
"Ternyata aku sangat mencintaimu dan sekarang aku malah berhalusinasi melihatmu berdiri di hadapanku dengan wajah yang sangat kacau. Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Mika lemah.
"Raymond yang melakukannya" Felix menatap Mika dengan tatapan sedih, marah, kecewa dan khawatir bercampur jadi satu.
"Kau memang pantas mendapatkannya" ucap Mika lemas.
"Apa kau datang mau meminta maaf padaku dan mengatakan yang terjadi antara kau dan Ashley hanyalah lelucon" lanjutnya penuh harap.
Felix mendekat dan menyentuh wajah pucat Mika.
"Aku minta maaf dan percayalah aku sangat mencintaimu"
Mika memeluk Felix dan menangis di dalamnya.
"Ya aku tahu itu, aku bisa merasakannya. Jika ini mimpi aku tidak ingin terbangun Felix. Katakan jika aku sedang tidak bermimpi Felix."
"Kau tidak sedang bermimpi sayang, berjanjilah kau harus sembuh dan hidup lah dengan bahagia" Felix mengecup kepala Mika.
Mika membuka matanya secara perlahan. Dia melihat sekelilingnya tidak ada siapa-siapa di dalam kamarnya.
Ceklek
Pintu terbuka dan menampakkan sosok Keyra.
"Hai..kau sudah bangun?" Keyra mendekat dan menyentuh dahi Mika dengan punggung tangannya.
"Syukurlah, demammu sudah turun. Aku akan panggilkan dokter."
"Dimana Felix? Apa dia sudah pulang?"
Pertanyaan Mika membuat Keyra mengernyit bingung.
"Felix tidak ada di sini dan dia tidak sempat menjengukmu karena sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Ashley jika kau lupa. Maafkan aku bukan maksudku untuk menabur garam di atas lukamu, tapi itu lah kenyataannya yang harus kau terima Ay."
"Tidak, Felix tidak mungkin menikah dengan Ashley, tadi..tadi dia datang Key dan mengatakan ia mencintaiku, bahkan aku masih merasakan pelukannya di tubuhku Key" racau Mika dan matanya sudah mulai meneteskan air mata.
"Kau mungkin hanya bermimpi, kau tahu kau sudah tidur selama dua hari dan itu hampir membuat Raymond gila" jelas Keyra.
"Dua hari? kau becanda Key?" tanya Mika tidak percaya seraya melihat tanggal di ponselnya. Dan betapa tercengang nya Mika setelah menyadari apa yang dikatakan Keyra benar adanya.
Mika menangis dan histeris.
"Tidak, Felix tidak boleh menikah dengan Ashley. Felix mencintaiku Key"
"Sadarlah Ayrin, kau harus menerima kenyataan empat hari lagi pria yang kau cintai itu sudah menjadi suami dari wanita lain" ucap Keyra telak.
❤❤❤❤❤
Setelah menginap selama dua hari dirumah sakit akhirnya Mika diperbolehkan pulang. Sejak itu dia hanya berdiam diri di dalam kamarnya. Mika beranjak dari ranjangnya hanya bila dia ingin mandi dan ritual lainnya yang biasa dilakukan di kamar mandi. Keyra dan Nayla bahkan dianggap tidak ada karna Mika hanya bungkam dan berdiam diri. Dua hari aksi mogok makan dan mogok bicara Mika membuat Keyra dan Nayla sudah kehabisan akal untuk menghibur nya begitu juga dengan Raymond.
"Ay, mau sampai kapan kau seperti ini, kau menyiksa dirimu dan kau membuat kami semua khawatir" Raymond duduk di hadapan Mika.
"Ay, kakak tahu ini menyakitkan buatmu tapi melihat mu seperti ini juga menyakitkan buat kakak"
"Katakan, apa yang harus kakak lakukan agar Ayrin yang kakak kenal bisa kembali lagi" Raymond mengusap lembut rambut Mika. Mika hanya diam tidak merespon kata-kata Raymond. Hanya air mata yang mengalir dari matanya.
Raymond menariknya ke dalam pelukannya
"Ay, pada akhirnya yang pergi akan tetap pergi. Biarlah berlalu karena melepas lebih melegakan daripada memaksa"
Perkataan Raymond sontak membuat Mika semakin menangis. Tangisannya sangat menyayat hati Raymond. Tapi apa yang bisa dilakukannya selain memberikan Mika sandaran disaat hatinya sendiri juga rapuh.
"Apa aku bisa melepasnya kak, ini sungguh menyakitkan" isak Mika
"Apa ini karma buatku yang sudah menyakitimu"
"Sstt..tenanglah sayang, kau tidak pernah menyakiti kakak, tapi kakak sendiri yang melepaskanmu dan jika saja kakak tidak memintamu pergi mungkin tidak akan semenyakitkan ini bagimu"
Mika menggelengkan kepalanya dalam pelukan Raymond.
"Bukan salah kakak, aku yang terlalu percaya diri dan ini memang salahku karena terlalu berharap terhadap sesuatu yang belum pasti yang berujung pada kekecewaan. Tapi kakak sungguh aku tidak tahu akan semenyakitkan ini"
"Percayalah luka mu kelak akan menjadi obat bagimu. Kau akan menjadi pribadi yang lebih kuat dan kau tahu sayang sesuatu yang hilang dari kita jika ia memang milik kita takdir akan membawanya kembali kepada kita" Raymond melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Mika. Menatapnya lekat lalu kemudian mencium keningnya.
❤❤❤❤❤
Akhirnya hari pernikahan Felix pun tiba. Mika memutuskan akan menghadirinya bersama Raymond. Mika sebenarnya tidak yakin ia mampu melihat Felix bersanding dengan Ashley di pelaminan. Tapi apa lagi yang bisa dia lakukan selain menghadapinya disaat semuanya memang harus terjadi.
Dia juga tidak ingin melihat Raymond, Keyra dan Nayla terus mengkhawatirkannya. Percayalah dia juga tidak menyukai tatapan kedua sahabat nya kepada dirinya. Tatapan kasihan.
"Apa kau sudah siap?"
Mika menoleh begitu mendengar suara Raymond. Raymond terlihat sangat tampan dengan setelan mewah yang dipakainya. Mika beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekati Raymond.
"Ya, aku sudah siap, ayo kita berangkat?" Mika tersenyum seraya membenarkan dasi kupu-kupu yang dikenakan Raymond.
"Apa kau yakin akan menghadirinya?" Raymond menatap lekat manik mata nya.
Mika mengangguk yakin walau hatinya sebenarnya tidak yakin.
"Aku akan baik-baik saja percayalah" Mika tersenyum untuk meyakinkan Raymond.
Jantung Mika berdegup kencang begitu melihat Felix yang terlihat sangat menawan sedang menyambut para tamu nya.
Mika menoleh ketika merasakan Raymond menggenggam tangannya.
Raymond tersenyum lembut.
"Kau bisa tetap di sini jika kau tidak yakin mampu memberikan ucapan pada mereka"
Mika menggeleng
"Tidak kak, aku baik-baik saja" Mika menarik tangan Raymond agar mendekat ke arah Felix dan Ashley.
Felix terkejut melihat kehadiran Mika di hadapannya. Felix menatapnya penuh arti. Mika mengernyit ketika menyadari sorot mata kesedihan yang ditunjukkan Felix.
"Waw.. Ashley aku tidak percaya ini memang diri mu!"
Mika, Felix, Roland dan Ashley menoleh ke arah sumber suara yang sangat mereka kenal. Noura berdiri tepat di belakang Mika dengan seringai setannya.
"Oh astaga..kau datang juga" Noura baru menyadari kehadiran Mika.
"Kau tidak di undang wanita sialan, kenapa kau datang?" ucap Felix tajam.
Noura tiba-tiba tertawa dengan kuatnya sehingga beberapa tamu menoleh kearah mereka.
"Kau tahu Ashley, pria yang menikahimu ini sudah meniduri wanita yang ada di hadapanmu ini yang tidak lain adalah tunangan sahabatnya. Ouh sahabatku yang malang, suamimu adalah pria brengsek" Noura menatap Ashley dengan tatapan meremehkan lalu kemudian menatap Mika dengan tatapan mengejek.
"Apa maksudmu Noura" tanya Ashley tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
"Apa kau bodoh, sehingga kau tidak bisa menangkap apa yang ku katakan. ****** ini sudah tidur dengan suamimu bodoh" bentak Noura. Ashley terpekik lalu menatap tidak percaya kepada Felix dan Mika.
Rahang Felix mengeras. Wajahnya merah padam karena emosi. Felix mengcengkram wajah Noura kuat. Noura meringis kesakitan
"Aku sudah pernah katakan, jangan pernah menyebutnya ****** sialan" ucap Felix tajam
"Apa kau sudah bosan hidup?" Felix tersenyum iblis.
Ada apa dengan pria ini. Dia membelaku di hadapan istrinya. Apa ada sesuatu yang tidak ku ketahui. Batin Mika
"Felix hentikan, orang-orang memperhatikan kita" Ashley menarik tangan Felix.
Noura mengusap wajahnya seraya menatap tajam kerah Felix. Noura mendengus lalu matanya bertemu dengan mata Raymond.
"Sayang, apa kau merindukanku" Noura bergelayut manja di lengan Raymond.
Raymond menepiskan tangannya.
"Menjauhlah dariku ******" desis Raymond tajam.
"Yang kau panggil ****** ini pernah menghangatkan ranjangmu" Noura mengerling nakal.
Mika terkekeh mendengar ucapan Noura
"Kau menertawakanku?" Noura menatap Mika tajam.
"Berani nya kau menertawakanku wanita murahan" Noura melayangkan tangan nya tapi di tahan oleh Felix sebelum mendarat di wajah Mika
"Jangan berani-beraninya kau menyentuhnya jika tidak ingin tanganmu ku patahkan" ancam Felix dengan wajah mengerikan.
"Kau lihat Ashley, dia bahkan membela wanita ini di hadapanmu, apa kau yakin Felix masih mencintaimu atau dia menikahimu hanya karena kasihan."
Ashley tercengang mendengar perkataan Noura. Ashley menangis.
"Berhentilah memprovokasi keadaan Noura. Kau tahu melihatmu seperti ini aku sangat kasihan padamu. Kau terlihat sangat menyedihkan. Dengan berbuat seperti ini kau tidak akan mendapatkan apa pun. Baik Felix atau pun kak Raymond tidak akan pernah memandang ke arahmu"
Plak
Noura melayangkan tamparannya d iwajah Mika. Semua tersentak tidak menyangka akan serangan mendadak yang dilakukan oleh Noura.
"********..berani nya kau.."
"Tetaplah di tempatmu, aku yang akan menangani nya" ucap Raymond menghentikan langkah Felix. Raymond menarik kasar tangan Noura.
"Aku akan membuat perhitungan denganmu Mika kau akan menyesal nanti" teriak Noura.
Mika hanya menatapnya nanar.
"Kau tidak apa-apa?" Felix menangkup wajah Mika. Felix terlihat sangat marah dan khawatir. Mika menatap Felix lalu kemudian menyadari bekas luka diwajah Felix walau sudah mulai memudar.
Ternyata yang dirumah sakit bukan mimpi. Dia memang datang. ucap Mika dalam hati.
Mika tersenyum seraya melepaskan tangan Felix dari wajahnya lalu berjalan mendekati Ashley.
"Maafkan aku, kau harus mendengar hal seperti ini di hari bahagiamu. Tapi percayalah yang terjadi antara aku dan suamimu adalah kecelakaan yang disebabkan oleh Noura" Mika tersenyum hangat walau hati nya hancur saat menyebut Felix dengan kata suami.
Mika menatap Felix dan Ashley bergantian
"Selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian bahagia" ucap Mika lalu kemudian berbalik.
"Mika" panggil Ashley, Mika berbalik dan Ashley langsung memeluknya.
"Maafkan aku" lirih Ashley di pelukannya.
T.B.C