You Are Special

You Are Special
Kekesalan Mika



Happy reading😊😚


Sudah dua hari Mika tidak masuk kantor. Peduli setan dengan nilai magang. Ia benar-benar muak dengan pria mesum itu.


''Kau kenapa tidak masuk kantor? Ponselmu juga mati tidak bisa di hubungi'' Nayla berdiri di depan pintu kamar.


''Sejak kapan kau ada disitu?'' tanyanya heran yang memang tidak menyadari kehadiran Nayla.


Nayla berjalan masuk menghampiri Mika dan duduk di atas kasur.


''Tidak takut Felix mengancam nilaimu''


Mika mendengus


''Raymond menanyakanmu terus'' tiba-tiba Keyra sudah ada di depannya. Dia memberikan ponselnya sedangkan tangan satu lagi sibuk memegang makanan ringan yang mungkin di ambil dari kulkas. Mika mengernyit tetapi tetap menerima ponselnya.


''Itu masih terhubung sama Raymond'' jelasnya.


Mika mendekatkan benda pipih itu ketelinganya.


''Halo kak..''


''Kau baik_baik saja sayang?''


''Iya, aku baik kak''


''Kenapa ponselmu dimatikan, hmm..''


''Lowbet kak, aku lupa isi dayanya''


''Sampai dua hari begini? Kau ada masalah sayang? Kakak dengar Mika tidak masuk kantor dua hari, kenapa? Apa ada yang mempersulitmu di sana? Katakan sama kakak, biar nanti kakak suruh Felix yang urus.''


'yang benar saja, yang ada dia yang mempersulit aku kak! Teman laknatmu itu sudah berani mencium kekasihmu yang polos ini sebanyak dua kali'


Ingin rasanya Mika berteriak mengatakannya, tapi sayang itu hanya ada dalam fikirannya dan tertahan di dalam mulutnya saja.


''Tidak kak, aku hanya kurang enak badan, besok juga aku masuk. Kak aku tutup teleponnya dulu ya, ini Nayla minta makan, takut tidak di kasih dia mengamuk dan khilaf memakan tubuh kekasihmu ini'' Mika membuat alasan konyol


Raymond tertawa


''Ya sudah sayang, ponselnya jangan lupa di isi dayanya biar kakak bisa menghubungimu..i miss you''


Mika memutuskan panggilan tanpa membalas ucapannya.


''Jadi kenapa sampai berkurung diri begini?" tanya Keyra to the point.


''Pria tua mesum itu menciumku lagi'' Mika bercerita karena memang tidak ada rahasia antara dirinya, Keyra dan Nayla.


''Oh my God, kau sungguh beruntung, Ay! Apa mungkin Felix menyukaimu Ay?'' tanya Nayla dengan wajah berbinar.


Mendengar pertanyaan Nayla yang tidak masuk akal itu Mika hanya mendengus kesal.


''Suka kepalamu botak!!'' sewot nya sambil melempar bantal kewajah Nayla yang memang minta dilempar.


''Kalau dia tidak tertarik lalu apa namanya?'' Goda Nayla lagi.


''Oh Tuhan Nayla, dia itu pria mesum. Tentu saja melihat bibir sexi sedikit saja dia tidak tahan.''


Keyra dan Nayla kompak memutar bola mata mereka mendengar pujian nya terhadap dirinya sendiri.


''Katakan apa kali ini kau menikmatinya?'' kali ini Keyra yang bertanya. Mika melotot tajam kearahnya.


''Percaya


lah itu sangat menjijikkan'' ucapnya sinis.


''Dan percayalah Ay, aku ingin sekali ada diposisimu merasakan bibir miliknya'' Nayla mengedipkan matanya dan tersenyum menggoda.


Mika mendengus


''Dan aku akan dengan senang hati kau menggantikan aku diposisi itu Nay.


Keyra dan Nayla tertawa.


''Jadi apa alasan sebenarnya? Tidak mungkin hanya gara-gara ciuman itu kau sampai berkurung diri begini?'' Keyra menatapnya serius begitu juga dengan Nayla.


Mika menarik nafas dan membuangnya dengan kasar.


''Felix mengetahui hubunganku dengan Raymond, dia mengatakan aku kekasih gelap yang tega menyakiti wanita lain'' Mika memalingkan wajah nya dari kedua sahabatnya itu.


''Perkataannya sangat melukai harga diriku ditambah dengan tindakannya yang menciumku sesuka hatinya padahal dia tahu aku kekasih sahabatnya'' ucapnya.


''Tentu saja dia beranggapan begitu karna Noura sahabatnya dan dia tidak tahu cerita sebenarnya, Ay. Kau tidak usah mengambil hati ucapannya karna memang kenyataannya dia tidak tahu apa pun tentangmu'' Keyra menenangkannya dan menggenggam tangannya memberi dukungan.


''Apa aku harus mengakhirinya?'' tanya Mika seraya menatap Keyra dan Nayla.


''Aku tidak yakin kau sanggup Ay, tapi kalau boleh jujur aku sangat ingin kau mengakhirinya karna kau terlalu berharga buat Raymond yang brengsek itu'' Nayla terbawa suasana dan sedikit emosi.


Mika tertawa sumbang.


''Apa cinta memang harus sebodoh ini'' lirihnya yang masih bisa di dengar oleh Keyra dan Nayla.


❤❤❤❤❤


Mika melihat pantulan dirinya dicermin. Ia


memoleskan sedikit bedak di wajah nya dan sedikit lipbalm di bibirnya. Ia memang tidak terlalu suka berdandan seperti kebanyakan wanita lainnya termasuk Keyra dan Nayla. Ia lebih nyaman dengan penampilannya yang apa adanya.


Setelah meliburkan diri selama dua hari ia memutuskan untuk pergi ke kantor pagi ini.


''Semangat Mikayla Anderson, tiga bulan itu hanya sebentar. Kau hanya perlu sedikit bersabar menghadapi pria mesum itu'' ia menguatkan dirinya sendiri.


''Selamat pagi nona Anderson? Bagaimana liburanmu?''


Mika mendengus mendengar sapaan pria mesum yang kini berada di sampingnya di depan pintu lift.


Mika mengacuhkan sapaannya dan malah sibuk memainkan ponsel nya . Felix terkekeh melihatnya sedangkan karyawan yang lain memandang tidak percaya pada apa yang mereka lihat. Seorang karyawan magang mengacuhkaan sapaan pemilik perusahaan.


''Kau sangat sopan sekali nona Anderson, apa kau tidak memerlukan nilaimu lagi, nona?''


'Huh, selain mesum aku lupa kalau pria ini juga kekanakan'


Mika mengalihkan fokusnya dari ponsel. Ia menatap tajam ke arahnya.


''Jika tatapan seseorang bisa membunuh, aku yakin kau sudah membunuhku Mika'' Felix meletakkan kedua tangan nya di dadanya seakan tersakiti dengan tatapan Mika


''Dan percayalah sir jika itu memang bisa, aku akan dengan sangat senang hati membunuhmu'' tutur nya sinis.


Felix tergelak bersamaan dengan pintu lift yang terbuka. Felix masuk dan Mika masih berdiri di tempatnya


''Kau tidak masuk?''


Mika tak bergeming


''Nona Anderson'' panggil Felix penuh penekanan.


Mika menghembuskan nafas dengan kasar lalu menatap nya.


''Tidak sir, saya menunggu lift....''


Ucapannya terpotong karna Felix sudah menariknya masuk ke dalam bersamanya. Tentu saja itu tidak luput dari pandangan karyawannya. Bisa dipastikan ia akan jadi terkenal mendadak di kantor ini untuk beberapa hari ke depan.


''Kau sudah sarapan?'' tanya Felix setelah dia memencet angka lantai tujuan kami.


''Anda perhatian sekali sir, apa anda mulai tertarik dengan saya sir, makanya anda menanyakan hal tidak penting seperti itu?'' tanyanya tanpa menatap wajahnya.


Felix tertawa mendengar pertanyaan nya. Sesaat kemudian dia mengacak-acak rambut Mika dengan gemas. Mika tersentak dengan tindakannya itu dan refleks mendongak menatapnya.


'Oh Tuhan apa lagi ini, kenapa jantung ini bekerja lebih kencang dari biasanya'


Felix menghentikan tangannya begitu menyadari Mika menatapnya.


''Ehhmm...sejak kapan menanyakan seseorang sarapan adalah bentuk ketertarikan nona Anderson?'' Felix masih tersenyum dan memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celananya.


''Pertanyaan 'sudah makan' adalah pertanyaan sederhana yang merupakan bentuk perhatian seseorang yang sudah dekat dengan kita seperti keluarga, sahabat dan kekasih. Sementara anda tidak termasuk dalam ketiganya, jadi kemungkinan anda tertarik dengan saya sir!! '' ucap nya datar dengan wajah yang dibuat sepolos mungkin.


Lagi dan lagi Felix tertawa mendengar penuturannya.


''Aku tidak menyangka ternyata kau memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dibalik tubuhmu yang mungil ini Mikayla Anderson"


Ting !


Pintu lift terbuka dan Felix keluar begitu juga dengan Mika yang mengekor dari belakang.


''Jadi katakan padaku, apa Raymond selalu menanyakan itu padamu?'' Felix berjalan mengitari meja nya untuk duduk di kursi kebesarannya.


''Tentu saja!!'' balas Mika cepat.


''Jika anda tidak ingin saya beranggapan anda tertarik dengan saya jangan tanyakan hal-hal kecil seperti itu lagi, percayalah itu sangat menggelikan bila anda yang bertanya dan akan berbeda bila Kak Raymond yang bertanya." Ucapnya dengan wajah berbinar begitu menyebut nama kekasihnya itu.


Felix tersenyum samar dan mengangguk.


''Apa kita, maksudku kau dan aku tidak bisa menjadi dekat?'' Felix bertanya dengan suara yang tidak bernada dan menatap Mika, menatapnya dengan sayu.


Mika mengernyit bingung dengan pertanyaannya itu. Apa lagi maksud dan tujuan pria mesum ini.


T. B. C