You Are Special

You Are Special
Tiga Puluh Enam



"I like monday" Mika mensugesti dirinya sendiri untuk mengawali hari panjangnya dengan semangat. Bagaima tidak panjang ia akan melihat wajah tampan Felix yang ditekuk karna marah padanya.


"Good morning aunty" Mika memeluk aunty Chatrin dari belakang dan mencium pipinya. Ia memang menginap di rumahnya semalam.


"Good morning uncle" Mika kembali mencium pipi uncle Josh yang sedang membaca koran ditemani secangkir kopi.


"Dan good morning sayang" sapaan itu dari Raymond yang memeluknya dari belakang.


"Morning" jawab Mika seraya mencium pipi Raymond yang dibalas kecupan di kening Mika.


Aunty dan Uncle Josh geleng-geleng kepala.


"Makan sarapanmu, dan kakak akan mengantarmu" ucap Raymond kepada kekasihnya itu.


Mika mengangguk dan duduk di kursi. Mommy Chatrin meletakkan selembar roti yang sudah diolesi selai cokelat kesukaannya.


"Terimakasih aunty" Mika tersenyum dan aunty mengangguk.


Mika menghabiskan sarapannya hanya dengan dalam waktu tiga menit lalu ia meneguk setengah susu yang dibuat aunty Chatrin.


"Aku sudah selesai" ucapnya.


"Baiklah, ayo kita berangkat" ajak Raymond seraya berdiri dari tempatnya.


Butuh waktu lima belas menit dari rumah Raymond untuk sampai ke kantor Felix.


"Terimakasih sudah mengantarku, hati-hati di jalan dan jangan lupa selalu rindukan aku" ucap Mika manja sebelum turun dari mobil kekasihnya, Raymond.


Raymond tergelak mendengar ucapan Mika. Raymond menurunkan kaca mobilnya lalu tersenyum hangat kepada wanita nya itu.


Mika melambaikan tangannya sebelum Raymond pergi.


Mika memasuki lift dan memencet angka tempat ruangan Felix berada. Satu minggu lagi ia akan menyelesaikan magangnya. Ia menghembuskan nafasnya mengingat waktu begitu cepat berlalu. Ia merasakan sesuatu ada yang hilang dari dalam dirinya.


Ting


Pintu lift terbuka dan ia keluar dan segera menuju ke ruangan Felix. Mika mengernyit begitu ia sampai di depan ruangan Felix. Pintunya terbuka.


Ternyata dia sudah datang.


"Good morning..."


Ucapan Mika terputus begitu melihat sosok yang ada di hadapannya. Noura.


"Good morning" Noura membalas sapaan Mik sambil tersenyum iblis.


"Apa yang kau lakukan disini" ketus Mika.


"Aku hanya ingin bertemu Felix, tapi ternyata dia belum datang" jawabnya tenang.


Mika mengernyit.


"Jika kau ingin bertamu setidaknya lihat jam dulu. Ini terlalu pagi untuk kau menemui seseorang. Lagian aku yakin Felix tidak ingin melihat wajahmu itu" ucap Mika terang-terangan tanpa merasa takut sedikit pun.


Noura tersenyum


"Bagaiman kabar kekasihku Raymond, apa dia merindukanku?" tanyanya dengan wajah tidak tahu malu.


Mika mendengus.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" pamit nya.


Ada apa dengan wanita itu, kenapa dia terlihat tenang dan santai. Aku yakin dia datang pasti ada tujuannya. Sudahlah, bagus dia tidak membuat keributan di sini.


Ia menoleh kearah pintu begitu mendengar suara pintu dibuka. Ia tersenyum begitu melihat sosok Felix berdiri disana. Seperti biasa Felix terlihat tampan dan gagah


"Good morning Mr.Mc.Kenzie" sapa Mika semangat dan optimis dengan wajah yang dibuat semanis mungkin.


Felix mengerutkan dahinya.


"Morning!" jawabnya singkat tanpa ada senyuman sebagai pemanis.


"Kau masih marah?" tanya Mika kesal tidak ada lagi wajah manis yang optimis.


"Tidak!" jawab nya singkat seraya meletakkan tas nya diatas mejanya.


Emosi melanda Mika. Ia menarik nafas dan membuangnya lalu mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya.


"Minumlah jika kau merasa gerah" ucapnya enteng seraya menyodorkan gelas yang berisi minuman di atas mejanya. Mika mengambilnya dan meminumnya sampai tandas.


"Kenapa semakin panas" ucap Mika pelan. Felix mengernyit mendengar ucapannya.


"Nyalakan AC nya Felix di sini panas sekali" Mika merasakan sesuatu yang tidak nyaman di tubuhnya.


Felix semakin bingung.


"Ini masih pagi dan AC di ruangan ini juga hidup" Felix melihat ke arah AC memastikan bahwa ucapannya benar.


Felix menatap Mika kembali dan melihat wajah Mika yang memerah.


"Kau sakit ?" tanya nya seraya meletakkan punggung tangannya di kening Mika. Mika segera menarik dasi nya dan mencium nya dengan kasar. Felix kaget dan matanya melebar mendapat serangan mendadak dari Mika.


Felix mendorong tubuh Mika dengan pelan, Ia kembali bingung melihat Mika yang menatap nya dengan tatapan mendamba.


"Ada apa dengan mu" tanya nya khawatir.


Mika menggelengkan kepalanya. Karna ia juga tidak tahu apa yang terjadi padanya. Ia hanya merasakan sesuatu yang tidak nyaman dari dalam dirinya.


"Panas Felix. Aku mohon tolong aku" Mika kembali mendorongnya ke kursi agar Felix terduduk dan ia segera naik ke pangkuan.


"Oh ****, kau membangunkan sesuatu yang sudah tidur," umpat Felix


"Mika.." Felix mengerang. Ayolah dia pria normal.


Sekuat tenaga Felix mempertahankan akal sehat nya. Felix berdiri secara tiba-tiba dan membuat Mika terjatuh kelantai.


"Maafkan aku" ucapnya penuh sesal seraya membantu Mika untuk berdiri.


"Felix...aku mohon..."ucap Mika dengan suara serak


"Oh Tuhan ada apa dengan wanita ini. Tadi dia baik-baik saja sebelum dia meminum..ohh ****..katakan pada ku apa ada orang yang datang kesini selain dirimu?" tanya Felix panik.


"Noura" jawab Mika singkat, ia bisa melihat wajah Felix menegang begitu mendengar ia menyebut nama Noura.


"Sial..dia pasti memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu" Felix baru menyadari keadaan yang terjadi


"Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus menghubungi Raymond..tidak..tidak itu akan memakan waktu yang cukup lama Mika bisa mati" ucap Felix pada dirinya sendiri dengan raut wajah panik.


Felix menatap Mika dengan lembut lalu mengelus wajahnya penuh sayang


"Mika dengarkan aku, setelah ini mungkin keadaannya akan berubah. Bisa saja kau akan lebih membenciku setelah ini, tapi daripada melihat mu tersiksa aku lebih memilih kau membenciku. Tapi aku mohon jangan membenciku terlalu dalam. Maafkan aku. Aku akan menolongmu" ucap Felix dengan raut wajah yang tidak dapat di mengerti.


T.B.C