sudah tua, Uncle ! Tidakkah kau menyadarinya?'' Mika tersenyum sengaja menggoda Roland.


Roland terpana sesaat melihat senyum Mika. Setelah mengenal Mika baru ini dia melihat gadis itu tersenyum.


'Huh..pantas saja Felix menginginkan gadis ini. Manis. Fikir Roland.


''Jadi katakan padaku bagaimana kau bisa mengenal, Raymond''


Mika dan Roland berada di coffee shop yang berada didekat gedung kantor mereka. Setelah segala jurus Mika kerahkan untuk mengusir Roland dan tidak berhasil. Akhirnya di sinilah mereka mendarat di tempat ini.


''Aku dan kak Raymond tinggal di perumahan yang sama''


Roland menaikkan alisnya mendengar cara Mika menyebut nama Raymond.


''Manis sekali caramu memanggil, Raymond, sedangkan kau memanggilku, uncle '' Roland sengaja menekan ucapannya.


Mika yang mendengarnya tertawa.


''Aku, Raymond dan Felix seumuran. Ini tidak adil Mika. Ini sungguh menyakitiku'' Roland pura-pura kecewa.


Dan sontak membuat Mika makin terbahak.


''Dan katakan padaku, bagaimana kau memanggil Felix?''


''Kau merusak suasana Uncle dengan menyebut nama pria tua mesum itu'' desis Mika.


Sontak Roland tertawa keras mendengar cara Mika menggambarkan sosok Felix.


''Apa aku melewatkan sesuatu''


Suara berat yang sangat dikenal Mika sontak membuatnya berbalik ke belakang.


Raymond, Noura dan Felix berdiri di hadapannya. Kebahagiaan yang sempat dirasakannya tadi saat mendengar suara Raymond menguap begitu saja begitu melihat ketiga makhluk ciptaan Tuhan itu.


''Apa yang kau lakukan padanya, sehingga dia seperti orang gila tertawa seperti itu'' Tanya Felix sambil menggerakkan dagunya menunjuk kearah Roland.


Mika memutar bola matanya.


''Aku hanya mengatakan padanya di kantor ini ada pria tua mesum!!" Ucap Mika santai sambil membalikkan badannya membelakangi Raymond, Noura dan Felix. Roland kembali tertawa.


''Apa kalian tidak ingin duduk, aku akan dengan senang hati jika kalian mencari tempat duduk yang lain dan tidak mengganggu kencan ku dengannya'' Roland menatap temannya satu persatu.


Felix mendengus. Noura memutar bola matanya malas.


Raymond melepas genggaman tangannya dengan Noura dan duduk di depan Mika.


''Apa ada yang menganggumu?'' Tanya Raymond dengan raut wajah khawatir sambil menggenggam tangan Mika.


Noura yang melihat kekhawatiran di wajah Raymond menatap punggung Mika tajam. Felix melihat kebencian di mata Noura dan menatap Raymond dan Mika dengan tatapan yang sulit diartikan.


Roland terkekeh melihat apa yang dilakukan sahabatnya ini.


''Come on dude, kau bertingkah seperti seorang kekasih yang mengkhawatirkan gadisnya. Tidak kah kau melihat tatapan membunuh kekasihmu yang berdiri disana''


Mika langsung menarik tangannya begitu mendengar ucapan Roland. Felix menarik kursi di samping Mika untuk Noura tempati. Mika menyadari tatapan tajam Noura yang ditujukan padanya.


Hening


''Jadi apa ada yang mengganggumu di sini?" tanya Raymond kembali.


Noura melotot tajam kerah Raymond. Felix menatap Raymond dengan tatapan tidak percaya. Dan kembali Roland hanya terekekeh.


''Tidak kak, tidak ada yang mengangguku selain sahabatmu..'' Mika menggantung ucapan nya dan melirik Felix. Felix menyunggingkan senyumnya. Senyum sinis.


''Roland'' lanjut Mika


''Roland suka sekali menggodaku kak, padahal Keyra adalah teman kencannya'' Adu Mika dengan wajah manis yang berbinar. Ya Mika selalu bertingkah manis di depan kekasihnya itu.


''Apa kakak akan memarahinya untukku?'' tanya Mika lembut dan tersenyum manja.


''Tentu saja, kakak juga akan kasih dia peringatan agar tidak mengganggu dan menggodamu lagi.'' ucap Raymond lembut dan mengusap kepala Mika.


''Dan ingat Ay, kau jangan sampai tergoda dengan ******** yang satu ini'' Raymond menatap tajam Roland. Yang ditatap hanya mengangkat bahunya acuh.


''Ay, faham kan maksud kakak?'' Raymond menatap lembut Mika. Yang dibalas anggukan oleh Mika sambil tersenyum.


Roland bersiul.


''Siapa pun yang melihat ini akan percaya kalau kau dan Mika adalah sepasang kekasih yang saling mencintai''


''Benarkah Uncle?'' tanya Mika dengan wajah sumringah.


''Astaga Mika bisakah kau berhenti memanggilku begitu dan apa-apaan wajah semerah tomat itu. Kau jadi manis begini apa karena Ray? Apa kau menyukainya?'' tanya Raymond berusaha menggoda Mika.


Mendengar pertanyaan Roland, Mika mengangguk sambil tersenyum ke arah Raymond yang dibalas dengan senyum manis dan tatapan teduh milik Raymond. Jangan tanya Noura dia melotot tajam kearah Mika dan Felix mendengus sambil memalingkan wajahnya kesembarang arah.


''Astaga aku hanya ingin menggodamu tetapi kau malah membuat ku terkejut dengan sikapmu yang spontan itu, wah..apa kau mempunyai kepribadian ganda?'' tanya Roland dengan wajah terkejut yang dibuat- buat.


Mika melotot kearah Roland lalu mendengus.


Roland tertawa.


''Lihat lah kau sangat dingin bila berhadapan denganku dan Felix tetapi akan sangat manis di depan Ray'' erang Roland.


''Roland hentikan itu, jangan menggoda Mika seperti itu'' tegas Raymond.


''Kau tahu teman, bukan hanya sikap Mika yang berubah manis yang membuatku terkejut tapi kau juga membuatku tidak percaya dengan sikap lembutmu itu. Apa kau tidak takut kekasihmu cemburu dan meninggalkanmu?'' sindir Roland sambil terkekeh.


''Bisakah kita makan dengan tenang dan kau Roland hentikan sikap kekanakanmu itu'' desis Noura dengan menatap tajam Roland.


''Ops..singa betina kita sudah mulai marah dan cemburu'' Roland mengangkat kedua tangan nya.


''Roland stop'' Felix yang terdiam dari tadi menengahi.


''Ngomong-ngomong Ray, tadi kau mengatakan agar Mika jangan tergoda dengan Roland, bagaimana jika Mika tergoda denganku?'' tanya Felix datar sambil mengaduk makanan nya tanpa minat.


Mika tersedak air liurnya sendiri. Begitu juga dengan Noura tersedak akibat juice yang diminumnya. Raymond menelan salivanya kasar, dan memalingkan wajah nya sesaat ke sembarang arah kemudian menatap Felix dengan tatapan menyelidik yang dibalas Felix dengan tatapan datar.


T.B.C