You Are Special

You Are Special
Tiga Puluh



happy reading😀😁


Author Pov


"Dimana Ray dan yang lainnya?" tanya Felix begitu Roland duduk disampingnya dan menegak minumannya.


"Ray mengantar pulang tunangannya sebelum dia benar-benar menghabisi nyawa seseorang di klub ini" ucap Roland enteng.


"Kau menghabisi ini" tanya Roland melihat botol minuman yang berserakan di meja.


"Apa yang harus ku lakukan Roland" lirih Felix.


"Noura? Ayolah kawan lupakan itu. Yang dikatakan Mika benar berdamailah dengan hatimu dan terima takdir yang sudah ditetapkan" ucap Roland sok bijak.


Felix menggeleng. Roland mengernyit.


"Aku menyukainya"


"Shit!! kau menyukai wanita ular itu. Noura" ucap Roland dengan nada tinggi.


"Mika" ucap Felix singkat dan menatap lekat Roland yang menganga begitu mendengar kata yang keluar dari mulut Felix.


"Sepertinya aku menyukai lebih tepat nya mencintai tunangan Ray"


"Aku tahu aku brengsek Roland, tapi aku tidak bisa mengendalikan perasaanku"


"Katakan apa yang harus ku lakukan"


"Sepertinya kau sudah mabuk kawan" ucap Roland seraya menepuk bahu Felix. Mungkin dia tidak mempercayai apa yang baru saja di dengarnya.


"Aku masih cukup sadar Roland Orlando"


"Kenapa takdir mempermainkanku. Setelah lima tahun akhirnya aku merasakan kehangatan didalam hatiku, tapi sialnya wanita yang menyentuh hati ku tidak lain adalah calon istri sahabatku"


"Takdir tidak pernah mempermainkan kita. hanya saja kita yang kurang bijak untuk menyikapinya. Untuk masalah mu kali ini percaya lah dude aku tidak tahu harus berkata apa. Kau dan Ray adalah sahabatku. Aku tidak ingin persahabatan kita hancur hanya gara-gara seorang wanita. Dan Mika sudah aku anggap seperti adik ku sendiri. Dia adalah wanita yang baik. Kembalikan semua nya kepada takdir." ucap Roland bijak bertepatan dengan Felix yang ambruk.


"Aku sudah mengatakan kau mabuk. Aku jarang berkata bijak tapi kau malah pingsan mendengarnya" ucap Roland seraya membenarkan letak tubuh besar Felix agar terasa nyaman.


"Keluarlah" ucap Roland datar.


"Kau melihat ku" Raymond keluar dari tempat dia bersembunyi tadi. Raymond terkekeh ternyata Roland melihatnya.


"Kau mendengarnya" tanya Roland dan Ray hanya mengangguk


"Apa yang harus ku lakukan" ucapnya sambil menatap Felix yang ambruk.


"Kau marah" Roland menatap Ray.


Ray mengangguk.


"Tentu saja, tapi ketakutanku lebih besar daripada kemarahanku"


"Apa maksudmu?" tanya Roland tidak mengerti.


"Kau takut Felix merebut Mika darimu"


Roland menggeleng.


"Aku melihat Felix dan Mika berciuman di ruangannya sebelum kau datang tadi"


Raymond dan Roland memang tidak datang secara bersamaan. Mereka berdua kebetulan bertemu didepan ruangan Felix. Raymond segera datang ke kantor Felix setelah menyelesaikan rapatnya begitu membaca pesan yang ditinggalkan Mika.


"Ingin rasanya aku menghajar Felix yang dengan lancang mencium wanitaku tapi kau tahu Roland Mika bahkan membalas ciumannya. Hal yang tidak pernah Mika lakukan denganku setelah hampir dua tahun menjadi tunangannya" Roland tersenyum getir.


"Kau meragukan Mika" ucap Roland.


"Tidak sedikit pun aku meragukannya. Aku mempunyai kesalahan yang lebih besar dari itu" ucap Raymond tegas


"Aku sangat mencintainya, tapi namanya hati kita tidak akan bisa mengarahkannya kemana ia akan berlabuh aku tidak ingin menjadi pria egois Roland"


Roland mengangguk mendengar kebesaran hati Raymond sahabatnya.


"Kau tahu Ray, aku selalu bangga pada mu. Kau selalu mampu menyikapi semua nya dengan bijak.Tapi kau mempunyai satu kesalahan, kau membohongi Mika dan sialnya dia tahu kebohonganmu"


"Apa maksudmu" tanya Raymond sambil mengernyit.


"Kau mengarang cerita bahwa Noura adalah kekasih mu sebelum kau dan Mika dijodohkan. Kau tahu Ray Mika datang kerumah mu dihari Noura memintamu menjadi kekasihnya dan ada Keyra juga di sana" jelas Roland yang membuat tubuh Raymond menegang.


Ray menegak habis minumannya lalu mengacak rambutnya furtasi.


"Aku memang pria brengsek. Tapi percayalah Roland aku sangat mencintainya. Aku tidak ingin dia terluka seujung kuku pun hingga aku terjerat dalam jebakan yang Noura buat. Mungkin terdengar seperti alasan tapi aku tidak pernah sekalipun meniduri wanita itu" ucap Raymond jujur.


"Mika adalah gadis yang baik. Dia tahu kau berbohong tapi dia tetap bertahan. Dia sangat menghargai hubungan kalian. Percayalah Mika pasti mampu mengendalikan perasaannya. Tapi Ray jangan pernah membuatnya kecewa lagi" ucap Roland sambil menepuk bahu Ray memberi semangat.


 


¤¤¤¤¤¤¤¤¤


 


"Berhentilah mondar mandir dihadapan nona Anderson, kau membuatku pusing" ucap Felix yang mampu membuat Mika berhenti.


"Duduk lah" Felix menuntun nya agar duduk di kursi.


"Katakan ada apa denganmu?"


Kau terlihat gelisah sedari tadi dan kau terus saja melihat kearah jarum jam."


"Mommy akan berangkat hari ini menyusul daddy. Sekarang Mommy sudah ada di bandara dan penerbangan nya sebentar lagi tapi kak Raymond belum datang juga" jelas Mika gelisah.


"Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi. Ayo aku akan mengantar mu. Kabari Ray agar bertemu di bandara saja."


Ucapan Felix membuat wajah Mika berbinar


"Akhh kau benar. Kenapa tidak dari tadi aku melakukannya" ucap Mika seraya menggandeng tangan Felix keluar menuju parkiran.


Felix tersenyum melihat tangan Mika yang melingkar ditangannya.


Setelah memakan waktu 15 menit perjalanan Mika dan Felix akhirnya sampai di bandara. Begitu melihat sosok ibunya Mika segera menghampirinya.


"Mommmyy...." Mika memeluk ibunya begitu sampai dihadapannya.


"Mommy mengira tidak akan melihat wajah cantik ini sebelum pergi" ucap mommy Mika seraya mencubit hidung mungil Mika.


"Raymond mana?" tanya mommy Mika seraya celingak celinguk mencari sosok Raymond.


"Kak Raymond terjebak macet, ada kecelakaan" jawab Mika singkat.


"Lalu anak mommy kesini sama siapa?"tanya mommy lembut.


"Felix, Boss aku ditempat magang" jawab Mika.


"Dimana?" tanya mommy kembali celingak celinguk mencari sosok yang di maksud Mika seolah mengenal orang yang disebutkan Mika.


"Mommy, Felix nya disini" Mika menunjuk pria yang berdiri dibelakangnya.


"Astaga, masih muda ternyata. Mommy fikir boss mu sudah tua seperti daddy" ucap Mommy Mika.


"Siang aunty, Felix temannya Mika" Felix mengulurkan tangannya yang disambut hangat oleh mommy Mika.


"Nicholl mommynya Ayrin. Terimakasih nak sudah repot-repot mengantarkan anak mommy" ucap mommy Mika tulus.


Felix hanya mengangguk.


"Kau sangat tampan" ucap momny Nicholl spontan.


"Mommmyyy...." Mika mencubit pinggang mommy nya.


Felix terkekeh


"Terimakasih aunty, ketampananku memang di akui banyak wanita. Hanya putrimu yang tidak mengakuinya" ucap Felix sambil mengerling kearah mommy Mika.


Mommy Mika terbahak.


"Ya..ya aunty percaya itu. Karena bagi Ayrin Daddy nya lah yang paling tampan didunia ini" ucap mommy Nicholl.


"Sepertinya pesawat mommy sebentar lagi lepas landas. Telepon mommy jika kau merasakan kesepian. Mommy akan segera pulang" ucap Mommy Nicholl seraya memeluk erat putri kesayangannya itu. Ini pertama kalinya dia dan suaminya meninggalkan putrinya itu.


"Ayolah mom, daddy lebih membutuhkanmu, maksudku aku juga membutuhkan mommy tapi jangan sampai ada wanita lain yang menghangatkan ranjang daddy" Mika menggoda mommynya. Felix dan Mommy nya kompak melotot kearah nya mendengar ucapannya.


"Mommy tidak percaya kau sudah dewasa sayang bahkan sudah bisa mengatakan hal frontal seperti itu. Apa menantu mama mengajarimu hal yang aneh-aneh" Mommy Nicholl balik menggoda Mika.


"Mommyy.." rajuk Mika manja.


"Felix, aunty titip Ayrin" ucap mommy Nicholl seraya menatap lembut Felix


"Ya aunty, aku akan menjaganya. Nikmati perjalanan mu. Putri mu aman bersama ku aunty kau tidak perlu cemas" jawab Felix becanda tapi ada ketegasan di dalamnya.


Mommy Nicholl terkekeh seraya mengangguk


"Jika saja Ayrin tidak mempunyai tunangan, aunty pasti akan dengan senang hati menjadikanmu menantu" canda Mommy Nicholl yang membuat Mika melotot kearah mommynya dengan wajah merona.


"Apa aku boleh merebutnya aunty, maksudku merebut Mika dari tunangannya, agar aku bisa mewujudkan keinginanmu menjadikan aku menantumu" Felix tersenyum nakal dan jangan lupakan kerlingan matanya.


Mommy Nicholl terdiam menatap lekat wajah Felix lalu menatap putrinya yang menunduk dengan wajah merona. Felix memang terlihat bercanda saat mengatakan nya tapi mommy Nicholl tahu ada keseriusan yang tersirat di dalamnya.


"Jika Ayrin memang menyerahkan hatinya kenapa tidak" ucap mommy Mika yang membuat Mika mendongak dan menatap mommynya. Felix menatap penuh makna wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


"Sepertinya mommy harus pergi" Mommy memeluk Mika erat lalu mencium kedua pipinya, kening dan hidungnya.


Mommy menatap Felix lalu merentangkan tangannya. Felix mengerti lalu memeluk wanita paruh baya itu.


"Serahkan semuanya kepada takdir nak" ucap Mommy Mika ditengah pelukan mereka yang hanya bisa didengar oleh Felix dan Felix hanya mengangguk.


T.B.C