You Are Special

You Are Special
Dua puluh satu



Felix Pov


"Good morning sir"


Aku mendongak dan melihat Mika masuk ke dalam ruanganku. Aku mengernyit melihat penampilannya yang tidak rapi seperti biasa. Keadaannya sedikit berantakan. Beberapa helai rambutnya keluar dari ikatannya.


"Apa kau baik-baik saja" tanyaku dan menatap lekat matanya.


Tidak bisaku pungkiri aku juga mengkhawatirkan keadaannya setelah apa yang terjadi kemarin siang di tambah melihat keadaannya yang sekarang.


"Seperti yang anda lihat, saya masih bernafas dan tentu saja saya baik-baik saja sir" ucapnya formal.


Ada apa dengan wanita ini. Kenapa dia kembali bersikap formal padaku.


Aku mengangguk mengerti.


"Baik lah, bisa kah kau membelikan sarapan untukku. Aku tadi terburu-buru dan tidak sempat bersarapan" ucapku. Aku memang buru-buru tadi datang ke kantor untuk memastikan apa dia baik-baik saja. Tapi kenyataannya dia malah datang terlambat.


Mika mengangguk lalu pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Ada apa dengan wanita itu, biasanya dia akan membantah bilaku perintah" ucapku lebih kepada diriku sendiri.


BRAAK


Aku terlonjak kaget. Pintu ruanganku di buka secara kasar. Aku mengumpat dalam hati. Aku melihat ke arah pintu dan mendapati Noura yang sedang berlari kecil menghampiriku. Dia menangis dan langsung memelukku.


"Ada apa denganmu? Siapa yang membuatmu menangis?" aku mengelus punggungnya seraya menenangkan.


"Raymond meninggalkanku dan lebih memilih bersama wanita itu Felix" lirihnya masih dalam pelukanku.


Aku tidak terkejut mendengarnya. Aku kenal dengan Raymond tentu saja dia lebih memilih wanita seperti Mika yang kalem dan polos. Bahkan jika itu aku, aku juga akan memilihnya. Oh pemikiran macam apa ini.


"Aku menemui wanita itu tadi dan memohon agar dia mau melepaskan Raymond tapi dia malah menamparku Felix" ucap Noura lagi yang membuat ku segera melepaskan pelukannya.


Aku tidak percaya dengan ucapannya sebelum aku melihat wajah Noura yang memar akibat bekas tamparan.


"Kau yakin Mika yang melakukan ini?" tanyaku tidak percaya sambil menangkup wajahnya.


"Kau meragukanku" isaknya


Aku tidak menjawab hanya menatapnya dalam diam. Aku tidak yakin Mika menampar Noura tanpa alasan mengingat penampilan Mika yang juga terlihat tidak baik- baik saja.


Ceklek


Pintu ruanganku kembali di buka. Aku menoleh dan melihat Mika berdiri di sana. Untuk sesaat kami saling menatap dalam diam. Mika menatapku dengan tatapan aneh yang tidak bisaku mengerti. Aku mengernyit.


Mika memalingkan wajahnya lalu berjalan mendekat dan meletakkan sarapan yang di belinya di atas meja ku lalu berbalik tanpa mengatakan apa pun.


"Apa kau menampar Noura?"


Mika menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Apa dia yang mengatakannya? " tanyanya sambil melirik Noura sekilas.


"Aku bertanya padamu seharusnya kau menjawab bukan malah bertanya kembali" ucapku sedikit sinis


"Ya, aku menamparnya. Lalu kau mau apa?" Mika melipat kedua tangannya di dadanya.


Aku mendengus lalu menatapnya tajam


"Kenapa kau melakukannya" desisku.


"Sebelum kau menanyakan kenapa aku melakukannya, tanya kan kepada wanita kesayanganmu itu apa yang sudah di lakukannya sehingga dia pantas mendapat tamparan dari ku" Mika menatap tajam Noura lalu kembali menatapku datar.


Mika mendengus.


"Aku mungkin akan merelakannya jika wanita itu bukan dirimu" sinis Mika.


"Ada apa denganku? Aku mencintainya. Aku bahkan rela melakukan apapun untuknya agar dia tetap berada disampingku" jawab Naoura masih dengan wajah yang sengaja dibuat menyedihkan.


"Aku tidak meragukan ucapanmu, karna tadi kau sudah menunjukkannya" ucap Mika lalu berbalik meninggalkanku da Noura.


"Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" aku menatap Noura mengintimidasi. Noura mengalihkan tatapannya ke sembarang arah tidak nyaman dengan tatapanku.


"Ternyata kau memang menyembunyikan sesuatu. Kau tahu Noura aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri tapi aku tidak akan berbaik hati jika kau melakukan hal yang tidakku sukai" ucapku dengan nada rendah tapi tersirat ancaman di dalamnya.


"Ada apa denganmu? kau meragukanku hanya karena ucapan wanita ****** itu?" Noura meninggikan suaranya, hal yang jarang terjadi.


"Perhatikan ucapanmu Noura" aku menatap Noura tajam. Jika dia bukan Noura mungkin aku sudah merobek mulutnya yang mengatakan Mika dengan sebutan laknat itu.


"Kenapa? Apa kau memang tertarik dengannya? Apa kau menyukainya? Ah..atau jangan-jangan kau sudah mencintainya" cecar Noura dengan nada tinggi dan mulai histeris.


"Kau tahu, dia pengkhianat. Dia sama saja dengan wanita sialanmu Ashley. Kenapa kau tidak membencinya seperti kau membenci Ashley" Naura mengamuk.


"Tutup mulutmu Noura!! Jangan pernah menyebut nama wanita sialan itu lagi di hadapanku dan Jangan pernah sama kan dia dengan wanita sialan itu" Felix mulai terpancing.


"Kenapa? Karna kau mencintai ****** itu"


"Aku katakan jangan menyebutnya seperti itu!!" bentakku dan itu berhasil membuat Noura ketakutan. Wajar saja ini pertama kalinya aku membentaknya.


"Kau tahu Noura, melihat dirimu yang sekarang ada di hadapanku, aku bertanya kepada diriku sendiri apa selama ini aku memang sudah mengenalmu dengan benar."


"Pergi lah" usirku pada Noura.


"Kau mengusirku Felix?" Noura menatapku nanar. Aku hanya diam tidak menghiraukan pertanyaannya.


Noura beranjak dari tempatnya dan berlalu dari ruanganku tentu saja dengan membanting pintu ruanganku.


Aku menghembus nafas kasar.


Kenapa kau menyebut nama wanita itu Noura di saat aku sudah melupakannya dan berdamai dengan keadaan.


Aku tersentak dari lamunanku. Ponsel ku berdering, aku segera mengangkatnya.


"Ya mom"


"Mom merindukanmu, datanglah bersama Mika. Mom juga merindukan wanita itu"


"Oke mom, aku akan menyampaikannya nanti"


"Mommy menunggumu"


"Hmm...baik lah"


Mommy memutuskan panggilan teleponnya. Dia meminta Mika untuk datang mengunjunginya.


Aku beranjak dari kursiku berniat untuk memberi tahu Mika. Tapi kemana perginya wanita itu.


T.B.C.


Jangan lupa mampir ke cerita ku lainnya Future Husband. Cerita ini tentang Keyra dan Roland🙂😊


Dan buat adek-adek, teman-teman sekalian yang sudah mendukung cerita ini saya ucap kan terimakasih banyak🤗😙