You Are Special

You Are Special
Tujuh Belas



"Kau tahu mom, mansionmu sangat indah. Aku sangat menyukainya" ucapku begitu kami sampai di dapur.


"Benarkah? Kalau kau menyukainya tinggallah di sini" Ibu Felix menatapku sekilas sambil tersenyum hangat. Mommy Kelly melanjutkan kegiatannya mengeluarkan bahan makanan dari kulkas untuk kami masak.


Untuk sesaat aku terdiam mendengar ucapannya. Bukan karna apa tapi ajakan terdengar sangat tulus.


"Kau tahu sayang, rumah mewah dan indah ini tidak akan berguna jika hanya di isi dengan kesedihan dan kesepian" ucapnya lirih tanpa menatapku. Tapi aku bisa melihat dari sorot matanya yang menahan kesedihan saat ia berbicara.


"Apa kau kesepian?" tanyaku penasaran.


Mommy Kelly menatapku lalu mengangguk.


"Sangat kesepian" ucapnya. Mommy Kelly menghembuskan nafasnya lalu menatap ku lekat dan mengelus wajahku.


"Tapi itu mungkin tidak akan berlanjut lagi setelah hari ini" ucapnya penuh arti. Aku mengernyit bingung.


Mommy Kelly tersenyum kemudian memgambil pisau dan mulai memotong sayuran.


"Setelah sekian lama anakku kembali menginjakkan kakinya ke sini. Bukan hanya pulang bahkan dia membawa seorang wanita cantik bersamanya. Aku terkejut dan tentu saja aku sangat bahagia.


Aku tersipu mendengar Mommy Kelly yang memujiku cantik tidak seperti anak nya yang lebih sering merendahkanku.


"Setelah sekian lama?" tanyaku bingung


"Apa dia jarang mengunjungimu"


Mommy Kelly menganguk


"Tidak pernah sama sekali. Sudah hampir lima tahun dia tidak pernah pulang"


Sekali brengsek tetap saja brengsek! Batinku.


"Mommy tidak bisa menyalahkannya" lanjut Mommy Kelly yang membuatku mengerutkan dahi.


"Setelah apa yang dialaminya, mommy tidak bisa memaksanya untuk pulang atau sekedar mengunjungi mommy. Mommy tahu betapa terpuruknya anak itu, bahkan dia juga menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang sudah terjadi" Mommy Kelly menangis. Aku bingung dan tidak mengerti apa yang sedang di bicarakannya. Dan kejadian apa yang sudah dialami si mesum itu sampai ibunya sedih begini.


"Bagaimana dengan anakmu yang lain mommy, tadi aku tidak sengaja melihat fhoto keluargamu, kau memiliki seorang putri yang cantik sepertimu ?" aku berusaha mengalihkan pembicaraan agar dia tidak bersedih lagi. Bisa bahaya jika si mesum itu melihat ibunya menangis dan mengancamku lagi dan lagi.


MOommy Kelly menarik nafas dan menghembuskannya. Dia menatapku lalu mengajakku duduk aku menurut.


"Marinka, namanya Marinka. Putri kesayanganku dan adik perempuan yang sangat dicintainya. Dia sudah meningal"


Tubuhku menegang mendengar ucapan Mommy Kelly.


Pengalihan yang salah, aku memang pantas dihukum aku membuat nya semakin bersedih.


Mommy Kelly menghapus air matanya. Aku memeluk dan menenangkannya.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu bersedih dengan mengingatkanmu pada putrimu" ucapku dengan sangat menyesal.


Mommy Kelly melepaskan pelukanku lalu menggenggam tangan ku.


Mommy Kelly menggelengkan kepalanya.


"Tidak sayang, terkadang kita butuh seseorang untuk berbagi kesedihan" ucapnya.


"Marinka meninggal dalam sebuah kecelakaan setelah mendapati kekasihnya berselingkuh tepatnya bercinta dengan sahabat nya sendiri, yang tidak lain kekasih kakak nya Felix"


Bagai di sambar petir tubuhku menegang mulutku menganga mendengar penuturan Mommy Kelly.


Pantas saja pria itu merendahkanku ternyata dia sangat membenci pengkhianatan.


Mommy Kelly menyeka air matanya.


"Sampai sekarang Felix masih menyalahkan dirinya atas kejadian itu. Bahkan dia sempat menutup diri dari dunia luar. Beruntung sahabat-sahabatnya selalu mendukungnya. Terutama Noura yang selalu ada disampingnya".


Dan pantas saja dia ingin melindungi Noura, ternyata wanita itu yang selalu menemaninya disaat dia rapuh. Tapi apa yang akan terjadi kalau dia tahu cerita sebenarnya, fikirku.


"Selain Noura, aku tidak pernah melihat dia berhubungan dengan wanita lain setelah kejadian naas itu. Aku rasa dia sudah mulai membuka diri dan berdamai dengan keadaan melihat dia kembali kesini dan membawamu bersamanya" Mommy Kelly tersenyum sumringah.


"Kau pasti sangat spesial buatnya" Mommy Kelly menatap ku lembut lalu mengelus wajahku. Aku sangat menyukai sentuhannya. Sama seperti Mommy.


Aku menggelengkan kepalaku.


"Kau salah mom, hubungan kami sangat buruk. Maksudku dia tidak menyukaiku dan aku sangat membencinya mom" ucapku jujur dan terbuka.


Mommy Kelly mengernyit sesaat kemudian tertawa mendengar ucapanku lalu menggelengkan kepalanya.


"Dia membawamu kesini tidak mungkin dia tidak menyukaimu, seperti yang ku katakan tadi dia tidak pernah membawa wanita ke sini selain Ashley untuk di kenalkan padaku"


"Ashley?" tanya ku bingung.


"Mantan kekasihnya" jawab Mommy Kelly.


Jadi Ashley nama wanita yang mengkhianatinya dan adiknya.


"Katakan padaku apa yang diperbuat anak nakal itu sehingga kau membencinya?"


"Dan percayalah mom, aku sunguh tidak ingin mengingat kejadian itu."


Mommy Kelly melotot.


"Dia menciummu?" Mommy Kelly bertanya dengan raut wajah seolah tidak percaya.


Aku mengangguk.


"Aku bahkan menyiram dan menampar wajahnya setelah itu" ucapku jujur dan polos tidak menyadari wanita yang di hadapanku adalah ibu dari pria yangku maksud.


Mommy Kelly menganga.


"Kau menamparnya?" pekik Mommy Kelly.


Aku meringis dan tersenyum kikuk menyadari wanita yang di hadapannya adalah seorang ibu tentu saja dia tidak menyukai aku menampar anaknya.


"Astaga aku sungguh tidak percaya ini" ucapnya sambil menutup mulutnya.


"Kau meragukanku?" tanyaku


"Tidak..tidak..aku tidak meragukanmu sayang, aku hanya tidak percaya Felix sembuh dan mulai membuka diri terhadap wanita" ucapnya dangan mata yang berbinar.


"Terima kasih sayang" ucapnya lagi lalu memelukku. Aku membalas pelukannya walau aku tidak tahu kenapa Mommy Kelly berterima kasih.


"Kau tidak marah karna aku menamparnya?" tanyaku pelan masih dalam pelukannya.


"Tidak, justru aku sangat bahagia" tuturnya seraya melepaskan pelukannya. Aku mengernyit bingung.


"Karna aku menamparnya? " tanyaku bodoh.


Mommy Kelly terkekeh dan menggeleng.


"Karna dia menciummu" jawabnya enteng.


Apa-apaan ini, like mother like son. Sama-sama mesum!


"Mommy, katakan bila aku salah mengartikan, kau bahagia dan berterima kasih karna anakmu sudah menciumku?" tanyaku penuh penekanan.


Mommy Kelly hanya mengangguk dan tersenyum.


"Mommy, aku sungguh tidak percaya ini kau berterima kasih padaku dan merasa bahagia?" tanya ku tidak percaya.


"Mommy, please..anakmu melecehkanku" rengek ku kesal sambil memanyunkan bibirku.


Mommy Kelly tertawa lalu mengelus rambutku.


"Oh sayang, maafkan mommy, maksud mommy bukan begitu. Mommy bahagia Felix sembuh dan kembali membuka dirinya terhadap wanita lagi, terlebih wanita itu adalah dirimu. Aku tidak tahu mengapa begitu melihatmu aku sudah menyukaimu."


Aku tersipu mendengar Mommy Kelly mengatakan dia menyukaiku.


"Kau tahu sayang, Felix sangat membenci pengkhianatan. Daddy nya meninggal dalam kecelakaan pesawat yang sedang berlibur bersama wanita simpanannya, begitu juga dengan adik nya meninggal dalam kecelakaan setelah pengkhiatan yang dilakukan oleh kekasihnya." ucapnya kembali sedih.


Kejutan lagi. Daddy nya mengkhianati ibunya dan meninggal bersama selingkuhannya.


Aku kembali memeluk Mommy Kelly dan menenangkannya.


"Katakan kapan kalian akan menikah?" tanyanya enteng. Dia menatapku. Tidak ada wajah kesedihan di sana yang ada hanya senyum menggoda. Aku menatapnya tidak percaya melihat perubahan emosinya yang gampang berubah-ubah.


"Maaf kan aku mommy, aku mengecewakanmu tapi aku sudah memiliki kekasih yang sangat ku sayangi" ucapku jujur


"Benarkah?" tannyanya dengan raut wajah kecewa yang sangat kentara.


"Oh Felix yang malang" lirihnya.


"Ayolah mom, jangan bersedih begitu , seperti yangku kata kan tadi Felix tidak menyukaiku begitu juga denganku. Tapi kenapa Mommy tidak menjadikan Noura sebagai menantu rumah ini?"


Mommy Kelly tertawa mendengar perkataanku


"Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi. Felix hanya mengangapnya adik sama seperti Marinka. Marinka, Noura dan Ashley bersahabat."


Astaga, banyak sekali kejutan hari ini. Noura ternyata sahabat adik dan kekasihnya.


"Kau mengenalnya, dia bekerja di perusahaan Felix tempatmu magang."


Tentu saja aku mengenalnya, bahkan aku sangat tidak menyukainya.


Itu hanya ada di fikiranku, karna pada akhirnya aku hanya menganggukkan kepalaku.


"Ehemmm"


Aku dan Mommy Kelly kompak menoleh ke sumber suara dan mendapati Felix yang sedang bersandar di pintu sambil melipat kedua tangannya di dada.


T.B.C