You Are Special

You Are Special
Tiga Puluh Dua



Author Pov


"Apa yang terjadi" tanya Felix begitu dia sampai di ruangannya.


"Noura kabur dari rumah sakit" ucap Roland.


"Bagaimana bisa, bukannya kau sudah menyuruh orangmu untuk mengawasinya" ucap Felix lagi.


"Aku tidak tahu" ucapnya singkat.


"Aku khawatir dia melukai Mika" ucap Raymond dengan penuh kecemasan.


"Dalam waktu dekat ini dia tidak mungkin berani menampakkan batang hidungnya" Felix menenangkan Raymond dan dirinya sendiri.


"Kita tidak tahu apa yang bisa dilakukan wanita gila itu" ucap Raymond.


"Akhir pekan ini aku akan keluar kota dan Mika tidak akan mau di ajak pergi" lanjutnya.


"Meninggalkannya bersama Keyra dan Nayla juga tidak aman. Noura adalah wanita yang licik" ucap Roland.


"Akhir pekan ini dia akan mengunjungi ibuku. Kalian tidak perlu khawatir aku akan menjaganya" ucap Felix yang memdapat tatapan berbeda dari Roland dan Raymond.


"Baiklah kalau begitu. Aku percayakan Mika padamu" ucap Raymond seraya menepuk bahu Felix. Roland mengangguk dan menepuk bahu Raymond untuk memberinya semangat.


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" Raymond beranjak dari tempatnya.


Kini tinggal Roland dan Felix di sana.


"Bagaimana perasaanmu" tanya Roland.


"Maksudmu" Felix mengernyit.


"Jangan berpura-pura. Aku tahu kau mabuk tapi kau tidak akan melupakan apa yang kau katakan" sindir Roland.


Felix tersenyum


"Aku sudah mengatakannya."


"Dasar pria brengsek!!Lalu bagaimana reaksi Mika?" tanya Roland penasaran.


"Aku yakin kau sudah bisa menebaknya" jawab Felix.


"Aku memang bisa menebaknya tapi aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu agar aku bisa puas menertawakanmu" Roland menggoda sekaligus mengejek Felix.


"Sialan kau Roland. Aku harap Keyra juga tidak akan menerima lamaranmu."


 


¤¤¤¤¤¤¤¤¤


"Kau ada masalah apa Key" tanya Mika begitu mereka sampai di apartemen milik Keyra.


"Aku tidak ada masalah" jawab Keyra acuh seraya merebahkan badannya di atas tempat tidurnya.


"Salah, lebih tepat nya masalahku terlalu banyak. Jadi masalahku yang mana yang kau tanyakan Ay" jawab Keyra menatap kosong langit-langit kamarnya.


"Bagaimana kabar Rachel?" tanya Nayla mengalihkan topik sensitif yang aura nya sudah tidak enak untuk dibahas.


"Dia baik dan tentunya semakin pintar" jawab Keyra sambil tersenyum hangat.


Mika dan Nayla mengangguk dan ikut tersenyum.


"Apa aku boleh membawanya bersamaku akhir pekan ini" Mika meminta izin Keyra.


"Tentu saja. Rachel pasti akan senang. Kau tahu dia sangat menyukaimu, tapi kau mau membawanya kemana?" tanya Keyra.


"Aku akan mengunjungi ibu nya Felix" jawabku jujur.


Nayla dan Keyra kompak melebarkan matanya.


Nayla bersiul.


"Hubunganmu dan dia berkembang sangat pesat. Apa ada hal yang ku lewatkan Ay?" goda Nayla.


"Tidak ada yang terjadi antara aku dan dia. Aku sudah punya tunangan Nayla Lavine Scott jika kau melupakannya" aku mendelik kesal kearah Nayla yang selalu menggodaku.


"Tentu saja aku tidak melupakannya. Aku fikir setelah ciumanmu dan Felix terakhir kali status kalian berubah dari musuh menjadi kekasih gelap."


"Aku dan dia tidak pernah bermusuhan dan aku tidak akan pernah menerimanya dan mengkhianati kak Raymond!!" tegas Mika.


"Ada apa dengan kata 'menerima' apa Felix menyatakan perasaannya padamu?" Keyra langsung duduk dan menatap Mika dengan menyipitkan matanya.


Mika hanya mengangguk. Bukan kah sudah dikatakan tidak ada rahasia diantara mereka.


"Akh..sudah kuduga dia memang tertarik denganmu" ucap Nayla penuh semangat.


"Katakan bagaimana dia menyatakan perasaannya padamu" tanya Nayla masih dengan semangatnya.


"Apa ada cincin, makan malam romantis atau setidaknya bunga sebagai pemanis yang mewakilinya" Keyra tidak kalah semangatnya dari Nayla.


Mika memutar bola matanya malas.


"Buang jauh-jauh fantasimu itu Keyra. Tidak ada makan malam romantis seperti yang kau katakan, yang ada hanya makan siang biasa di restaurant jepang. Tiba-tiba saja dia menyatakan perasaannya" jelas Mika mematahkan semangat Keyra dan Nayla tadi.


"Bagaiman perasaanmu saat mendengar dia mengatakannya" tanya Keyra penasaran.


Mika melempar wajah Nayla dengan bantal yang ada di dekat nya.


"Dasar wanita Jorok!!!" ucap Mika dengan kesal.


"Tapi ada yang aneh saat Felix mengatakan nya rasanya menjadi berbeda dibanding saat kak Raymond yang mengatakannya. Kau tahu Nay, aku seperti merasakan ada ribuan kupu-kupu menggelitiki perutku saat dia mengatakannya.Bahkan jantungku seperti mau keluar dari tempatnya" jelas Mika jujur dan polos.


Nayla dan Keyra menganga mendengar penuturan Mika.


"Raymond dalam masalah" Keyra menepuk-nepuk bahu Mika. Mika mengernyit bingung.


"Sudah ku duga kau juga menyukainya" ucap Nayla bertepuk tangan yang membuat Mika semakin mengerutkan dahinya.


"Nay, apa kau membenci kak Raymond sehingga kau begitu bahagia mengetahui Felix menyukaiku."


Nayla tersedak air liurnya sendiri mendengar ucapan Mika yang menuduhnya.


"Aku tidak membencinya hanya saja aku merasa kau lebih cocok dengan Felix dibanding dengan Raymond. Aku bahkan salut dengan Raymond setelah mengetahui kenyataan di balik cerita dirinya dengan Noura. Percayalah aku tidak pernah membencinya" jelas Nayla dengan raut wajah tidak enak.


"Kau tidak perlu tegang begitu. Mika hanya bertanya tidak ada maksud lain. Jadi jika Mika cocok dengan Felix lalu Raymond cocok nya dengan siapa? denganmu?" goda Keyra sambil tertawa.


Mika ikutan tertawa.


"Aku tidak bisa membayangkan kak Raymond yang lembut harus berhadapan dengan Nayla yang blak-blakan."


"Ya, aku juga tidak berani membayangkannya. Tapi untungnya Raymond lebih menyukai tipe wanita manis dan kalem sepertimu" ucap Keyra tanpa menyadari perubahan raut wajah Nayla.


"Memangnya aku wanita seperti apa" lirih Nayla yang masih bisa didengar oleh Mika dan Keyra.


Mika dan Keyra kompak menghentikan tawanya. Mika dan Keyra menatap Nayla yang terlihat sedih.


"Hei..maafkan kami jika candaan kami berlebihan" Mika mendekati Nayla dan menggenggam tangannya.


"Maafkan aku jika ucapanku menyinggung perasaanmu. Tapi percayalah aku tidak bermaksud membandingkanmu dengan Mika atau pun meremehkanmu." ucap Keyra tulus.


"Aku yang seharusnya minta maaf, akhir-akhir ini aku memang terlalu sensitif. Aku harap kalian memakluminya" Nayla memeluk Mika dan Keyra.


Bel pintu apartement Keyra berbunyi disaat mereka berpelukan layaknya teletubies. Keyra melepaskan pelukannya berniat untuk melihat siapa yang datang.


"Biar aku saja. Itu pasti kak Raymond tadi dia bilang akan menyusul kesini" Mika turun dari tempat tidur milik Keyra.


Mika membukakan pintu dan benar seperti dugaan nya Raymond datang dengan membawa beberapa kantong makanan.


Mika memeluk nya dan Raymond membalasnya lalu mengecup puncak kepalanya.


"Nyaman nya.." ucap Mika yang membuat Raymond tertawa mendengarnya.


"Masuklah pangeran" ucap Mika seraya mempersilahkan Raymond masuk ke dalam.


"Baiklah tuan putri" jawab Raymond seraya mengecup singkat bibir Mika.


"Key..Nay...kak Raymond datang bawa makan. Turun lah" panggil Mika seraya berteriak.


Keyra dan Nayla pun segera turun dan bergabung dengan Mika dan Raymond.


"Hai.." Raymond menyapa Nayla dan Keyra.


"Hai.." balas Nayla. Lain hal nya dengan Keyra yang langsung mengambil satu bungkus burger dan satu cola lalu membawanya kedepan TV.


"Akhir pekan nanti kakak jadi keluar kota?" tanya Mika sambil menata makanan di atas meja. Mereka memutuskan untuk makan di depan televisi mengikuti Keyra.


"Ya, apa kau berubah fikiran dan memutuskan untuk ikut" jawab Raymond.


Mika menggeleng.


"Tidak, aku tidak mahu kejadian terakhir kali


terulang lagi. Perusahaan rugi besar dan kakak dimarahi uncle habis-habisan" Mika memasukkan makanan kedalam mulutnya.


Raymond terkekeh.


"Kak, akhir pekan ini aku akan mengunjungi ibunya Felix. Aku akan membawa Rachel bersamaku. Kakak tidak keberatankan." Mika meminta izin Raymond dengan mulutnya yang masih mengunyah makanan.


"Jangan berbicara saat makan. Nanti kau tersedak." ucap Raymond penuh perhatian


"Felix tadi sudah mengatakannya dan jangan pulang terlalu larut dan menginaplah dirumah kakak selama kakak pergi, dan kakak..."


"Dan kakak tidak ingin dibantah" Mika memotong ucapan tunangannya itu. Raymond terkekeh dan menarik hidung kekasihnya itu.


"Key, dapat salam dari Roland" Raymond menatap Keyra yang sedang asik memakan burgernya.


"Hmmm" jawabnya asal.


"Dia mungkin akan pulang kerumah orangtuanya."


"Biarkan saja" jawab Keyra santai.


"Dia dijodohkan oleh orang tuanya."


Uhuk.uhuk


Keyra tersedak dan memuntahkan sisa burger yang masih ada di dalam mulutnya.


T.B.C