You Are Special

You Are Special
Aku Menginginkanmu



Dua minggu setelah mengetahui kehamilan Mika, Felix berubah semakin protektif. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada Mika dan bayinya. Akhirnya Felix memang membeli sebuah mansion mewah yang jarak tidak jauh dari rumah sakit, agar memudahkan ia membawa Feli jika terjadi sesuatu. Felix juga meminta dokter keluarga McKenzie untuk rutin memeriksa keadaan Mika dan bayinya.


Berlebihan? sangat berlebihan. Tapi itulah Felix, ia ingin melakukan yang terbaik buat Mika. Menebus semua rasa bersalahnya dulu, yang membuat Mika harus berjuang sendiri saat mengandung putri pertama mereka Felicia. Walau ia sadar sebanyak apapun yang dilakukannya tidak akan mampu menebus kesalahannya. Memberikan Mika dan anak-anaknya kelak cinta yang berlimpah mungkin bisa membuatnya mengurangi rasa bersalahnya.


"Sayang, sepertinya aku ngidam.." ucap Mika seraya memain-mainkan jemarinya di dada bidang milik suaminya.


"Oh astaga akhirnya..katakan sayang kau menginginkan apa?" tanya Felix antusias dengan wajah ceria.


"Aku menginginkanmu" bisik Mika di telinga Felix secara sensual.


Felix menahan nafasnya.


"Tidak ada ngidam seperti itu sayang"


"Tapi aku sungguh menginginkan itu, dan anak kita juga ingin daddy nya mengunjunginya Felix" bujuk Mika dengan manja.


"Sayang, kau tahu aku lebih menginginkanmu. Tapi kau dan aku sama-sama mendengar apa yang dokter katakan pada kita. Aku tidak ingin menyakitimu dan bayi kita" bujuk Felix.


"Kita bisa melakukannya dengan pelan-pelan sayang" Mika pantang menyerah. Mika bahkan sengaja menghembuskan nafasnya di telinga Felix dan memainkan jemari nya di dada Felix.


"No honey!" jawab Fekix tegas seraya menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak ingin mengambil resiko" Felix mengecup puncak kepalanya.


"Jadi sayang aku mohon menurut dan mengertilah"


"Baiklah" jawabnya lemas. Mika menarik nafasnya.


"Good"


"Sayang sepertinya aku mengidam lagi" Mika menatap Felix dengan tatapan puppy eyes miliknya seraya menggigit bibirnya.


"Sayang tolong jangan menatapku seperti itu dan jangan menggigit bibirmu seperti itu juga. Ini sudah terlalu malam dan aku tidak ingin mandi air dingin, sayang" erangnya frustasi.


"Katakan kau menginginkan apa, sayang? Mangga muda? Masakan Cina, Jepang, Indonesia? Aku akan dengan senang hati memenuhinya asal kau jangan meminta itu lagi" ucap Felix. Mika tersenyum sumringah dan menganggukkab kepalanya.


"Kau janji kan tidak akan menolak permintaanku kali ini?" Mika memastikan.


"Apapun itu" ucap Felix penuh dengan keyakinan.


"Aku ingin kak Raymond mengelus perutku sayang" cicitnya sedikit ragu.


Felix tersedak air ludahnya sendiri mendengar permintaan aneh istrinya itu.


"Mika sayang, dengarkan aku. Kau boleh meminta yang lain dan aku akan mengabulkannya tapi jangan meminta pria lain menyentuhmu, honey. Aku bisa membunuh Raymond jika begini sayang" bujuk Felix. Meminta Raymond mengelus perut istrinya. Tentu saja Felix menolak keras keinginan istrinya itu. Ouh Felix tidak bisa membayangkan pria lain menyentuh istrinya sekalipun itu Raymond sahabatnya.


"Tadi kau mengatakan akan memenuhi keinginanku asal jangan meminta itu. Tapi sekarang aku ingin kak Raymond mengusap perutku kau juga menolaknya" tangis Mika.


"Tentu saja aku mencintaimu sayang" ucapnya lembut.


"Lalu kenapa kau menolak semua keinginanku, tepatnya keinginan anakmu yang berada di dalam perutku ini."


"Aku hanya menolak yang tidak masuk akal Mika"


"Apanya yang tidak masuk akal? Aku ingin itu dengan suamiku apa salah?"


"Dan sekarang aku ingin Kak Raymond hanya Felix hanya mengelus perutku sebentar dan itu juga tidak kau kabulkan"


"Honey, maafkan aku jangan menangis seperti ini. Minta apapun itu. Aku tidak suka pria lain menyentuhmu."


"Apa sekarang kau menganggapku murahan?" Hardik Mika.


Oh Tuhan beginikah hormon ibu hamil. Felix membatin.


"Mika sayang, dengar kan aku. Tidak ada yang menganggapmu murahan, sayang. Aku hanya tidak ingin pria lain menyentuh milikku"


"Raymond bukan orang lain" Mika menyela


"Tetap saja dia seorang pria Mika" jawab Felix sabar dengan tatapan memohon agar Mika mengubah keinginannya itu.


"Kalau begitu aku ingin itu" percayalah Mika terlihat murahan sekarang.


"Mika..."


"Felix"


"Sayang aku mohon...."


"Turuti, atau aku pergi menemui kak Raymond dan memintanya mengusap perutku" ancam Mika menyela ucapan Felix.


Felix menghela nafas lalu bibirnya menyunggingkan senyuman.


"Keras kepala" ucapnya lalu menarik Mika ke dalam pelukannya.


"Jika kau menginginkanku satu kali, aku lebih menginginkanmu beribu kali lipat" Dengan penuh hati-hati Frlix membaringkan Mika di tempat tidur.


Mika tersenyum penuh kemenangan. Keinginannya terpenuhi. Mika yakin bayinya akan baik-baik saja di dalam sana.


"Ingatkan aku membawamu memeriksakan kandunganmu setelah olahraga malam kita ini" ucap Felix yang langsung diangguki Mika sebelum mereka melakukan hal menyenangkan itu.


T.B.C