You Are Special

You Are Special
Aku Mencintaimu



"Aku ke toilet dulu" teriak Mika begitu ada di samping Keyra dan Nayla.


"Baiklah, segera lah kembali" teriak Keyra tak kalah kencang.


Mika pun berlalu.


Setelah melepaskan hasratnya, Mika pun segera keluar dan tersentak begitu melihat Ashley sedang menunggunya diluar toilet.


"Hai.." sapa Ashley canggung.


Mika tersenyum kecut.


"Mika, maafkan aku atas kelancanganku hari itu, aku tahu aku sudah keterlaluan" ucap Ashley penuh penyesalan.


"Sudah lah Ashley, lupakan saja" Mika berjalan melewati Ashley.


"Aku mencintai Felix, bahkan setelah lima tahun berlalu rasa itu semakin tumbuh"


Mika menghentikan langkahnya lalu berbalik


"Kenapa kau mengatakannya padaku."


"Karena Felix mencintaimu"


Mika menaikkan satu alisnya mendengar penuturan Ashley. Ashley mendekat kearah Mika lalu menggenggam tangan Mika.


"Mika, aku sangat mencintainya. Lima tahun aku lalui dengan sangat berat tanpa ada dia di sampingku. Aku bertahan karena aku memiliki cinta untuknya yang aku yakini dia pasti mencintaiku sebanyak aku mencintainya. Tapi ternyata aku yang terlalu percaya diri. Begitu melihat cara dia memandangmu aku sadar dia sangat mencintaimu. Aku cemburu."


"Lalu kau berkata seperti ini untuk apa?" tanya Mika tanpa ekspresi.


Ashley menarik nafasnya panjang.


"Mungkin ini terdengar sangat konyol bagi mu tapi bisakah kau mengabaikan Felix, agar dia memandang ke arahku. Mika ini sungguh tidak adil bagiku, aku dan Felix berpisah karena kesalahfahaman dan ketika kesahlahfahaman itu terselesaikan Felix hanya mengatakan kata maaf. Mika berbaik hati lah padaku, kau masih mempunyai mommy dan daddy yang lengkap, tunangan yang sangat mencintaimu dan bahkan sahabat-sahabat yang menyayangimu. Kau sangat beruntung. Tapi lihat lah aku dan anakku Darren, kami tidak seberuntung dirimu. Kami tidak memiliki siapa-siapa lagi. Hanya Felix tempatku dan Darren bergantung Mika" ucap Ashley memohon dan berurai air mata.


Mika terenyuh melihat Ashley yang berdiri di hadapannya dengan keadaan yang sangat rapuh. Tapi apa yang bisa diclakukannya dia sendiri bingung dengan perasaannya sendiri.


Mika menarik nafas dalam.


"Ashley dengarkan aku, aku tidak tahu harus berkata apa ini mungkin akan mengecewakanmu, tapi yang bisa aku lakukan adalah menekan perasaanku sendiri terhadap Felix. Jika kau memintaku untuk meminta Felix agar berhenti mencintaiku, aku tidak bisa melakukannya. Perasaannya adalah haknya.Maafkan aku" Mika melepaskan genggaman tangan Ashley dari tangannya lalu berbalik membelakangi Ashley.


"Kau bisa mempercepat pernikahanmu, dengan begitu dia tidak akan berharap lagi padamu."


Mika tersentak mendengar perkataan Ashley. Dia menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya kembali.


"Dengan begitu dia akan membuka hatinya kembali" Ashley memelas.


"Mika aku mohon lakukan ini untuk Darren. Setelah empat tahun akhirnya dia bertemu dengan daddy yang sangat diimpikan dan dirindukannya. Apa yang akan ku lakukan jika suatu waktu dia bertanya kenapa daddynya tidak mencintai mommy nya" Ashley kembali terisak.


"Berusahalah lebih giat Ashley. Jika kau yakin dengan cintamu maka yakinkan Felix dengan cintamu yang besar itu. Bukan dengan cara meminta kepadaku Ashley. Karena seperti yang ku katakan aku tidak bisa melakukan apapun selain mengendalikan perasaanku padanya. Dan masalah Darren, kau adalah ibunya kau tentu tahu bagaimana cara membahagiakan dia" Mika pun segera pergi meninggalkan Ashley yang masih terisak.


"Berikan aku minuman" ucap Mika kepada bartender. Bartender itu pun memberikan Mika segelas minuman yang langsung diteguk habis oleh Mika.


"Ahhh..minuman ini membakar tenggorokan ku. Panas sekali. Berikan lagi" pintanya. Bartender itu mengernyit tapi tetap memberikan apa yang diminta Mika. Mika kembali meneguknya sampai habis.


"Ouhhh...kenpa pusing sekali dan ada apa dengan ruangan ini kenapa terus berputar-putar" oceh Mika.


"Kau baik-baik saja"


Mika menoleh ke sumber suara dan melihat Felix, Keyra dan Nayla sudah berdiri di hadapannya.


"Oo..pria mesum yang tampan" Mika berdiri dan menangkup kedua pipi Felix dengan tangannya.


"Kau mabuk" ucap Felix begitu mencium bau alkhol dari nafas Mika.


Mika dan Nayla terpekik


"Oh shit..apa yang kau berikan padanya brengsek?" teriak Keyra kepada sang bartender.


Bartender itu mengangkat bahunya acuh


"Wanita cantik itu meminta minuman tentu saja ku berikan"


"Tamatlah kita, Raymond pasti membunuh kita Key" ucap Nayla.


"Ay..kau baik-baik saja" tanya Keyra yang sekarang berada di pelukan Felix.


Mika menegakkan tubuhnya lalu menatap Keyra kesal.


"Bagaimana bisa baik-baik saja, aku sudah mempunyai tunangan tapi aku mencintai pria ini."


Felix, Keyra dan Nayla tercengang mendengar pernyataan terbuka dari mulut Mika.


"Kau dengar itu Felix O'Neil McKenzie, Aku Ayrin Mikayla Anderson mencintaimu. Aku selalu merasakan sensasi yang sangat aneh setiap kali kau menyentuhku. Aku bahkan tersenyum sendiri mengingat bagaimana kita berciuman dan aku sangat marah melihatmu memberikan perhatian kepada wanita lain. Saat itulah aku sadar kau sudah ada didalam sini" Mika meletakkan tangan nya di dadanya.


Mendengar pernyataan Mika, Felix tersenyum bahagia dan merasakan tubuhnya seperti terbang di awang-awang. Jantungnya berdebar tidak karuan mendengar pernyataan cinta dari wanita yang di cintainya. Dia tahu Mika mengatakannya dalam keadaan tidak sadar tapi apa lagi yang lebih jujur dari perkataan seseorang yang sedang mabuk.


"Tapi apa yang harus kulakukan. Kita tidak bisa bersama" Mika terisak.


"Aku sudah mempunyai tunangan yang sangat mencintaiku, dan kau..kau adalah seorang daddy. Darren sangat membutuhkanmu. Berikan lah dia keluarga yang lengkap dan menikah lah dengan Ashley" Mika mengelus wajah Felix, Felix memejamkan mata nya menikmati sentuhan tangan Mika. Mika berjinjit lalu mengecup bibir Felix. Felix hanya diam dan tidak memberikan reaksi sama sekali.


"Raymond.."


Mika berbalik begitu mendengar Nayla menyebut nama tunangannya. Raymond dan Roland sudah berdiri di sana sejak Mika menyatakan perasaannya pada Felix


"Akhh..tunanganku yang baik hati sudah datang rupa nya" Mika berjalan terhuyung-huyung. Mika akan terjatuh jika saja Raymond tidak sigap menangkapnya.


"Kau selalu saja melindungiku, padahal aku sudah menyakitimu" lirih Mika.


"Kau mabuk?" Raymond menegakkan tubuh Mika.


Mika menggelengkan kepalanya.


"Tidaakkk..." rengek Mika


"Bagaimana aku bisa mabuk, aku masih mengenali kalian semua."


Raymond terkekeh.


"Sejak kapan orang mabuk tidak bisa mengenali seseorang sayang" ucap Raymond gemas.


"Uncle kau juga datang.." Mika memeluk Roland. Roland yang mendapat pelukan tiba-tiba dari Mika terkejut dan spontan melihat kearah Felix dan Raymond yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Oh ayolah, dia yang memelukku bukan aku" Roland membela diri.


"Wah..ternyata Ay sangat kacau jika mabuk. Aku merasa jika dia bisa membuka rahasia negara jika mabuk begini" ucap Nayla yang diangguki oleh Keyra.


"Tiba-tiba aku merasakan perasaan yang tidak enak" ucap Keyra.


"Uncle..." panggil Mika manja. Sudah lama dia tidak memanggil Roland dengan sebutan uncle.


"Aku ingin memberitahumu satu rahasia tanpa perlu melakukan negosiasi. Kau tahu uncle, Keyra ku yang malang sangat mencintaimu."


Roland tercengang dan langsung menatap Keyra yang salah tingkah. Wajahnya panas menahan malu bercampur marah.


"Sepertinya kau harus menghentikan Ayrin sebelum dia membongkar aibmu" bisik Nayla di telinga Keyra.


Keyra mendekat kearah Mika.


"Ay, hentikan" desis Keyra.


Mika menggeleng seraya mengangkat satu tangannya meminta Keyra agar tetap berdiri di tempatnya.


"Kau sudah banyak menderita, jika kau tidak berani jujur dengan perasaanmu biar aku saja yang mengatakannya"


Mika mengalihkan tatapannya dari Keyra ke arah Roland.


"Kau tahu uncle, Keyra sangat mencintaimu. Tapai dia memiliki masa lalu yang kelam sehingga ia merasa tidak percaya diri berada di sampingmu" ucapnya lancar. Orang mabuk bicaranya memang lancar seperti jalan tol.


"Ayrin, aku akan membunuhmu jika kau tidak menutup mulutmu itu" bentak Keyra.


Tiba-tiba Mika menangis. Felix dan Raymond menatapnya tajam.


"Aku tidak benar-benar membentaknya, aku hanya kesal sedikit saja" cicit Keyra.


Raymond mendekat ke arahnya.


"Heii...kenapa menangis sayang?" Raymond mengelus lembut kepala tunangannya.


Mika memeluk Raymond erat.


"Hangat dan nyaman" ucapnya.


"Kakak bisakah kau melepaskanku" tubuh Raymond menegang mendengar ucapan Mika.


"Aku tidak pantas untukmu, kau terlalu berharga" lanjutnya terisak.


Raymond melepaskan pelukannya lalu menatap Mika lekat. Mika jug menatap mata abu-abu yang sangat disukainya itu.


"Maafkan aku kakak, aku jahat, aku egois, aku yang memintamu untuk tetap tinggal disisiku tapi aku juga yang mendorongmu untuk pergi" racau Mika sambil tetap menangis.


"Hei sayang tenang lah, kau sedang mabuk, sebaiknya kita pulang."


Mika merasakan perutnya mual dan melilit, Mika mendorong Raymond dan segera berbalik tapi dia malah menabrak Felix. Mika tidak tahan lagi. Mika merasakan ada sesuatu dari dalam yang akan keluar dari mulutnya.


"Uuwweeeekkkkk..."


Mika memuntahkan isi perutnya ke dalam setelan mahal Felix lalu jatuh pingsan di pelukannya.


T.B.C