You Are Special

You Are Special
Gangguan



"Daddy.."


Felix menoleh dan menemukan Darren berdiri tidak jauh darinya. Felix tersenyum hangat lalu mendekat ke arah Darren. Felix berjongkok dan Darren segera memeluknya erat.


"I miss you, Dad." ucapnya.


"Daddy juga merindukanmu, boy" Felix mengelus rambut putranya itu.


Felicia yang melihat daddy-nya berpelukan dengan Darren segera mendekat. Felicia menepuk bahu Felix. Felicia tersenyum begitu Felix menoleh menatap nya.


"Daddy, apakah dia kakakku, Darren?" tanya Felicia dengan senyum lebar membingkai wajahnya.


Felix melepaskan pelukannya dengan Darren lalu menarik Felicia agar lebih mendekat dengan Darren.


"Ya honey, ini kakakmu Darren. Darren ini Felicia adikmu" Felix memperkenalkan ke dua anak nya itu satu sama lain.


"Wuaahhh..yang kau katakan benar, Dad, dia lebih tampan darimu" pekik Felicia riang tanpa melepaskan tatapan nya dari Darren.


"Daddy maafkan aku, sepertinya aku harus menarik janji ku tadi. Aku sepertinya akan lebih mencintai kak Darren dibanding dirimu" ucap Felicia enteng tanpa menatap Felix. Semua orang yang ada di sana tergelak mendengar pengakuan jujur Felicia kecuali Felix tentunya.


"Sayang, kau tidak bisa menarik janjimu begitu saja" bujuk Felix kepada putrinya.


"Maafkan aku daddy, tapi mommy mengatakan kejujuran itu harus dikatakan sekalipun itu pahit" Felicia tersenyum manis.


"Dan kau jangan khawatir daddy, kau akan menjadi yang kedua setelah kak Darren" ucap nya lagi yang membuat semua orang semakin tertawa puas.


"Hai kak Darren aku Felicia, adikmu" Mika mengulurkan tangannya.


Darren tersenyum hangat.


"Ternyata kau tumbuh menjadi gadis yang cantik Feli" Darren menyambut uluran tangan Darren.


"Aku suka caramu memanggil namaku, kakak. Aku harap kita akan selalu rukun kak. Mulai sekarang mungkin aku akan sering membuatmu kesal karena aku akan selalu menempel di sampingmu"


"Tidak masalah, karena aku juga akan selalu menjaga dan melindungimu" Darren mengelus rambut adik barunya itu. Felicia tersenyum sumringah.


👒👒👒👒


"Sayang aku ingin kita menyelenggarakan pernikahan secepatnya. Bila perlu besok kita akan menikah" Felix mencium kepala Mika yang sedang ada dalam pangkuannya.


Tapi terlepas dari dari alasan konyol Felix, Mika juga tidak ingin jauh-jauh dari Felix tapi ia tidak mengatakannya secara gamblang. Jadi ia hanya mengikuti keinginan Felix tanpa berkomentar sama sekali. Ia lebih memilih pura-pura percaya bahwa memang tidak ada kamar yang bisa di tempatinya.


"Kita tidak bisa membuat keputusan tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan mommy."


"Mommy pasti akan setuju sayang. Dari dulu dia sangat menginginkan mu untuk menjadi menantu di rumah ini."


"Bagaimana dengan Darren?"


"Aku akan berbicara dengan nya. Aku yakin ia akan mengerti"


"Ya aku harap secepatnya"


Felix tergelak begitu mendengar ucapan Mika


"Sayang aku tidak menyangka kau juga sama tidak sabarannya seperti diriku"


"Daddy apa kau sudah tidur" terdengar suara Darren.


"Hai..son kenapa kau belum tidur?"


"Apa aku mengganggu mu?" tanya Darren melihat penampilan Felix yang berantakan.


Felix mengangguk.


"Tidak" jawab nya singkat


"Daddy kau mengangguk tapi mulutmu berkata tidak"


"Kau tidak mengganggu son" jawab Felix seraya mempersilahkan Darren masuk. Darren masuk ke dalam kamar Felix dan berjalan mendekat ke arah Mika.


"Hanya saja kedatanganmu tidak tepat, boy" gumam Felix.


"Kau mengatakan sesuatu dad?" Darren berbalik menatap Felix. Felix menggeleng pasrah. Mika terkekeh melihat tingkah konyol Felix.


T.B.C