You Are Special

You Are Special
Empat Puluh Dua



Mikayla POV


"Kau curang, sebelumnya kau juga melakukan hal yang sama padaku waktu meminta aku menceritakan masa lalu Felix dan Ashley" rungut Raymond kesal.


"Tapi aku tidak berkhianat uncle, aku menceritakan tentang diriku bukan menjual cerita sahabatku" jawabku santai.


"Wah, aku tidak menyangka kau memiliki sisi ini nona Anderson" ucap Roland dengan wajah yang dibuat sedramatis mungkin. Aku hanya menggidikkan kedua bahuku.


Ponsel Roland berdering tanda panggilan masuk. Roland segera mengangkatnya begitu melihat nama si penelopon.


"Ya Key.."


Ternyata Keyra yang menelpon. Mungkin dia sudah ada di bawah fikirku.


"...."


"Baiklah, aku dan Mika akan segera datang" Roland memasukkan ponsel nya ke dalam saku begitu sambungan teleponnya terputus.


Roland menatap ke arahku.


"Perbaiki wajahmu, kau kelihatan sangat kacau. Ray dan Keyra ada cafe seberang."


Aku memgerutkan dahiku.


"Kenapa kak Raymond bisa ikut bersama Keyra?" tanyaku yang di jawab Roland hanya dengan mengangkat kedua tangan nya.


Aku dan Roland turun ke bawah untuk menyusul Keyra dan kak Raymond. Aku melihat kak Raymond memgerutkan dahinya lalu menyipitkan matanya begitu aku dan Roland ada di hadapan mereka. Aku melemparkan senyum termanisku pada tunanganku itu agar dia tidak menyadari mataku yang bengkak akibat menangisi pria lain.


"Sayang, Kau menangis" tebak kak Raymond tepat sasaran. Memangnya apa yang bisa di sembunyikan dari pria ini. Dia sangat mengenalku. Perubahan sedikit di wajahku dia pasti akan langsung menyadarinya.


"Tidak" jawabku singkat. Kak Raymond menatapku lekat lalu mengerutkam dahinya.


"Kau menggodanya lagi" tuduh kak Ray seraya mengalihkan tatapannya dari wajahku ke arah Roland dengan tatapan kesal.


Roland memdengus mendapat tatapan kesal dari kak Raymond.


"Lalu kenapa dia terlihat kacau" kak Raymond masih mencecar Roland.


Roland menghembuskan nafasnya.


"Harusnya kau berterima kasih padaku dude, sahabatmu ini yang sudah menenangkan tunanganmu ini" Roland membela dirinya.


"Jadi Mika sungguh menangis?" tanya kak Ray menyelidik.


"Ya. Wanitamu kedatangan tamu bulanannya. Kau tahu wanita akan merasakan nyeri perut yang sangat menyiksa jika dihari pertama datang" Jelas Roland dengan entengnya.


Aku dan Keyra menatap tidak percaya ke arah Roland. Dari mana dia mendapatkan ide buruk itu hanya untuk mengelabui kak Raymond.


"Kau fikir aku akan mempercayainya" kak Raymond melihat tanggal di jam tangan mewah yang melingkar indah ditangan nya.


"Tamu bulanannya seharusnya ada beberapa hari lagi, tepat nya empat hari lagi di hitung dari hari ini."


Roland melebarkan matanya menatap tidak percaya kepada kak Raymond.


"Kau serius sungguh mengetahui jadwal bulanannya" Roland tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut nya.


"Wah..kau membuatku malu dan takjub secara bersamaan kawan."


"Katakan, sebenarnya kenapa Mika menangis" kak Raymond tidak menghiraukan sindiran Roland yang tadi.


Roland terkekeh.


"Kau bisa tanyakan pada tunanganmu jika kau tidak percaya dengan apa yang ku katakan. Tamu bulanannya datang lebih awal dan itu merupakan hal yang wajar karena siklus wanita itu terkadang bisa berubah-ubah tergantung hormon dan emosi juga sangat berpengaruh" Roland menjelaskan selayaknya dokter kewanitaan.


Aku dan Keyra semakin takjub terhadap pengetahuan Roland tentang siklus bulanan wanita. Mengingat statusnya yang suka bermain-main dengan banyak wanita seharusnya itu tidak mengherankan. Tentu saja Roland harus mengetahui itu jika tidak ingin membuat salah satu wanita nya hamil walau sebenar nya itu tidak mungkin terjadi karena dia selalu membawa pengaman ke mana-mana.


Aku dan Keyra memilih diam dan menonton perdebatan antara kak Ray dan Roland yang mempermasalahkan tentang siklus bulananku. Pada akhirnya aku dan Keyra juga tahu bahwa kak Raymond yang akan menjadi pemenang dalam perdebatan ini.


"Roland Orlando yang terhormat, aku sudah menjadi tunangan wanita cantik ini hampir selama dua tahun. Dan selama itu siklus bulanannya tidak pernah maju atau pun mundur. Dan jika pun itu terjadi, Mika tidak hanya akan menangis tapi juga bisa pingsan karena nyeri perutnya sangat menyakitkan disaat dia datang bulan. Dan biasanya dia akan tetap berada di rumah di hari pertamanya datang bulan" jelas kak Raymond yang diangguki olehku dan Keyra.


"Aku menyelamatkanmu tapi kau malah menenggelamkanku" bisik nya di telingaku. Aku hanya tersenyum kikuk.


"Sudahlah, lupakan. Aku akan menanyakannya langsung pada Mika" ucap kak Raymond seraya menarik kursi yang berada di sampingnya untuk ku duduki.


Roland mendengus dengan kesal lalu menarik kursi di samping Keyra dengan sedikit kasar.


"Kenapa kau tidak melakukan nya dari tadi" rungutnya kesal. Aku dan Keyra tertawa melihat raut wajahnya yang kesal.


"Bagaimana kabarmu?" Roland menatap Keyra teduh.


"Seperti yang kau lihat, aku masih hidup" jawab Keyra acuh. Roland mengangguk.


"Aku juga baik-baik saja Key jika kau penasaran" ucap Roland penuh percaya diri tanpa ditanya oleh Keyra. Keyra menyunggingkan senyum sinis nya.


"Aku dengar kau dan Mika akan menyelesaikan tugas magang kalian dalam beberapa hari ini."


Keyra mengangguk.


"Empat hari lagi"


"Apa Ray menyusahkanmu?" tanya Roland lagi kepada Keyra. Kak Raymond yang mendengarnya berdecak kesal.


"Katakan padaku jika Ray menyulitkanmu dan tidak memberikan nilai yang bagus untuk nilai magangmu" ucapnya lagi.


Keyra memutar bola matanya malas


"Mr. Orlando yang terhormat, sebelumnya aku sangat berterima kasih atas perhatianmu padaku" Keyra menyentuh dadanya, Roland mengangguk dan tersenyum.


"Tapi dengan sangat menyesal ku katakan aku tidak membutuhkan bantuanmu sama sekali. Karena dibanding dirimu aku mempunyai backing yang lebih hebat. Aku punya tunangan nya di belakangku" jawab Keyra telak dengan senyum meremehkan. Roland bungkam dan memang tidak bisa membantah ucapan Keyra.


Aku dan kak Raymond tertawa puas melihat wajah bodoh Roland yang menatap Keyra.


"Mungkin kau harus berusaha lebih giat untuk meluluhkan hati Keyra, dude" ucap kak Raymond yang diangguki oleh Roland.


"Ya kau benar" Roland menatap Keyra penuh arti. Keyra hanya mengangkat kedua alisnya merespon tatapan Roland.


"Felix mengundang kita untuk makan malam di mansion keluarganya" ucap Kak Raymond mengganti topik.


"Dalam rangka apa pria itu mengundang kita makan malam di mansionnya. Hal yang tidak pernah terjadi selama lima tahun ini" ucapnya.


"Oh...astaga apa..." Roland menggantung ucapannya begitu menyadari sesuatu, lalu melirikku. Aku mengernyit


"Kau sudah mengetahuinya?" tany kak Raymond.


"Ya, hari ini peringatan kematian Marinka"


Kak Raymond mengangguk


"Iya kau benar, tapi dia mengundang kita bukan hanya karena itu melainkan untuk menyambut kedatangan Ashley."


Aku tersedak mendengar ucapan kak Raymond. Aku melupakannya. Ya wajar saja Felix mengadakan pesta untuk menyambut kepulangan wanita yang dicintainya itu dan jangan lupakan anak mereka yang tampan Darren.


"Apa yang kau katakan barusan. Benarkah Ashley sudah kembali? " Roland bertanya dengan raut wajah terkejut yang dibuat-buat. Ingin sekali aku menjitak kepalanya padahal dia sudah mengetahui perihal kembalinya Ashley. Tapi mungkin mereka akan lebih terkejut nanti. Ashley tidak datang sendiri melainkan berdua bersama anaknya, Darren.


Tanpa sadar aku menghembuskan nafasku berat.


"Kau tidak apa-apa?" tanya kak Raymond menyadari perubahan raut wajahku.


Aku tersenyum paksa lalu menggeleng.


"Siapa Ashley?" tanya Keyra.


"Kekasih Felix" jawab kak Raymond dengan tatapan yang mengarah padaku.


T.B.C