You Are Special

You Are Special
Aku tidak Cemburu



AUTHOR POV


"Kau yakin tidak ikut" Nayla bertanya untuk kesekian kalinya.


Dan untuk kesekian kalinya Mika menjawab pertanyaannya dengan jawaban yang sama.


Mika menggelengkan kepalanya.


"Kau saja, aku menitip laporanku pada mu"


"Baiklah, aku tidak janji Felix bersedia menandatangani laporanmu."


"Apa kau tidak ingin melihatnya untuk terakhir kalinya?" tanya Nayla lagi.


Mika memutar bola matanya malas


"Tidak, aku malas melihatnya. Akan ada Ashley yang selalu menempel di sampingnya."


Nayla terkekeh.


"Wah sekarang kau sudah terang-terangan menunjukkan rasa cemburumu, kau ada peningkatan sayang."


Mika berdecak kesal.


"Aku bukan cemburu..!"


"Benarkah?" Tapi yang aku lihat kau memang cemburu?" Nayla menggoda Mika dengan seringai nakalnya.


"Aku tidak ingin bertemu dengannya bukan karena aku cemburu hanya saja aku merasa Ashley kurang menyukaiku" jawab Mika jujur.


"Sudahlah, kau pergi saja kabari aku jika dia tidak bersedia menandatangani laporanku" Mika mengusir Nayla.


"Baiklah, aku pergi kalau begitu. Doakan saja aku semoga Felix mau berbaik hati menandatangani laporanmu" ucap Nayla sebelum pergi.


šŸ’Ž


Ā 


"Kau datang sendiri?" tanya Felix pada Nayla yang sedang berdiri di hadapannya. Dan untuk kesekian kalinya Felix menoleh ke arah pintu berharap Mika akan muncul.


"Kepala mu akan sakit jika kau terus menolehkan kepalamu, dia tidak akan datang" ucap Nayla datar seraya menatap Ashley yang memang ada di dalam ruangan Felix.


"Apa sekarang Ashley yang bertugas menggantikan Mika sebagai asistenmu?" tanya Nayla seraya memberikan laporan miliknya dan milik Mika.


"Tidak" jawab Felix singkat.


"Kau dan Ashley sudah seperti kancing dan baju, kemana selalu berdua menempel seperti perangko" ucap Nayla tidak jelas menyindir atau menggoda.


"Dia hanya merasa bosan di rumah saja" Felix mengambil laporan yang diberikan oleh Nayla dan sesekali membacanya sebelum menandatanganinya.


"Ya akan lebih menyenangkan menatap wajah tampanmu itu setiap detik" Nayla mengerling nakal. Felix terkekeh.


"Ini, ambil lah dan terima kasih sudah melaksanakan tugasmu dengan baik selama magang di sini" Felix berdiri seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Nayla.


Nayla tersenyum dan menyambut uluran tangan Felix.


"Terima kasih juga sir, sudah memberikan saya kesempatan untuk menambah ilmu dan pengalaman saya di perusahaan anda ini, sir"


Felix tersenyum dan mengangguk.


"Kenapa laporan nya hanyasatu?" Nayla menatap Felix bingung.


"Suruh sahabatmu itu menunjukkan kesopanannya jika dia ingin laporannya" Felix mengerling.


"Baiklah, saya permisi kalau begitu" Nayla berbalik dan menganggukkan kepalanya begitu Nayla dan Ashley saling menatap.


"Kenapa Mika tidak datang memberikan laporannya?" Ashley mendekat ke arah Felix begitu Nayla sudah meninggalkan ruangan Felix.


"Mika kurang enak badan" bohong Felix seraya merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana.


Ting


Mika meraih ponsel nya yang ada di atas nakas begitu mendengar suara notif di ponselnya. Mika membaca pesannya ternyata dari Felix


Pria Mesumā˜ ļø


Mika melempar ponselnya begitu membaca pesan Felix.


"Sudah ku duga akan seperti ini"


"Apanya yang kau duga?" Keyra masuk berjalan mendekatinya dan mendaratkan bokongnya di atas kasur milik Mika.


"Aku tidak mendengarmu masuk, kau sudah mendapatkan laporanmu" tanya Mika yang dibalas Keyra dengan anggukan seraya menunjukkan buku laporan yang ada di tangannya.


"Bagaimana denganmu?"


"Felix memintaku datang dan menjemput nya, Nayla tidak berguna"


"Wah sepertinya suasana hatimu lagi tidak baik, baiklah sebagai teman yang baik aku akan menyenangkanmu sahabatku" ucap Keyra penuh semangat.


Mika memutar bola matanya malas


"Kau ingin menggantikanku menjemputnya" ucap Mika asal walaupun dia tahu itu tidak mungkin.


"Aku yakin kau tidak bodoh, apa bedanya aku dengan Nayla. Siapkan hatimu mendengar kabar baik ini" wajah Keyra penuh antusias berbanding terbalik dengan wajah Mika yang masih ditekuk.


"Kita akan ke klub malam ini merayakan kerja keras kita yang sudah selesai Ay, kau senang?" tanya Keyra dengan wajah berseri-seri.


Mika mengambil bantal dan melemparnya ke wajah Keyra.


"Kau ingin kak Raymond membunuhmu" ucap nya kesal.


"Oh astaga aku lupa mengatakan poinnya, Raymond sudah memberi izin asalkan kita tidak mabuk" jelas Keyra.


"Benarkah" Mika terpekik lalu berdiri menarik Keyra seraya melompat-lompat di atas tempat tidur.


"Ada apa ini, kenapa kalian melompat-lompat separti cicak" Nayla meletakkan tasnya di meja.


"Cicak tidak melompat Nay tapi merayap" protes Mika.


"Bersiaplah kita akan ke klub merayakan kerja keras kita" ucap Keyra yang membuat wajah Nayla langsung semangat.


Mika, Keyra dan Nayla mandi bersama. Aksi gosok menggosok punggung pun terjadi. Bukan hanya itu mereka juga mengghibah bareng di kamar mandi bahkan juga membandingkan bagian tubuh mereka masing-masing. Seperti buah melon siapa yang lebih besar dan pemenang nya adalah Nayla dengan ukuran cup 38B.


Mereka menyelesaikan ritual mandi mereka setelah lebih dari satu jam dikamar mandi.


Dan sekarang mereka sedang fokus mendandani diri mereka masing-masing.


Entah setan apa yang merasuki Mika, malam ini dia berdandan cukup berani dengan mengenakan jampsuit pendek yang memperlihatkan kaki putih mulusnya dan dipadukan sepatu hitam mengkilap. Mika memang terlihat lebih cantik dan seksi malam ini. Bahkan Keyra dan Nayla terpengarah dibuatnya.


"Wah..kau sangat cantik malam ini Ay" ucap Nayla seraya memutari tubuh Mika.


"Jadi selama ini aku tidak cantik?" Mika pura-pura marah.


"Tentu saja cantik sayang, jika kau tidak cantik tidak mungkin dua pria tampan dan mapan itu jatuh hati padamu, hanya saja kau jarang memperlihatkan kecantikanmu seperti malam ini" Jelas Nayla.


"Baiklah mari kita bersenang-senang malam ini" upa Keyra semangat yang diangguki Mika dan Keyra.


Mika, Keyra dan Nayla kini berada di dalam klub menari-nari tidak jelas ditengah keramaian. Mereka tidak menyadari sedari tadi Felix memperhatikan mereka dengan seksama. Felix menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tarian konyol Mika. Dan rahangnya mengeras ketika menyadari pakaian yang dikenakan oleh Mika.


"Apa-apaan wanita itu, apa dia tidak sadar pakaian yang dikenakannya membuat para pria hidung belang itu menatapnya dengan lapar" ucap Felix kesal. Ashley yang duduk di sampingnya mengernyit lalu mengikuti arah tatapan Felix.


Ashley tersenyum getir lalu menatap tidak suka ke arah Mika.


"Kau mau kemana?" tanya Ashley begitu melihat Felix berdiri. Tapi Felix tidak mendengarnya.


Mika tersentak kebelakang begitu seseorang menarik tangannya. Baru saja Mika ingin mengeluarkan sumpah serapahnya Mika sudah dibuat tercengang begitu melihat sosok pria yang menarik tangannya.


"Aku bertanya-tanya kenapa kau tidak datang menjemput laporanmu dan ternyata kau sedang sibuk disini memamerkan tubuh indahmu kepada para pria hidung belang itu."


Mika tahu Felix sedang marah tapi tetap saja Mika tersipu malu saat Felix mengatakan tubuhnya indah.


"Itu bukan urusanmu, memangnya kau siapa, sudah sana pergi kau menggangguku" ucap Mika ketus begitu melihat ada Ashley di belakangnya.


Kenapa dia repot-repot menghampiriku padahal dia sedang bersama kekasihnya.


T.B.C