
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Felix datang dan memeluk pinggang Mika dari belakang dan menyampirkan rambut wanita itu.
Mika menghentikan kegiatannya mencuci piring-piring kotornya.Mika memutar tubuhnya dan sekarang ia menyesali tindakan bodohnya itu. Felix mengurungnya dengan kedua tangannya. Mika bisa merasakan nafas Felix di wajahnya. Jarak mereka sangat dekat.
Apa-apaan pria ini. Tidak bisakah dia mengendlikan diri agar lebih sopan sedikit.
"Felix"
"Hmm" Felix menggesekkan hidungnya ke wajah Mika. Mika memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan menghindari ciuman Felix. Tapi tindakannya malah memudahkan Felix mengendus lehernya.
Felix menahan senyumnya dan mengumpat dalam hati. Niat awalnya tadi ingin menggoda Mika tidak disangka reaksi tubuhnya justru berlebihan.
"Felix"
Felix menangkup wajah Mika lalu mencium puncak kepalanya turun ke kening dan kedua pipinya. Felix mengecup bibir Mika singkat.
"Aku menginginkanmu," ucap Felix dengan suara serak yang terdengar sensual di telinga Mika.
Mika mendongak begitu mendengar kalimat singkat yang dilontarkan Felix.
"Felix kita tidak boleh melakukannya" ucap Mika dengan satu tarikan nafas.
"Kenapa?"
"Kau sudah menikah" pekik Mika setengah membentak tapi Felix seolah tidak terpengaruh dengan apa yang di katakan Mika.
"Felix.." Panggil Mika tidak sabar karena Felix tidak merespon apa yang dikatakannya.
"No baby,, aku tidak pernah menikah" sahut Felix kemudian.
"Jangan konyol, Felix" hardik Mika
"Jangan hanya karena nafsumu yang minta ingin dipuaskan, kau mengatakan lelucon seperti itu"
"Aku tidak menyangka kau jadi brengsek seperti ini McKenzi" Mika menarik selimut dan menutupi tubuhnya sampai batas lehernya.
"Sayang dengarkan aku, kau harus percaya padaku. Pernikahan itu tidak pernah terjadi. Yang kau lihat hanya resepsi, tidak pernah ada ikrar suci atau pun catatan pernikahan. Tidakkah kau menyadari itu, sayang?"
Mika tersentak mendengar apa yang baru saja Felix katakan. Mika menatap lekat mata Felix mencari kebohongan di sana, tapi Mika tidak menemukan kebohongan di sana. Ya, saat itu Mika terlalu larut dalam kesedihannya sehingga tidak menyadari keanehan itu. Memang tidak pernah ada pemberkatan atau semacamnya. Jadi artinya Felix_nya tidak menikahi Ashley. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Ah..sudahlah yang penting prianya tidak pernah menikah.
Mika menatap Felix seraya tersenyum dan berurai air mata. Air mata kebahagiaan. Felix tidak mengkhianatinya.
Felix mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata di pipi Mika. Mika segera menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Felix. Memeluk erat pria itu. Hatinya tidak pernah selega ini.
Felix membalas erat pelukan Mika.
Sayang apa aku yang ke dua?" tanya Felix dengan menatap wajah Mika teduh, menanti jawaban dari wanita itu. Tanpa Mika jawab sebenar nya Felix tahu. Tapi ia menginginkan Mika menjawabnya.
Mika mengangguk.
"Kau satu-satunya" ucapnya tersipu malu.
Felix tersenyum bahagia.
"Kau milikku Mrs. McKenzi"
"I'am yours"
"Mommy..buka pintunya. Aku mendengar suara-suara yang sangat aneh. Aku ketakutan mommy" Felicia menggedor-gedor pintu kamar Mika.
Mika segera mendorong tubuh Felix begitu mendengar suara putrinya. Felix terpental. Felix meringis hasratnya kembali tidak tersalurkan. Gantung ! Felix mengacak rambutnya frustasi.
"Kenapa kau tidak mengatakan kamarmu tidak kedap suara sayang?"
T.B.C