You Are Special

You Are Special
Empat Puluh Empat



AUTHOR POV


Felix memotongkan daging di piringnya kemudian menukarnya dengan piring milik Darren. Felix kembali memotong daging yang ada di piring kemudian menukarnya dengan milik Ashley. Dada Mika terasa nyeri melihat perhatian yang ditujukan Felix kepada Ashley.


Ashley tersenyum.


"Terima kasih."


Felix mengangguk lalu tersenyum hangat.


"Oh God, kau sangat berantakan son" Felix mengusap wajah Darren yang berantakan.


"Kau tahu dude, kau sangat cocok melakoni peranmu sebagai seorang ayah. Aku tidak percaya kau pandai menyesuaikan diri" ucap Roland tidak tahu dia mengejek atau memuji.


Felix tertawa.


"Ya, dan kau harus belajar dari ku kawan jika kau ingin memenangkan hati Keyra."


Roland mengernyit bingung mendengar ucapan Felix. Keyra tersedak.


"Maksud Felix, Keyra sangat menyukai anak-anak" timpal Mika. Mika menatap horor ke arah Felix dan mencibir.


Melihat tingkah Mika itu Felix malah tertawa dan geleng-geleng kepala. Ashley menatap Mika dan Felix secara bergantian hal yang dilakukan juga oleh Raymond.


"Apa kau sudah merencanakan pernikahanmu dengan Mika Ray?" tanya Ashley yang membuat Felix dan Mika menatap ke arahnya.


"Aku dengar dari Felix kau sudah bertunangan dengan Mika selama hampir dua tahun, jadi aku penasaran apa kau dan Mika sudah merencanakan pernikahan."


Raymond menatap Mika lalu menggenggam tangannya.


"Kami sudah merencanakannya, beberapa bulan lagi aku dan Mika akan menikah. Tapi namanya manusia hanya bisa berencana kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya" ucap Raymond bijak.


"Wah.. kau pasti sangat mencintai Mika, aku bisa melihatnya dari matamu" ucap Ashley tulus.


"Ya aku sangat mencintainya, tapi aku tidak bisa memaksanya" Raymond mencium punggung tangan Mika.


"Maksudmu Mika tidak mencintaimu?" Ashley menatap Raymond penasaran.


"Oh tidak bukan seperti itu. Kau tahu Ashley dia sangat takut kehilanganku sehingga terkadang dia sering mengorbankan perasaannya hanya agar tidak menyakitiku, bukan begitu sayang?" Raymond mengelus rambut Mika.


Mika tersenyum lalu menarik tangan Raymond lalu menaruhnya di pipinya.


"Tidak, aku tidak sebaik itu. Tapi aku lah yang beruntung memiliki kakak disisiku" ucap Mika.


"Ouh hentikan itu. Kau membuatku cemburu Ay" ucap Nayla merusak suasana manis antara Raymond dan Mika.


"Kau memang selalu tidak menyukaiku" ucap Raymond menatap kesal kearah Nayla.


"Kau selalu saja mengganggu suasana romantis kami"


Nayla menggidikkan bahunya tidak peduli lalu melanjutkan makannya dengan santai.


"Mom, Dad, aku sudah selesai, aku akan ke atas dan meminta grandma membacakanku dongeng" Darren beranjak dari kursinya lalu mencium Ashley dan Felix bergantian.


"Baiklah sayang, jangan lupa sikat gigimu sebelum tidur" Ashley mengecup dahinya.


"Katakan Ashley, selama ini kau tinggal dimana?" tanya Raymond


"Itali" Jawabnya singkat.


"Apa kau sengaja memilih negara itu mengingat kau dan Felix sangat menyukai negara itu bahkan pernah merencanakan pernikahan di sana" ucap Roland.


Ternyata mereka pernah merencanakan pernikahan. Felix berarti sangat mencintai Ashley, batin Mika.


"Ya aku sengaja memilihnya, aku berharap Felix mencariku ke sana begitu dia tahu kenyataannya sebenarnya seperti apa, tapi ternyata dia baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu" jelas Ashley dengan raut wajah kecewa bercampur sedih.


"Maafkan aku" Felix menggenggam tangan Ashley dan menatapnya teduh.


"Lalu apa rencanamu sekarang?" tanya Roland lagi.


"Apa kau akan kembali ke Itali."


"Tidak, Ashley dan Darren tidak bisa pergi kemana-mana. Mereka akan tinggal bersamaku" jawab Felix tegas.


"Apa kau dan Ashley akan menyambung kembali hubungan kalian yang sempat terputus."


Mendengar ucapan Nayla semua mata tertuju ke arah Felix dan Ashley tidak terkecuali Mika.


"Perasaanku masih sama seperti lima tahun lalu, tidak berubah sedikitpun" Ashley menatap Felix penuh arti. Felix sedikit tercengang mendengar penuturannya. Lalu di detik berikut nya dia tersenyum hangat.


"Aaakkhh"


Mika meringis kesakitan karna tidak sadar telah menggigit lidahnya sendiri.


"Kau tidak apa-apa" ucap Felix dan Raymond bersamaan.


Mika menggeleng


"Tidak, aku hanya tidak sengaja menggigit lidahku saat mengunyah makananku" Mika beralasan.


"Minum lah" Felix memberikan gelasnya.


"Terima kasih" Mika menerima gelas yang diberikan Felix.


"Kak, aku ke toilet sebentar" Mika beranjak dari kursinya.


"Apa perlu kakak temani"


"Oh ayolah, kau berlebihan" Roland menyela dengan kesal akan sikap protektif yang dimiliki Raymond.


"Ini memalukan, aku tidak bisa mengalihkan tatapanku dari wajahnya. Tapi setiap melihat wajahnya dadaku terasa sakit karena harus menyaksikan kelembutan yang diberikannya kepada Ashley."


Mika jongkok lalu melipat kedua tangannya di atas lututnya lalu meletakkan kepalanya di atasnya.


"Kau baik-baik saja"


Mika terlonjak kaget begitu mendengar suara bariton itu. Mika mendongak dan melihat Felix yang sedang berdiri di hadapannya sedang menatapnya khawatir. Felix mengululurkan tangannya untuk membantu Mika berdiri.


"Apa yang kau lakukan disini." tanya Mika.


"Mencarimu" jawabnya singkat.


"Kenapa mencariku?"


"Aku mengkhawatirkanmu, kau terlihat tidak nyaman dari tadi."


"Bagaimana aku bisa nyaman sedangkan di hadapanku kau sibuk memberikan perhatianmu kepada kekasihmu" ucap Mika dalam hati


"Apa kau sedang cemburu?" tanya Felix dengan tatapan menggoda.


Mika mendengus lalu melipat tangannya di dadanya.


"Kenapa aku harus cemburu"


"Kau mengatakan tidak nyaman melihat ku memberi perhatian pada Ashley" Felix tersenyum geli.


"Apa aku mengatakannya"


"Ya kau mengatakan nya dengan sangat jelas." jawab Felix dengan menahan tawanya.


Wajah Mika merona menahan malu.


Mika mendelik kesal kearah Felix.


"Kau menyebalkan"


Mika baru saja melangkahkan kaki nya tapi Felix menahan satu tangan nya.


"Mika, sepertinya aku butuh vitamin"


"Kau bisa mendapatkannya di apotik atau kau bisa meminta nya ke dokter pribadimu"


"Aku tidak membutuhkannya, yang ku butuhkan adalah kau, my vitamin" Felix menarik kuat tangan Mika. Mika menabrak dada bidang milik Felix.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Mika begitu Felix memeluk erat pinggang dan merapatkan tubuh mereka.


"Mengambil vitamin-ku" Felix mendekatkan wajah nya kewajah Mika.


"Hentikan Felix, Kau sudah tidak waras" Mika memundurkan kepala nya untuk menghindari ciuman Felix.


Felix tidak hilang akal dia menahan tengkuk Mika.


"Kau bisa mengambil vitamin mu pada Ashley"


Perkataan Mika itu berhasil membuat Felix menghentikan aksinya, dan kesempatan itu diambil Mika untuk melepaskan diri dari Felix. Mika berbalik tapi lagi-lagi Felix mencekal ke dua tangan Mika dari belakang.


"Aku bilang, aku membutuhkan vitamin-ku, sugar" Felix mencium leher Mika. Mika terdiam. Suhu tubuhnya tiba-tiba memanas dan darahnya berdesir.


"Apa yang kau lakukan Felix" suara Mika tercekat


"Memakanmu" jawab Felix enteng seraya mengisap leher Mika layak nya vampir.


"Apa yang kau lakukan brengsek, kau akan meninggalkan bekas di sana" Mika meronta-ronta agar Felix melepaskan cekalannya dan menghentikan perbuatannya.


"Berhenti mengoyangkan pinggul mu, sugar, kau menggesek sesuatu. Apa kau sengaja melakukannya untuk membangunkan singa jantan yang tertidur, sayang" ucap Felix di telinga Mika dengan gaya sensual.


"Akan ku bunuh kau brengsek" maki Mika bertepatan dengan pintu kamar mandi yang terbuka.


"Oh my Ghost, apa yang kalian lakukan" pekik Keyra begitu melihat posisi Mika dan Felix.


"Apa mansion mewah ini tidak memiliki kamar lagi sehingga kalian memilih kamar mandi untuk melepaskan hasrat kalian" sindir Keyra seraya melepaskan tangan Mika dari cekalan Felix.


"What the hell, kau bahkan meninggalkan kissmark di lehernya. Apa kau sudah gila tuan Mc. Kenzie. Bagaimana jika tunangannya dan kekasihmu melihatnya" Keyra melepaskan syal yang dipakainya dan melilitkannya di leher Mika.


"Aku tidak keberatan jika Ray melihat nya, mungkin dengan begitu dia mau meninggalkan Mika. Dengan begitu Mika bisa menjadi milikku" jawab Felix enteng.


"Kau fikir aku mau menjadi milikmu, lalu bagaimana dengan kekasihmu Ashley dan juga anakmu Darren. Aku sungguh tidak percaya kau sebrengsek ini Felix O'Neil Mc.Kenzie. Kau hanya memikirkan kebahagiaanmu saja" ucap Mika kecewa lalu pergi meninggalkan Felix dan Keyra di sana.


"Yang dikatakan nya benar Felix, kau tidak boleh egois. Kita semua mendengar tadi bagaimana Ashley mengatakan perasaannya. Dia masih mencintaimu" Keyra menepuk-nepuk bahu Felix lalu pergi meninggalkannya.


Keyra menghentikan langkahnya di pintu kamar mandi kemudian berbalik menghadap Felix lagi.


"Dan Felix, sebelum kau keluar ada baiknya kau menenangkan dirimu dulu."


"Wah..ternyata kau sungguh bergairah Mr.Mc.Kenzie" ucap Keyra nakal seraya tersenyum geli.


"Ini ulah sahabatmu" jawab Felix enteng dan tidak tahu malu.


"Aku yakin Mika tidak melakukan apa pun" Keyra membela sahabatnya.


"Aku sungguh sangat mencintai nya, Keyra" ucap Felix bersungguh-sungguh.


Keyra berdecak,


"Mika tunangan sahabatmu jika kau lupa, dan kau juga sudah memiliki Ashley dan Darren."


T.B.C