You Are Special

You Are Special
Empat Puluh Lima



Author POV


"Good morning..." Mika menggantung sapaannya begitu melihat Ashley yang ada di ruangan kerja Felix.


"Good morning Mika" Ashley tersenyum


"Felix lagi mengganti bajunya di dalam sebentar"


Mika mengernyit


Masih pagi begini kenapa dia sudah mengganti bajunya.


"Lipstikku tadi tidak sengaja mengenai baju nya" jelas Ashley tersipu malu.


Pagi-pagi sekali mereka sudah bercumbu.


"Aku dengar beberapa hari lagi kau akan menyelesaikan magangmu?"


"Apa Felix yang mengatakannya?"


"Ya, Felix mengatakan dia ingin waktu berjalan dengan cepat" jelas Ashley.


Apa dia sudah bosan melihat wajahku berkeliaran di hadapannya.


"Kau sudah datang?"


Mika segera berbalik begitu mendengar suara Felix. Mika menatapnya marah.


Apa-apaan pria ini dia fikir aku juga tahan lama-lama berhadapan dengan nya.


Felix mendekat kearah Mika lalu tersenyum nakal ketika melirik kearah lehernya.


"Apa kau baik-baik saja Mika?"


"Ya..tidak pernah sebaik ini sir, karna hari ini adalah hari terakhir saya melaksanakan tugas saya sebagai asisten anda sir" ucap Mika penuh tekanan.


Felix sedikit tersentak


"Bukannya masih ada dua hari lagi"


"Kami harus membuat laporan yang harus anda tangani sir."


"Dan ada apa dengan sikap formalmu itu" ucap Felix tidak tahan menyembunyikan kekesalannya.


Memang nya aku harus bersikap apa di hadapanmu disaat kekasihmu sedang memperhatikan kita.


"Dan seperti biasa ini sararapan anda sir, dan juga kopi dengan sedikit gula" Mika menyerahkan kantongan yang dibawanya mengabaikan kekesalan Felix padanya.


"Mika maaf sebelumnya tapi aku sudah membawakan Felix sarapan, akan lebih sehat jika membuatnya sendiri dan kafein dipagi hari juga tidak baik buat tubuhnya" Ashley menyela seraya mengangkat segelas susu di tangannya.


"Baguslah kalau begitu, kebetulan aku belum sarapan setidak nya aku bisa memakannya" Mika menatap Ashley dengan senyum yang dipaksakan.


"Kalau begitu saya permisi" Mika membungkukkan kepalanya sedikit


"Dan maafkan saya yang kurang memperhatikan kesehatan anda sir" ucap Mika dengan sedikit kesal lalu berbalik.


"Kau bilang kau membelikannya untukku, berarti itu milikku" Felix mengambil kantongan itu dari tangan Mika. Mika menatap ke arah Ashley karena merasa tidak enak hati. Ashley menggigit bibir bawahnya menahan kekesalannya.


"Tapi Felix.."


"Aku juga akan menghabiskan makanan yang kau buat" Ashley baru saja akan protes ketika Felix menyela ucapannya seraya menatapnya lembut, Ashley mengangguk dan tersenyum sumringah.


Oh God, di sini gerah sekali.


"Kau bilang kau belum sarapan, kemarilah kita makan bersama. Aku melihat Ashley membawa cukup banyak makanan"


"Tapi aku.."


"Kau tidak keberatan kan Ashley?" Felix seperti mengerti apa yang Mika fikirkan. Mika dan Felix menatap Ashley dengan tatapan berbeda.


Mika menyadari Ashley tidak menyukai ide Felix karena sangat terlihat jelas di wajahnya. Tapi Ashley hanya menganggukkan kepalanya pasrah.


"Kau lihat, Ashley tidak keberatan, ayo.." Felix menarik tangan Mika untuk duduk di sofa. Ashley mengikuti mereka dari belakang.


Percayalah aku sungguh tidak enak hati. Dan apa-apan Felix ini menarik tanganku di hadapan kekasihnya.


"Jadi dua hari lagi kau akan menyelesiakan magangmu?" Ashley menata makanan di atas meja.


"Ya" Jawab Mika singkat


"Kau tidak berniat untuk mempercepat pernikahanmu dengan Raymond" Ashley duduk di samping Felix. Felix menatap Ashley dengan tatapan tidak terbaca.


"Oh maafkan aku jika kau tersinggung, aku hanya khawatir Raymond direbut oleh wanita lain lagi. Kau tahu sendiri Raymond pria tampan dan mapan aku yakin banyak wanita yang mengincarnya di luar sana"


"Ashley,," tegur Felix


"Sebelumnya terima kasih atas perhatianmu Ashley, tapi kau tidak perlu mengkhawatirkan kak Raymond karna dia adalah pria yang mampu memantapkan hati dan tahu kemana dia harus pulang"


"Maafkan aku, bukan maksudku meragukannya hanya saja Raymond dan Noura..."


"Hentikan Ashley" Felix menyela ucapan Ashley penuh tekanan dan menatap Ashley dengan tatapan tidak suka.


"Seperti yang aku katakan Ashley Wilson, kak Raymond adalah pria yang tahu kemana dia harus pulang. Sebanyak apa pun wanita di luar sana yang menggodanya pada akhirnya dia akan kembali padaku, karena aku adalah rumahnya" ucap Mika penuh tegas dan penuh tekanan seraya menatap wajah Ashley lekat.


"Tapi tetap saja dia berselingkuh dengan Noura dan menjadikanmu tempat persinggahannya sesaat" sindir Ashley secara terang-terangan.


"Ashley, ada apa denganmu, hentikan pembicaraan ini" desis Felix dengan dingin.


Ouh ternyata wanita ini ingin mengajak perang. Baiklah mari kita ladeni wanita ini.


"Yang namanya rumah bukan lah tempat untuk bersinggah saja Ashley tapi tempat untuk kita menetap dan merajut mimpi di dalamnya. Dan aku menganggapnya tidak berselingkuh, aku manganggap itu cara kak Raymond untuk melindungiku dan Ashley aku rasa kau lebih mengenali karakter mantan sahabatmu itu dibandingkan aku. Aku tidak tahu ini penting atau tidak buatmu tapi Ashley tidak sekalipun tunanganku meniduri mantan sahabatmu itu" Mika beranjak dari tempatnya.


"Aku sudah selesai dan terima kasih atas makanannya." ucap Mika tulus lalu berbalik.


"Noura adalah wanita yang cantik dan seksi. Yang namanya pria normal pasti akan tergoda" ucap Ashley dengan terang-terangan.


Mika berbalik menatap mata Ashley lalu tersenyum tipis.


"Kau benar, Noura wanita yang cantik dan seksi, seperti yang kau katakan pria normal pasti akan tergoda tapi itu berlaku jika wanita murahan bertemu dengan pria normal brengsek tapi priaku bukan pria brengsek Ashley yang dengan mudah nya mencumbu bahkan meniduri wanita lain" Mika menatap Felix yang ternyata juga sedang menatapnya dengan tatapan terluka karena merasa sindiran itu ditujukan Mika untuk dirinya.


"Apa kau menganggapku pria brengsek Mika" batin Felix.


"Ashley, aku yakin kau lebih tahu dan lebih mengenal Noura seperti apa tapi aku sungguh tidak menyangka kau menyebut nama Noura untuk membuatku tertekan. Ashley awalnya aku mengira setidaknya kita bisa menjadi teman tapi sepertinya aku salah mengira karena yang aku lihat kau sepertinya tidak menyukaiku, tapi aku berharap itu hanya perasaanku saja" Mika tersenyum kecut.


Ashley dan Felix tercengang mendengar penuturan Mika. Felix menatap Ashley dengan tatapan penuh selidik.


"Aaa...aku.." ucap Ashley tergugup.


"Aku permisi dulu, silahkan makannya dilanjutkan" Mika berbalik dan meninggalkan ruangan Felix secepatnya.


"Aku tidak mengerti sebenarnya apa maksud dan tujuanmu dengan membicarakan ini Ashley" Felix menatap Ashley datar.


"Aku hanya tidak menyukai caramu menatapnya Felix" Ashley menundukkan kepalanya tidak berani menatap Felix.


"Apa maksudmu, memang nya seperti apa caraku menatapnya" tanya Felix bodoh.


"Orang bodoh sekalipun tahu Felix bahwa kau menatapnya dengan tatapan mendamba, apa kau menyukainya?" Ashley menatap Felix tajam.


"Aku mencintainya" jawab Felix tegas.


Ashley tercengang


"Kau mencintai tunangan sahabatmu, dan kau tahu Felix kau menyakitiku, aku..aku masih mencintaimu Felix. Perasaanku masih sama seperti lima tahun lalu tidak berubah sedikitpun Felix. Tapi bagaimana kau bisa mencintai wanita lain" Ashley menangis dan merasa terluka.


"Ashley maafkan aku jika memang aku menyakitimu, tapi aku memang sungguh mencintai Mika. Cerita kita berakhir lima tahun yang lalu Ashley. Lima tahun adalah waktu yang cukup lama. Aku tahu ini mungkin tidak adil bagimu mengingat kita berpisah karena kesalah fahaman. Tapi percayalah Ashley lima tahun itu aku menutup diriku dari yang namanya wanita hingga Mika datang dan tanpa ku sadari dia sudah mencairkan hatiku yang beku selama ini."


"Dia tunangan Raymond Felix, kau tidak bisa merebutnya dari sahabatmu sendiri. Felix kita bisa memulainya dari awal" Ashley menggenggam tangan Felix.


"Maafkan aku Ashley, aku tidak ingin memberikanmu harapan yang berujung pada kekecewaan. Aku tidak berniat untuk merebutnya dari Raymond tapi kau tahu betapa gigihnya aku jika mencintai seseorang walau pada akhirnya cinta tidak harus memiliki. Bukan begitu Ashley?"


"Awalnya aku mengira kau masih mencintaiku melihat bagaimana cara mu memintaku untuk tetap tinggal bersamamu tapi ternyata aku yang terlalu percaya diri" Ashley tersenyum getir sambil menangis.


"Maafkan aku tapi aku melakukannya karena rasa tanggungjawabku terhadap Darren" Felix mengusap rambut Ashley. Ashley menjatuhkan dirinya kedalam pelukan Felix.


"Peluk aku Felix" pintanya yang langsung dipenuhi oleh Felix. Felix mengusap-ngusap punggung Ashley seraya menenangkan.


Ceklek


Suara pintu terbuka.


"Maaf, tas ku ketinggalan" Mika berjalan mengambil tasnya lalu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Felix menghembuskan nafasnya berat.


Kau bahkan tidak bereaksi ketika melihat aku berpelukan dengan wanita lain.


Felix tersenyum getir


T.B.C