
Mika berlari meninggalkan ruangan Felix begitu Felix mengusirnya dengan cara yang tidak di duga Mika sama sekali. Begitu sampai di loby Mika baru menyadari ternyata hujan turun dengan derasnya.
"Sepertinya langit juga ikut bersedih melihat kehancuranku" lirih Mika kemudian berlari melewati deras nya hujan. Dengan begitu tidak akan ada yang melihat dia menangis. Mika menumpahkan air matanya sejadi-jadinya di tengah deras nya hujan.
Mika tidak merasakan lagi dinginnya hujan yang mengguyur tubuhnya. Dadanya sesak mengingat bagaimana cara Felix menariknya keluar.
Mika terus berlari hingga tanpa disadarinya ia sudah ada di depan pintu apartement milik Keyra.
Mika membunyikan bel pintu dan tidak berapa lama Keyra membuka kan pintu
"Astaga.." pekik Keyra begitu melihat Mika yang basah kuyup.
"Apa yang terjadi padamu" Keyra menuntun Mika masuk.
"Key, bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan di sini sakit sekali" Mika memukul-mukul dadanya cukup kuat.
"Hentikan.."Keyra menahan tangan Mika
"Kau bisa menyakiti dirimu. Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Keyra khawatir seraya mendudukkan Mika di sofa. Keyra tidak peduli dengan sofanya yang akan basah nantinya.
"Dia..Felix..akan menikah" Mika berurai air mata
Keyra tercengang dan segera memeluk sahabatnya yang basah kuyup itu. Keyra menyadari Mika sedang patah hati.
Tapi bagaimana mungkin Felix menikah, dia sangat mencintai Mika. Bahkan dia sangat bahagia ketika Mika menyatakan perasaannya saat mabuk. Apa sebenarnya terjadi? Keyra bertanya-tanya dalam hatinya.
"Tenanglah semua pasti akan baik-baik saja" Keyra hanya bisa mengatakan semua akan baik-baik saja walau ia sadar semuanya tidak akan baik-baik saja semudah itu mengingat Felix adalah cinta pertamanya dan bahkan yang orang yang memperawaninya.
"Apa cinta memang semenyakitkan ini Key?" isak Mika dengan nada pilu. Hati Keyra ikut tersayat mendengar rintihan sahabatnya itu. Keyra ikut menangis. Baru kali ini dia melihat Mika seperti ini dan keadaannya sangat rapuh dan kacau.
"Aa..aaku datang ingin mengatakan padanya tapi..tapi aku malah dibuat terkejut melihat dia melamar Ashley. Dia sudah berhasil mempermainkanku Keyra" tangis Mika dalam pelukan Keyra.
"Tolong aku Keyra, di sini sangat sakit" Mika melepaskan pelukannya lalu kembali memukul dada nya dengan sekuat tenaganya.
"Mikayla hentikan! kau menyakiti dirimu sendiri" Keyra menarik Mika kembali ke dalam pelukannya menenangkan sahabat nya itu.
"Aku tidak tahu harus mengatakan apa karena disaat hati patah semua terasa menyakitkan. Tapi Mika aku yakin Felix mempunyai alasan kenapa dia tiba-tiba ingin menikahi Ashley" ucap Keyra. Mika bungkam yang terdengar hanyalah isak tangisnya.
"Kau harus mengganti pakaianmu, kau bisa sakit" Keyra membantu Mika beranjak dari kursinya dan menuntun Mika ke kamarnya.
Keyra berjalan kearah lemarinya untuk mengambilkan pakaian buat Mika.
"Ganti pakaianmu" Keyra memberikan handuk dan piyama untuk Mika kenakan
"Aku akan membuatkanmu teh jahe buat menghangatkan tubuhmu" ucap Keyra yang diangguki oleh Mika.
Keyra kembali membawakan teh jahe kekamarnya tapi ia melihat Mika sudah tertidur di ranjangnya. Keyra menghela nafas.
"Setidaknya dia bisa tenang untuk sesaat" ucap Keyra.
"Bagaiamana keadaannya?" tanya Nayla yang baru datang. Keyra memang menghubungi Nayla dan meminta Nayla agar segera datang ke rumahnya.
"Seperti yang kau lihat dia sangat rapuh" jawab Keyra.
"Ya, wajar saja ini pertama kali buatnya. Apa kau sudah menghubungi Raymond?" tanya Nayla.
Keyra menggeleng
"Aku yakin Mika tidak ingin Raymond melihat nya dalam keadaan seperti ini" ucap Keyra bijak.
Nayla mengangguk. Mereka memutuskan untuk ke bawah saja agar tidak menganggu Mika yang sedang tidur.
"Bagimana hubunganmu dengan Roland setelah kemarin malam Ayrin mempermalukanmu di hadapannya?"
Keyra mengangkat bahunya acuh
"Jalan di tempat"
"Kau tidak berniat untuk mengatakan yang sejujurnya" Nayla duduk di sofa lalu menyalakan televisi.
"Aku tidak seberani itu" jawab Keyra dan duduk di samping Nayla.
Nayla dan Keyra kompak menghela nafas.
"Ini sudah dua jam sejak dia tidur, kau bangunkan lah dia. Aku yakin dia belum makan" ucap Nayla.
"Baiklah" Keyra beranjak dari kursinya lalu pergi menuju kamarnya.
"Ay..bangunlah..kau harus mengisi perutmu" Keyra mendekati Mika. Mika tak bergeming sama sekali.
"Ay.." panggil Keyra lagi seraya menyentuh bahu Mika. Mika tidak memberi respon juga. Keyra mulai mengernyit.
"Oh astaga..badannya panas sekali" pekik Keyra begitu dia menyentuhkan punggung tangan nya dikening Mika. Keyra mulai panik dan khawatir
"Nay..." teriaknya
Nayla dan Keyra membawa Mika kerumah sakit. Mika pingsan dan demamnya sangat tinggi.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Raymond begitu dia sampai di rumah sakit.
"Dia kehujanan" jawab Keyra.
Keyra menghubungi Raymond begitu mereka tadi sampai di rumah sakit. Mereka tidak ada pilihan selain memberitahu Raymond.
"Kenapa dia bisa kehujanan maksudku dia bukan anak kecil lagi yang akan dengan senangnya bermain di bawah guyuran hujan" Raymond tidak bisa menyembunyikan kekhawtirannya.
"Felix akan menikah dengan Ashley"
"Apa?" kaget Raymond mendengar apa yang baru saja dikatakan Keyra.
"Kau jangan main-main dengan dengan ucapanmu Keyra" Raymond masih tidak mempercayainya.
"Kau fikir aku masih bisa memberikan lelucon setelah melihat Mika yang terbaring lemah di sana" jawab Keyra setengah kesal.
"Aku akan memberi pelajaran kepada pria brengsek itu" Raymond pun berlalu dan segera menuju perusahaan milik Felix.
Raymond membuka pintu ruangan Felix dengan sedikit kasar. Raymond melihat Felix dan Ashley sedang menikmati makanan mereka sambil tertawa. Emosi Raymond mendidih seketika itu.
"Oh kau datang?" Sapa Felix begitu Raymond berad di dekatnya.
Tanpa mempedulikan sapaan Felix Raymond menarik kerah baju Felix dan segera melayangkan tinjunya ke wajah tampan Felix.
Ashley terpekik dan beranjak dari tempat nya
"Raymond hentikan, apa yang kau lakukan?" Ashley mencoba melerai Raymond tapi Raymond seolah tak mendengar Ashley, ia semakin menghajar Felix dengan tinjunya.
Ashley segera merogoh tasnya dan mengambil ponselnya. Dia menghubungi Roland.
"Brengsek, ********, kau disini tenang-tenang saja sementara Mika terbaring lemah dirumah sakit"
Felix terkejut mendengar apa yang dikatakan Raymond tapi dia segera memyembunyikan keterkejutannya itu.
"Hei apa yang kalian berdua lakukan?" Roland membantu Felix berdiri.
"Ouh wajahmu sangat mengerikan dude" ucap Roland begitu melihat hasil karya Raymond di wajah Felix.
"Dan kau, ada apa denganmu" Roland mengalihkan tatapannya ke arah Raymond.
"Tanyakan saja kepada sahabat brengsekmu?" Raymond mendengus kesal.
"Kesalahan apa lagi yang kau lakukan kali ini Felix, apa kau meniduri Mika lagi saat dalam keadaan mabuk?" tuduh Roland setengah bercanda.
"Apa kau sungguh meniduri Mika Felix?" Ashley memdekat ke arah Felix dan menatapnya dengan intens.
"Ini tidak seperti yang kau fikirkan Ashley" elak Felix.
"Huh..kau lihat itu Roland betapa pengecut nya sahabatmu ini. Aku tidak percaya dia mempunyai sifat brengsek sepertimu" Raymond menatap sinis kearah Felix.
"Aku rela melepaskan Mika hanya untuk pria brengsek ini dan kau tahu Roland baru semalam dia berjanji akan membahagiakan Mika tapi begitu matahari terbit dia malah merencanakan pernikahannya dengan wanita lain yang tidak lain adalah mantan kekasihnya" jelas Raymond secara menggebu.
Roland menatap Felix tidak percaya lalu tanpa aba-aba dia kemudian melayang tinjunya kearah Felix.
"Kau memang pantas mendapatkannya dude" ucapnya lalu membawa Raymond pergi meninggalkan Felix yang tersungkur di lantai begitu saja.
T.B.C