You Are Special

You Are Special
Happy Ending



"Kemarilah sayang" Mika menepuk ranjang agar Darren duduk di sampingnya. Darren mengangguk dan naik ke atas ranjang Felix dan duduk di tempat dimana Mika meminta nya.


Felix berjalan mendekati mereka dan duduk di tepi ranjang.


"Katakan son, ada apa kau datang menemui daddy tanpa bisa menunggu esok hari?" tanya Felix menatap Darren.


"Kapan kau akan menikahi aunty, dad?"


Felix dan Mika terkejut dengan pertanyaan Darren. Mereka tidak menyangka Darren akan menanyakan hal itu. Mika dan Felix saling tatap.


"Apa kau keberatan jika daddy menikahi aunty Mika?" tanya Felix tanpa menjawab pertanyaan Darren.


"No. Aku akan sangat senang daddy menikah dengan aunty. Bukan kah dari dulu kau dan aunty memang sudah saling mencintai. Dengan daddy menikahi nya aku bisa memanggil aunty dengan sebutan mommy" ucap Darren semangat.


Mika terharu mendengar penuturan Darren


"Kau bisa memanggilku mommy sayang, kemarilah dan peluk mommy" Mika merentangkan kedua tangannya.


"Mommy" Darren memeluk Mika erat. Hati Mika menghangat mendengar Darren memanggilnya dengan sebutan mommy. Dia tidak menyangka Daren akan menyambut nya seperti ini. Mika mengecup kepala Darren dan mengusap punggungnya.


"Maafkan aku mommy, dulu aku memintamu pergi menjauh dari daddy" isak Darren dalam pelukan Mika.


"Tidak sayang. Kau tidak bersalah sama sekali. Kau adalah anak yang hebat. Mommy bangga padamu" Mika menenangkan Darren.


"Benarkah?" Darren mendongak. Mika menunduk dan mengangguk.


"Son, bisakah kau melepaskan mommymu. Sekalipun kau putra kami tapi percayalah son aku cemburu melihat kau dan mommymu berpelukan. Kembalilah ke kamarmu" pinta Felix yang membuat Mika mendelik kesal ke arah nya.


"Kau keterlaluan dad, kau ingin menguasai mommy sendirian" protes Darren tanpa melepaskan pelukan nya.


"Kau sekarang sudah tidak mendengarkan daddy lagi. Kau ingin daddy.."


"Ya.ya.ya..Aku kembali ke kamarku. Kau tidak perlu mengancam akan memotong uang jajan ku" Darren menyela ucapan daddy nya dan melepaskan pelukannya dari Mika.


"Kau sangat tidak sopan son, daddy belum selesai bicara kau sudah memotongnya"


Darren mendengus seraya beranjak dari tempatnya.


"Aku tahu kau akan mengatakan itu dan kau tahu dad, kau sangat curang. Lihat saja jika aku sudah besar nanti aku akan memonopoli mommy dan adikku yang cantik itu" ucap Darren seraya berjalan.


"Oh kau mengancam daddy?"


"Aku tidak mengancammu tapi lihat saja nanti" Darren membuka knop pintu kamar Felix.


"Wah kau mengajakku berperang secara terbuka son. Dan percayalah aku tidak akan berbaik hati padamu. Aku tidak akan membiarkanmu menang. Jadi berusahalah lebih keras boy" Mika terkekeh dan memukul lengan Felix. Felix sungguh kekanakan.


Darren memutar tubuhnya dan menatap Felix


"Kita lihat saja nanti" Darren menggidik bahu acuh tidak terpengaruh ucapan Felix. Felix melebarkan mata nya menatap Darren yang sok cool di hadapannya. Mika tertawa melihat wajah konyol Felix yang terkejut melihat cara Darren menanggapi ucapannya.


"Sayang, sepertinya kau yang harus berusaha lebih keras. Putrimu sudah jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Dan sepertinya aku juga sudah jatuh cinta padanya sayang. Dia memiliki kharisma yang lebih hebat dibanding dirimu sayang"


"Kau ingin aku menghukum mu sampai tidak bisa berjalan sayang"


Mika bungkam mendengar ucapan Felix yang bernada ancaman itu.


🐭


Sedih dan bahagia datang silih berganti. Tapi Felix tak pernah menyesali itu semua, karna ia sadar jalan hidup nya adalah pilihan nya. Cinta Mika adalah jawaban dan penyelamat hidupnya. Mika adalah hal terbaik yang di kirimkan Tuhan untuknya. Hadirnya Mika memberikan warna di hidupnya.


Hari yang dinantikan Felix pun tiba. Hari pernikahannya. Hari dimana Felix memiliki Mika sepenuhnya.


Mika terlihat sangat cantik mengenakan gaun pengantinnya. Hati nya berdebar tidak karuan. Gugup? pasti. Setelah melewati jalan berliku akhirnya ia bisa bersatu dengan pria yang di cintainya itu. Tuhan memang selalu mimiliki caranya untuk menyatukan hamba nya. Kemana pun kau berlari, ke ujung dunia mana pun kau bersembunyi jika memang sudah jodoh Tuhan pasti mempertemukan nya dan mempersatukan nya dengan ikatan sakral, yaitu pernikahan.


"Kau menangis?" Mika mengelus lembut wajah Felix.


Felix menggeleng.


"Lalu katakan ini apa?" Mika mengusap air mata Felix.


"Aku sangat bahagia sayang" ucap Felix dengan suara tercekat.


"Kau menangis karna merasa bahagia?" tanya Mika lagi.


Felix mengangguk.


"Felix, aku tidak ingin merusak make up ku di hari pernikahanku karna menangis, jadi aku mohon berhentilah menangis."


Felix terkekeh seraya mengambil tangan Mika yang menempelkannya di wajahnya. Felix mengecup punggung tangan Mika.


"Kau tahu sayang, aku sangat bersyukur hari ini atas pemberian Tuhan yang terindah, yaitu dirimu Ayrin Mikayla Anderson. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu" Ucap Felix lembut tapi tegas.


"Aku tidak tahu apa jadinya hidupku tanpa dirimu. Separuh jiwaku telah kau bawa empat tahun lalu. Separuh jiwamu telah bersamaku sejak pertama kali aku menciummu di klub malam itu. Jadi aku mohon sayang, jangan pernah berhenti mencintaiku. Kau, tahu sayang terkadang aku berfikir aku tidak memerlukan apa pun dalam hidup ini selain pelukan dan sentuhanmu. Kau seperti candu yang akan selalu ku butuhkan. Mungkin ke depannya aku akan selalu merepotkanmu tapi sayang tetaplah di sampingku menemaniku dalam petualangan termenakjubkan dalam hidupku"


"Kau sudah terlalu banyak bicara Felix" Mika menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Felix


"Aku sudah mengatakan aku tidak ingin menangis dan merusak make up ku di hari pernikahanku tapi kau malah membuatku menangis Felix" rengek Mika di dalam pelukan Felix. Mika tidak pernah menduga Felix mencintainya begitu dalam. Dan yang membuatnya lebih terkejut lagi Felix sudah mencintai nya sejak pertemuan pertama mereka di klub.


"Terima kasih Felix..terima kasih atas cintamu yang begitu besar dan berlimpah. Aku akan mendampingimu apa pun yang akan terjadi. Karena kita adalah satu. Aku adalah kau dan kau adalah aku. Seperti yang ku katakan dulu kita akan hidup dan menua bersama" Mika mengeratkan pelukannya. Make up yang luntur tidak di pedulikan nya lagi. Ia hanya ingin memeluk dan mengutarakan isi hatinya kepada pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu.


"Dan apakah aku sudah mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu" Mika melepaskan pelukannya dan menatap lekat manik mata Felix.


"Ya sayang. Ini ketiga kalinya kau mengatakan kau mencintaiku" jawab Felix yang membuat Mika terkekeh dalam tangisannya.


"Kau tahu sayang aku sangat bahagia sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya Mc.Kenzie dan aku sungguh tidak sabar untuk membangun mimpi kita bersama-sama dan melihat Tuhan melakukan mukjizat nya kepada kita setiap hari." Mika melinggkarkan tangannya di leher Felix dan mengecup bibir singkat.


"Ya aku juga menantikannya sayang" Felix mengecup kening Mika dalam


"Apa aku juga sudah mengatakan bahwa kau sangat cantik hari ini sayang?" tanya Felix lagi.


"Tidak. Kau baru mengatakannya. Apa itu arti nya hari-hari sebelumnya aku tidak cantik" rungut Mika.


Felix terkekeh


"Di mataku kau selalu terlihat cantik sayang, apa lagi saat kau menjerit di bawahku. Percaya lah aku sangat menyukai ekspresi mu saat berada di bawah kendaliku honey" Felix mengerlingkan matanya nakal. Mika memukul dada Felix mendengar kemesuman pria nya itu. Mika baru saja hendak menjawab perkataan Felix tapi terhenti begitu ia melihat anak-anaknya masuk.


"Mom..dad..semuanya sudah menunggu kehadiran kalian" Darren dan Felicia masuk dan menghampiri kedua orang tua mereka.


"Oh baiklah sayang, ayo kita turun dan membuat para tamu itu takjub memandang iri pada kita" Felix menggandeng tangan putri nya Felicia dan Mika menggandeng tangan putra nya Darren.


"Dan sayang, aku tidak ingin kau terlalu tersenyum kepada para tamu di bawah sana. Aku tidak ingin mereka melihat dan menikmati senyum indahmu itu" Felix memberi peringatan kepada Mika.


"Kakak apa kau menyimpan kantongan plastik di saku mu. Ingin rasanya aku muntah mendengar rayuan daddy" Felicia menunjukkan raut wajah jijik


"Kau tidak boleh berkata seperti itu Feli, kau menyakiti daddy. Kelabilan daddy itu sesuatu yang wajar, maklum daddy mengalami keterlambatan dalam pendewasaan" balas Darren yang mendapat tatapan tajam dari Felix.


"Honey, bolehkah aku mengarungkan kedua anakmu ini?" Felix menatap Mika.


Mika tersenyum penuh arti


"Tentu saja boleh sayang asal kau mau tidur di luar di malam pertama mu"


Dan percayalah tidur diluar bagi seorang suami adalah ancaman keramat dan mujarab.


T.B.C