
Happy reading ๐๐
Author PoV
"Uncle Ray...." panggil Rachel begitu melihat sosok Raymond. Rachel pun berlari menghampiri Raymond. Raymond menangkapnya dan mengangkatnya ke atas dan memutar mutarnya di udara. Rachel tertawa lepas.
Mika mendekat kearah Raymond. Raymond menarik kepala Mika mendekat untuk mencium keningnya.
Felix memalingkan wajahnya melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu layaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia. Ayah, ibu dan anak. Mommy Kelly melihat kesedihan dimata anaknya lalu dia mengelus lengan Felix memberi
semangat. Felix tersenyum nanar.
"Hai aunty..bagaimana kabarmu?" Raymond menyapa Mommy kelly seraya mencium pipinya.
"Seperti yang terlihat aunty sehat" mommy Kelly tersenyum dan menepuk lengan Raymond.
"Kau juga terlihat lebih cantik diusiamu sekarang aunty" goda Raymond.
"Ya aku akui itu" jawab mommy Kelly menanggapi godaan Raymond.
"Masuklah" ajak mommy Kelly.
"Tidak aunty, maaf tapi sepertinya aku harus pergi membawa gadisku ini untuk bertemu ibuku, karena dia juga sangat merindukannya" jawab Raymond.
"Mika memang gadis yang manis, sehingga semua orang menyukainya" puji mommy Kelly. Mika tersenyum dan merona mendengar pujian itu.
"Ya, kau benar aunty dan aku adalah pria beruntung yang memilikinya" Raymond mengerlingkan matanya. Mommy Kelly tertawa dan mengangguk.
"Ya kau sangat beruntung. Jaga dia baik-baik" nasehat mommy Kelly.
"Ya aku pasti menjaganya aunty karena banyak pria di luar sana yang sedang mengincarnya" Raymond menatap Felix yang juga sedang menatap nya. Mata mereka beradu. Felix mendengus dan memalingkan wajahnya.
"Baiklah aunty sepertinya kami harus pergi" ucapnya. Mommy Kelly mengangguk.
"Kau mau ikut atau kau masih di sini?" tanya Raymond kepada Felix.
"Aku akan menghabiskan akhir pekanku di sini menemani ibuku" jawab Felix. Raymond mengangguk.
"Baiklah kalo begitu kami pergi" ucapnya.
"Rachel sayang, pamit dulu sama grandma dan uncle" Raymond meminta Rachel.
"Grandma Rachel pulang dulu" pamitnya. Mommy Kelly jongkok dan mencium kedua pipi tembem milik Rachel.
"Baiklah sayang. Sering-seringlah mengunjungi grandma ajak mommymu juga" ucap mommy Kelly sambil mengelus kepala Rachel. Rachel mengangguk lalu menoleh kepada Felix.
"Daddy, Rachel pulang dulu lain kali kita bermain lagi."
Raymond tersedak air ludahnya sendiri.
"Daddy..." tanya nya tidak percaya dengan pendengarannya.
"Aku selangkah lebih maju darimu dalam hal mendekati anak kecil" ujar Felix sombong.
Raymond tersenyum mengejek.
"Roland pasti akan menghajarmu."
"Kenapa dia mau menghajarku" Felix mengernyit.
"Kau meminta Rachel memanggilmu daddy berarti kau berniat menikahi mommynya, Keyra."Jelas Raymond.
Felix menyunggingkan senyumnya.
"Aku akan mengingatkanmu, mungkin kau lupa Rachel mempunyai tiga mommy" Felix mengangkat kedua alisnya lalu melirik ke arah Mika. Raymond mendengus.
"Sudahlah kami pergi dulu" Raymond mengambil alih Rachel.
Felix mengecup kening Rachel lalu mencubit pipinya.
ย
ยคยคยคยคยคยคยคยคยค
ย
"Kau bertengkar dengan Felix" tanya Raymond begitu mobil Raymond berjalan meninggalkan mansion Felix.
Mika menoleh ke arah Raymond dan mengernyit. Raymond menatap nya sambil menaikkan alisnya.
Mika menghembuskan nafasnya.
"Temanmu itu selalu menyebalkan" Mika melipat kedua tangannya di dada.
Raymond tersenyum
"Apa yang dilakukannya kali ini" tanya Raymond.
"Aku juga melihat fhoto Ashley di sana. Dia sangat cantik" ucap Mika pelan Raymond menyadari perubahan raut wajah Mika.
'Apa dia cemburu melihat fhoto Ashley'
batin Raymond.
"Ya, Ashley memang cantik dan Felix sangat mencintainya" Raymond sengaja menekan ucapan nya dan melirik Mika.
Mika mengangguk lesu.
Raymond tersenyum miris.
Mika menyukai Felix hanya saja dia belum menyadarinya, fikir Raymond
"Sayang, kau ingin pernikahan yang seperti apa?" tanya Raymond mengalihkan topik.
"Hah..pernikahan" tanya Mika mengulang ucapan Raymond.
Raymond tersenyum
"Kau tidak lupa kan, lima bulan lagi kita akan menikah."
"Secepat itu" ucap Mika.
"Kenapa? Kau tidak senang sayang?"
Raymond menghentikan mobilnya. Mika mengernyit. Mika menoleh ketika ada seseorang yang mengetuk jendela mobil Raymond. Mika menurunkan kacanya dan melihat Keyra. Mika baru menyadari ternyata mereka sudah berada di depan apartement milik Keyra.
Keyra membuka pintu belakang dan mengangkat Rachel yang sedang tertidur ke dalam gendongannya.
"Terimakasih sudah menjaga Rachel. Silahkan lanjutkan kencan kalian" ucapnya seraya mengecup singkat pipi Mika.
Raymond kembali menjalankan mobilnya menuju rumahnya.
"Dulu kau ingin cepat-cepat menjadi pengantin kakak. Apa sekarang kau tidak menyayangi kakak lagi?" tanya Raymond tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.
"Tentu saja aku sangat menyayangimu" jawab Mika cepat dan tegas
Raymond terkekeh melihat jawaban spontan Mika.
Kau memang menyayangiku adik kecil.ย Tapi kau tidak mencintaiku. Kau tidak pernah memandangku sebagai pria, batin Raymond.
"Mika.."panggil Raymond seraya menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Mika tersentak dan menoleh kearah Raymond. Ini pertama kalinya Raymond memanggil namanya disaat mereka berduaan. Biasanya dia akan memanggilnya sayang.
Raymond membuka seat beltnya dan menatap Mika lekat.
"Jika kau tidak ingin melanjutkan pernikahan ini, katakan padaku. Aku tidak ingin kau menyesal dikemudian hari" ucap Raymond sambil menggenggam tangan Mika.
Ada apa dengan kak Raymond, kenapa dia tiba-tiba membicarakan pembatalan pernikahan. Dan cara bicaranya juga berbeda. ucap Mika dalam hati.
"Kenapa aku harus menyesal, kau tahu aku tidak ingin kehilanganmu" Mika sedikit membentak.
Raymond menarik nafas lalu tersenyum hangat.
"Kau hanya belum menyadarinya sayang" Raymond menatap lembut manik mata cokelat milik Mika.
"Apa kau sudah tidak menginginkanku" Mika terisak.
Raymond terkekeh
"Kau tahu sebesar apa kakak menginginkanmu sehingga memaksa ayah dan ibu kakak untuk melamarmu dipertemuan pertama kita. Sampai mereka mengira kakak sudah tidak waras. Karena tidak tahan mendengar permintaan kakak yang terus menerus akhirnya mereka menyuruh kakak menunggu dan mendekatimu terlebih dahulu agar lebih mengenalmu. Setelah dua tahun bertahan akhirnya kau menjadi tunangan kakak. Kau tahu bagaimana bahagianya kakak memilikimu" ucap Raymond jujur dan tulus.
"Lalu kenapa kakak tiba-tiba mengatakan aku akan menyesal karena belum menyadarinya" Mika masih terisak.
"Apa ada wanita lain lagi" tanya Mika disela-sela tangisnya.
Bukan wanita lain tapi pria lain sayang, batin Raymond.
"Tidak, tidak ada wanita lain dan tidak akan pernah ada. Sudahlah lupakan apa yang kakak katakan tadi. Jangan menangis mommy bisa menghapus kakak dari daftar keluarga jika dia mengetahui kakak membuatmu menangis."
Raymond mengusap lembut pipi Mika dan menghapus air matanya.
"Baiklah, apa kau ingin makan ice cream sebelum kita pulang ke rumah" tawar Raymond yang disambut Mika dengan wajah sumringah.
"Aku ingin ice cream yang banyak dengan berbagai rasa" pinta Mika.
"Oke..kita cari tempat penjual ice cream yang enak bila perlu kakak akan membeli beserta toko nya agar kau bisa puas menikmatinya. Kau senang sayang?"
Mika mengangguk lalu tertawa mendengar ucapan Raymond.
T.B C