
Author POV
"Siapa Ashley" tanya Keyra yang memang tidak mengetahui nama wanita masa lalu Felix.
"Kekasih Felix" jawab Raymond dengan menatap Mika.
Raymond tersenyum miris menyadari reaksi tubuh Mika begitu mendengar ucapannya.
Mau sampai kapan kau menyembunyikan perasaanmu adik kecil. Aku sangat mengenalmu lebih dari pada mengenal diriku sendiri, ucap Raymond dalam hati.
"Ouh..wanita yang di jebak Noura" Keyra mempertegas.
"Ya" jawab Raymond tanpa mengalihkan tatapannya dari Mika
"Astaga..." Keyra menutup mulutnya lalu menatap sahabatnya itu penuh arti.
"Apa kau sudah mengetahuinya sayang, dari tadi kau hanya diam tidak merespon apapun"
Mika tersentak mendengar pertanyaan Raymond. Mika melirik Roland sesaat lalu menatap tunangannya.
Mika mengangguk.
"Ya, aku tadi sudah bertemu dengannya di pemakaman Marinka"
Raymond mengernyit.
"Maafkan aku, tadi aku menemani Felix ke pemakaman" jelas Mika.
Jadi itu alasanmu besedih dan menangis, Ashley!! batin Raymond.
"Kau mau ikut bersamaku?" Roland meminta Keyra untuk menemaninya ke mansion Felix.
"Apa kau juga ikut bersama Raymond, Ay?" tanya Keyra sebelum menjawab ajakan Roland.
"Tentu saja jika kak Raymond mengajakku" Mika tersenyum seraya menatap tunangan nya.
Raymond tersenyum hangat.
"Kakak akan dengan senang hati jika kau memang bersedia ikut bersama kakak" ucapnya lembut.
"Kalau begitu aku juga ikut bersamamu" Keyra menatap Roland.
"Bolehkah aku mengajak Nayla ikut bersamaku?" tanya Keyra lagi.
"Tentu saja" Jawab Roland.
"Berdandanlah yang cantik, aku akan menjemputmu dan Nayla jam tujuh nanti"
❤❤❤❤❤
Mika menatap pantulan dirinya di cermin.
Mika memakai atasan warna hitam yang dipadukan dengan bawahan warna cokelat. Rambut nya di cepol asal.
"Ini hanya undangan makan malam biasa, aku tidak harus memakai gaun mewah untuk menemani kak Raymond" Mika berbicara kepada dirinya sendiri.
"Sayang kau sudah siap?"
Mika berbalik begitu mendengar suara Raymond. Mika mengangguk.
"Kau kelihatan tampan dengan pakaian mu kak, apa kakak keberatan dengan penampilanku, aku bisa menggantinya jika pakaianku tidak pantas menurut kakak."
"Tidak perlu sayang, ini hanya makan malam biasa dan kau selalu terlihat cantik mengenkan pakaian apapun" jawab Raymond. Mika tersenyum.
"Baiklah, ayo kita berangkat" Ajak Raymond seraya menggandeng tangan tunangannya itu.
Jantung Mika berdebar tidak karuan begitu mobil Raymond berhenti di parkiran mansion keluarga Felix.
"Ayo" Raymond membukakan pintu untuk Mika. Mika tersenyum lalu turun dari mobil Raymond. Raymond merangkul pundak Mika dan menuntunnya masuk ke mansion Felix.
"Hai sayang, kau sudah datang?" Mommy Kelly menyambut Mika seraya memeluk dan mencium kedua pipinya.
"Ini tidak adil aunty, kau hanya menyambut tunanganku sedangkan ada aku di sampingnya, apa kau tidak melihatku aunty?" sindir Raymond bergurau.
"Oh maafkan aunty sayang, hanya saja aunty memang lebih senang menyambut Mika dibanding dirimu" canda mommy Felix.
"Oh aunty kau menyakitiku, kau terlihat seperti ingin merebut tunanganku dari ku" ucap Raymond dengan wajah terluka yang dibuat-buat
Mika dan mommy Kelly tertawa.
"Apa begitu kentara?" tanya mommy Felix dengan mengerlingkan matanya.
Mika dan Raymond melebarkan matanya mendengar ucapan mommy Felix.
"Dalam waktu kurang dari tiga menit kau sudah menyakitiku dua kali aunty, wah..aku sungguh tidak percaya ini" Raymond menunjukkan raut wajah kecewa yang dibuat-buat.
Mika dan mommy Kelly kembali tertawa.
"Baiklah, masuk lah kedalam, Roland juga sudah datang dengan membawa dua wanita cantik bersamanya, dan Raymond aunty butuh bantuan Mika jadi masuk lah sendiri kami akan menyusul nanti" ucap mommy Felix yang diangguki oleh Raymond.
"Aku tidak melihat Darren mommy, dimana dia?" tanya Mika begitu Raymond meninggalkan mereka.
"Oh..kau sudah mengenalnya?" tanya mommy Felix sedikit terkejut.
Mika mengangguk.
"Aku tadi menemani Felix ke pemakaman, jadi aku juga bertemu dengan Ashley dan Darren di sana" jelas Mika.
Mommy Felix menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Mommy pasti senang, keinginanmu tercapai. Kau sudah memilik Darren sekarang."
Mommy Felix mengerutkan dahinya bingung
"Bukan kah mommy menginginkan cucu dan mommy sudah mendapatkannya" jelas Mika lagi.
Mommy Felix tertawa.
"Oh astaga..ya..ya..tentu saja mommy bahagia sayang dan ini semua berkat dirimu. Terima kasih sayang" Ucap mommy Felix tersenyum hangat seraya mengelus rambut Mika. Mika tersenyum walau sebenarnya hatinya kacau.
"Kalau begitu bisakah kau panggilkan Darren sayang, dari tadi dia belum muncul."
Mika mengangguk seraya pergi meninggalkan Mommy Felix.
Mika menaiki tangga lalu kemudian teringat kembali dia tidak mengetahui dimana kamar Darren.
"Akh sudah lah yang penting aku tidak memasuki kamar itu lagi. Lagian Ashley juga sudah ada di hadapannya jadi tidak mungkin dia memarahiku jika aku salah masuk kamar lagi" Mika berbicara pada dirinya sendiri.
"Ayo kita lihat dimana kamarnya Darren" ucapnya lagi seraya melangkahkan kaki nya dengan mantap.
Mika melihat sebuah pintu kamar yng terbuka lalu mendekat kearahnya. Mika mematung begitu melihat pemandangan yang ada di depannya. Felix menimpa Ashley ditempat tidur. Tubuhnya mematung. Dadanya bergetar hebat dan tanpa bisa dicegah air matanya mengalir begitu saja. Otaknya memerintah agar dia pergi dari sana tapi tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.
"Aunty.."
Tiga orang dewasa itu tersentak begitu mendengar suara Darren. Mika menoleh dan mendapati Darren sudah berdiri di samping nya. Mika menyeka air matanya.
Felix segera beranjak dari posisi nya dan membantu Ashley untuk berdiri. Felix membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya dia melihat Mika yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Mika.." panggilnya.
"Oohh..mm..mmaafkan aku. Aku tidak bermaksud mengganggu kalian. Aa..aaku tadi disuruh mommy untuk mencari Darren. Aa..aku tidak tahu kamarnya dimana. Dan aku bingung kenapa aku jadi gugup begini" jelas Mika tanpa bisa menyembunyikan kegugupannya.
"Hei..tenang lah" Felix menangkup wajah Mika dan menatapnya lembut. Mika melirik Ashley yang berdiri di samping Felix. Ashley menatap Felix dengan tatapan terluka.
Menyadari itu Mika segera menepis tangan Felix dengan kasar. Felix tersentak. Mika memutar tubuhnya membelakangi Felix.
"Semuanya sudah datang, kalian turun lah" ucap Mika lalu pergi secepatnya meninggal kan Felix, Ashley dan Darren.
"Ayo kita juga harus turun" ajak Felix begitu Mika tidak terlihat lagi.
"Astaga Ashley, aku sungguh tidak percaya ini. Dan oh my God kau semakin cantik saja" ucap Roland begitu Ashley berada di hadapan mereka.
Ashley tersenyum hangat.
"Dan kau tidak berubah sama sekali. Selalu saja menjadi perayu ulung" Ashley memeluk Roland.
"Bagaimana kabar mu Ashley?" tanya Raymond begitu Ashley melepaskan pelukan nya dari Roland.
"Aku baik" Ashley memeluk Raymond.
"Dan kau selalu saja hangat Ray" pujinya seraya melepaskan pelukan Raymond.
Ashley menatap bingung ke arah Keyra dan Nayla, Mika yang menyadarinya segera mendekat.
"Ashley, kenalkan ini Keyra dan Nayla sahabatku."
"Hai Ashley" sapa Keyra dan Nayla kompak.
"Hai" balas Ashley dengan tersenyum ramah.
"Kau memang seperti yang dikatakan Roland. cantik" puji Keyra.
Ashley tersipu malu.
"mommmyy...." teriak Darren yang membuat semua mata menatap ke arah anak kecil yang berjalan sambil berpegangan dengan Felix.
"Mommy..?" tanya Roland.
Ashley mengangguk seraya menatap lembut kearah Darren dan Felix.
"Ouh ini sungguh mengejutkan, jadi kau sudah menikah?" tanya nya lagi.
Ashley menggelengkan kepalanya. Raut wajah Ashley berubah menjadi sedih dan itu tidak luput dari penglihatan mereka semua. Felix mendekat dan merangkul bahunya seraya mengusap lengan Ashley menenangkan.
Jika Mika menatap Felix dan Ashley dengan tatapan nanar, maka lain hal nya dengan Raymond yang menatap tunangan nya penuh arti.
Keyra dan Nayla juga menyadari perubahan raut wajah sahabat mereka itu. Keyra mengusap lengan Mika, Mika menoleh lalu tersenyum tipis.
"Kau tidak bisa menyembunyikan perasaanmu kau cemburu. Kau sudah terjebak dalam pesonanya, tapi kendalikan dirimu Raymond memperhatikanmu" bisik Nayla.
Mika segera menoleh kearah Raymond begitu mendengar apa yang dikatakan Nayla.
Raymond tersenyum hangat seraya mendekat ke arah nya lalu memeluknya dari belakang.
Felix mengalihkan tatapannya dari Mika dan Raymond.
"Hai.." sapa Roland kepada Darren.
"Hai.." balasnya.
"Katakan pada ku, siapa nama mu?" tanya Roland seraya berjongkok.
"Darren uncle"
"Haii Darren.." sapa Raymond dengan melambaikan satu tangannya.
"Apa kau merasa dia mirip seseorang Roland?" tanya Raymond masih menatap lekat Darren.
"Ya, aku merasa dia mirip.." Roland menggantung ucapannya seraya menatap Felix dan Ashley bergantian. Felix mengangguk begitu juga dengan Ashley.
"Daddy, aku sudah sangat lapar. Sudah bisakah kita memulai makan malam ini" ucap Darren bertepatan dengan momny Felix yang muncul bersama salah satu maidnya dengan membawa hidangan pembuka.
T.B.C